Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

QUick Count Analisis Akurasi dan Efisiensi pada Quick Count Menggunakan Ambang MinMax Riadi Marta Dinata
JURNAL REKAYASA INFORMASI Vol 12 No 2 (2023): JURNAL REKAYASA INFORMASI Vol 12 No 2 Tahun 2023
Publisher : PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL (ISTN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Quick Count is a method of quickly calculating general election results using data from a sample of polling stations (TPS), which are selected randomly and proportionally. In this research, researchers propose the Minmax Quick Count approach to Simple Random Sampling (SRS) to find the optimal sampling technique. Namely to find a comparison of accuracy and efficiency between Primary-SRS against SRS using Minimum and Maximum voter vote thresholds. The quick count case study is the DKI DKI Jakarta area, using validated test data "Vote Count Results for the 2019 Indonesian Presidential & Vice Presidential Election".The peak of effectiveness and efficiency in the case of Quick Count data is at a Confidence Level of 90%, Margin of Error of 0.01%, with the number of TPS selected being 0.16% of the population (deviasi 2.24%). And the maxSRS method provides average results that are closer to the actual average value of 3% compared to the primer SRS and minSRS methods.
Sosialisasi Kecerdasan Buatan untuk Penguatan Literasi Digital di SDN Kademangan: Pengabdian Kepada Masyarakat Kampus Merdeka - Smart Village riadi marta dinata; Marhaeni; Lely Mustika
Charity : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2025): Charity-Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : PPM Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/charity.v8i1.8612

Abstract

Program pengabdian masyarakat bertajuk Sosialisasi Pengenalan AI dilaksanakan di SDN Sawahgede Desa Kademangan, Cianjur, sebagai bagian dari inisiatif Smart Village - Smart People oleh Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN). Tujuan utama adalah meningkatkan literasi digital masyarakat melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI). Kegiatan berlangsung selama dua hari dengan melibatkan 23 peserta dari berbagai kalangan, termasuk guru, operator sekolah, dan wali murid. Hasil kuisioner menunjukkan peningkatan rata-rata skor pemahaman dari 84.78% menjadi 95.65% pada parameter pentingnya AI di pendidikan. Analisis statistik menunjukkan perubahan signifikan dengan p-value < 0.05 pada semua parameter yang diukur. Artikel ini membahas metode pelaksanaan, temuan program, dan dampaknya terhadap kesiapan peserta dalam mengintegrasikan AI di lingkungan pendidikan.