Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Campuran Silika Oksida dan Karbon Aktif dalam Proses Adsorbsi Fosfat dari Limbah Hasil Laundry Basalamah, Faisal Riza; Andi, Suryanto; Takdir, Syarif
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 3 No. 1 (2024): Mei
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v3i3.109

Abstract

Laundry atau yang dikenal dengan jasa cuci pakaian saat ini merupakan suatu aktifitas yang tumbuh pesat di tengah masyarakat modern. Perilaku dari aktifitas ini menghasilkan limbah buangan yang sangat beragam ke lingkungan. Salah satunya adalah Fosfat (P) yang dihasilkan oleh detergen dan hasil reaksi antara zat additif yang ada pada pakaian dan detergen pencuci. Untuk melakukan pengendalian kepada limbah buangan laundry tersebut, maka diperlukan suatu proses penyerapan atau adsorbsi terhadap Fosfat (P) yang dapat mencemari lingkungan. Secara umum adosrben yang ada di pasaran dan cukup dikenal adalah Silika Oksida (SiO2) dan Karbon Aktif ( C ). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari angka optimalisasi rasio penggunaan adsorben silika oksida dan/atau karbon aktif dalam proses penyerapan Fosfat (P) dalam limbah buangan laundry. Perlakukan yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan memvariasikan berat adsorben yaitu 50 gram silika oksida, 15 gram silika oksida dan 35 gram karbon aktif, 25 gram silika oksida dan 25 gram karbon aktif, 35 gram silika oksida 15 gram karbon aktif dan 50 gram karbon aktif kedalam limbah sebanyak 250 ml larutan limbah dan diaduk didalam erlenmeyer selama 150 menit. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa penggunaan karbon aktif tunggal sebagai adsorben memberikan daya adsorbsi yang lebih besar dari pada seluruh variasi perlakuan yang dilakukan. Untuk penggunaan karbon aktif jumlah Fosfat (P) terserap sebanyak 61,18%. Sedangkan untuk penambahan silika oksida lebih dari 70% menyebabkan penurunan daya adsorbsi yang semakin besar. Tercatat untuk penggunaan adsorben 35 gram silika oksida dan 15 gram karbon aktif, Fosfat (P) yang terserap hanya sebesar 6,86%.
Linking Degree of Deacetylation to Coagulation Efficiency of Crustacean Waste Chitosan in Water Treatment Sinardi Sinardi; Ismail Marzuki; Asriadi Asriadi; Andi Sry Iryani; Faisal Riza Basalamah; Andi Irsyam Mansyur; Hardimas Prayudi
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 23, No 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/presipitasi.v0i0.%p

Abstract

Turbidity removal remains challenging because stable colloids resist sedimentation, motivating the use of biodegradable coagulants such as chitosan derived from crustacean waste. However, an integrated quantitative linkage between the degree of deacetylation (DD), zeta potential evolution, and dose-dependent turbidity removal across pH is still limited for shell waste-derived chitosan. This study aimed to relate DD to the zeta potential behavior and coagulation efficiency of chitosan derived from green mussel, crab, and shrimp shells at pH 5, 7, and 9. At pH 7, shrimp-shell chitosan (DD 89.05%) achieved 98.38% turbidity removal at 190 mg/L, crab-shell chitosan (DD 87.64%) achieved 96.72% at 320 mg/L, and green mussel chitosan (DD 77.80%) achieved 95.08% at 300 mg/L [mean±SD, n=3].  The zeta potential shifted from −0.81 mV (untreated synthetic water) to +1.43 to +2.80 mV after dosing, indicating dominant charge neutralization with partial overcompensation. Overall, DD provides a practical screening descriptor for selecting locally sourced chitosan and optimizing the dose for sustainable turbidity control. Valorizing shell waste into effective coagulants may reduce the reliance on inorganic coagulants and support environmentally responsible water treatment practices. This study established an integrated DD zeta potential dose relationship across pH to explain and compare the coagulation performance of locally sourced shell-waste chitosan for turbidity removal.