Rintis Rizkia Pangestika
PGSD Universitas Muhammadiyah Purworejo

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemikiran Kritis dapat dibentuk melalui Discovery Learning Galih Yansaputra; Rintis Rizkia Pangestika
Indonesian Journal of Primary Education Vol 2, No 2 (2018): Indonesian Journal of Primary Education: December 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v2i2.15098

Abstract

Berfikir kritis merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh setiap orang. Di era sekarang ini setiap orang dituntut untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritisnya. Kemampuan mengorganisir terhadap suatu ide gagasan sebagian kecil dari kemampuan berfikir kritis. Dewasa ini sebagian siswa belajar IPS hanya untuk mendapatkan nilai yang bagus sehingga tak sedikit dari mereka mengambil jalan pintas yaitu meniru atau mencontek pekerjaan teman. Mereka hanya berpikir bagaimana caranya mendapatkan nilai yang bagus tanpa ada rasa senang atau bermakna. Hal ini juga dialami siswa-siswi SD. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dimana menggambarkan sebuah fenomena global dengan penyelesaian masalah secara mendalam. Masalah yang dihadapi oleh guru ketika dalam pembelajaran yaitu sebagian besar siswa kurang bersemangat mengikuti ceramah dan perintah guru, di sesi tanya jawab sedikit siswa yang aktif menjawab pertanyaan guru. Penelitian ini memaparkan seberapa penting peran guru dan keefektifan model belajar Discovery Learning guru. Hasil dari penelitian model belajar ini siswa dapat melakukan berbagai kegiatan menghimpun informasi, membandingkan, mengkategorikan, menganalisis, mengintegrasikan, mereorganisasikan bahan serta membuat simpulan. Dalam studi ini guru tidak hanya informatif, namun juga sebagai motivatif dan guru dapat menjadi fasilitator yang mengarahkan siswa agar terlibat secara aktif dalam seluruh proses pembelajaran dengan diawali pada masalah yang berkaitan dengan konsep yang dipelajari.   
ANALISIS PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR MELALUI GERAKAN TARI DOLALAK PADA SISWA KELAS V SD NEGERI PURWOREJO Nur Laela; Arum Ratnaningsih; Rintis Rizkia Pangestika
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 1 (2024): Volume 10 No. 01 Maret 2024
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i1.2752

Abstract

The aim of the research is to analyze how students' gross motor skills develop through the dolalak dance movements of class V students at Purworejo State Elementary School. In accordance with the objectives of the research conducted, this research uses qualitative descriptive research. Qualitative research method is research based on a postpotivism philosophy which is used to examine the condition of scientific objects, where the researcher is the key instrument. The data collection technique is carried out by triangulation (a combination of observation, interviews, documentation), and the data to be obtained is qualitative data, the results of qualitative research are to understand meaning, understand uniqueness, and also to find hypotheses. The results obtained from involvement in dolalak dancing activities are that students can perform longer work, use energy more economically, and study longer than untrained students. Dancing education needs to be preserved so that it can preserve culture and make students live healthy lives. Gross motor processes are only found during dolalak dancing and also during gymnastics, because in the classroom there are no other gross motor processes. During dolalak dance creation exercises, students are more interested in moving and following the movements exemplified by the teacher so that the child's gross motor development develops well.
Pemikiran Kritis dapat dibentuk melalui Discovery Learning Galih Yansaputra; Rintis Rizkia Pangestika
Indonesian Journal of Primary Education Vol 2, No 2 (2018): Indonesian Journal of Primary Education: December 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v2i2.15098

Abstract

Berfikir kritis merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh setiap orang. Di era sekarang ini setiap orang dituntut untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritisnya. Kemampuan mengorganisir terhadap suatu ide gagasan sebagian kecil dari kemampuan berfikir kritis. Dewasa ini sebagian siswa belajar IPS hanya untuk mendapatkan nilai yang bagus sehingga tak sedikit dari mereka mengambil jalan pintas yaitu meniru atau mencontek pekerjaan teman. Mereka hanya berpikir bagaimana caranya mendapatkan nilai yang bagus tanpa ada rasa senang atau bermakna. Hal ini juga dialami siswa-siswi SD. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dimana menggambarkan sebuah fenomena global dengan penyelesaian masalah secara mendalam. Masalah yang dihadapi oleh guru ketika dalam pembelajaran yaitu sebagian besar siswa kurang bersemangat mengikuti ceramah dan perintah guru, di sesi tanya jawab sedikit siswa yang aktif menjawab pertanyaan guru. Penelitian ini memaparkan seberapa penting peran guru dan keefektifan model belajar Discovery Learning guru. Hasil dari penelitian model belajar ini siswa dapat melakukan berbagai kegiatan menghimpun informasi, membandingkan, mengkategorikan, menganalisis, mengintegrasikan, mereorganisasikan bahan serta membuat simpulan. Dalam studi ini guru tidak hanya informatif, namun juga sebagai motivatif dan guru dapat menjadi fasilitator yang mengarahkan siswa agar terlibat secara aktif dalam seluruh proses pembelajaran dengan diawali pada masalah yang berkaitan dengan konsep yang dipelajari.