Dyah Utari
Prodi S1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Edukasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Untuk Pencegahan Penyakit Tidak Menular di Desa Gribig Krajan Kabupaten Kudus Ayu Denisa Wangsa Putri; Dyah Utari
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Kalam Vol. 1 No. 3 (2022): Membangun Desa dan Kampung
Publisher : Prisani Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The prevalence of non-communicable diseases in Indonesia is increasing from year to year. One of the causes is lack of activity behavior or a sedentary lifestyle. The purpose of this Community Service Program is to provide education on the importance of regular physical activity to prevent non-communicable diseases. Service is carried out through three stages, namely identification and analysis of problems, advocacy and providing education. The activity was carried out in Gribig Krajan Village, Gebog District, Kudus Regency, Central Java Province. Based on the results of the pre-test and post-test, it was found that there was an increase in the knowledge of the participants, which was 28.59% so that participants were expected to be able to apply it in their daily activities and be able to disseminate the information to the surrounding environment.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) pada Pekerja Proyek Pembangunan PLTGU Muara Tawar (Persero) Dhesti Nisrina Azizah; Rafiah Maharani Pulungan; Dyah Utari; Afif Amir Amrullah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 3 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 3, Agustus 2021
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i3.177

Abstract

Abstrak Latar belakang: Faktor perilaku merupakan salah satu permasalahan dalam kepatuhan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang dapat mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Teori Lawrence Green menjelaskan bahwa perilaku terdiri atas faktor predisposisi, pendukung, dan pendorong. Alat Pelindung Diri (APD) sudah menjadi sebuah pakaian wajib bagi pekerja, terutama bagi pekerja yang bekerja pada wilayah dengan risiko yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang memiliki hubungan dengan kepatuhan penggunaan APD pada pekerja Proyek pembangunan PLTGU Muara Tawar PT. Hutama Karya (Persero). Metode: Penelitian ini merupakan analitik kuantitatif dengan desain potong lintang. Populasi penelitian ini pekerja Proyek PLTGU Muara Tawar PT Hutama Karya yang berada di area STG dan HRSG sebanyak 349 pekerja. Hasil: Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa 9 pekerja tidak patuh dalam menggunakan APD. Hasil analisis statistik menyimpulkan hubungan pada faktor predisposisi pengetahuan (P=0,005), faktor pemungkin ketersediaan APD (p=0,003), faktor pendorong pengawasan (p=0,11), sementara itu tidak ditemukan adanya hubungan antara variabel usia (p=0,474), sikap (p=0,157), pendidikan (p=1,000) dengan kepatuhan penggunaan APD Kesimpulan: Disarankan agar perusahaan dapat konsisten memberikan pemahaman mengenai APD dan tegas dalam kepatuhan penggunaan APD Kata kunci: kepatuhan APD, Pekerja, APD pada pekerja Abstract Background: Behavioral factor is one of the problems in compliance with Personal Protective Equipment (PPE) usage which can prevent work accidents. Lawrence Green's theory explains that behavior consists of 3 factors such as predisposing, supporting and driving factors. Personal protective equipment (PPE) has become a mandatory attire for workers, especially for workers who work in high risk areas. Methods: The purpose of this study was to determine the factors that related to the compliance to wear PPE on the workers of the Muara Tawar PT. Hutama Karya (Persero) project. This research type was quantitative analytic with cross sectional design. The population of this study were 349 workers of the Muara Tawar PLTGU PT Hutama Karya project in the STG and HRSG areas. Result: The results showed that 9 workers (questionnaire) and 32 workers (observation sheets) did not comply to wear PPE. The results of statistical analysis showed a connection to the predisposing factors of knowledge (P = 0.005), the enabling factors for the availability of PPE (p = 0.003), and the driving factors for supervision (p = 0.11) and there was no connection between the variables of age (p = 0.474), attitude (p = 0.157), education (p = 1,000) with compliance to wear PPE. Conclusion: suggested that companies can consistently provide an understanding PPE and be firm in compliance to wear PPE. Key Words: compliance PPE, Workers, PPE on Workers
Gambaran Stres Kerja pada Karyawan di Proyek PLTGU Muara Tawar PT Hutama Karya Kabupaten Bekasi Annisa Tria Widiaty; Rizki Amalia; Dyah Utari; Nayla Kamilia Fithri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 2 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 2, Mei 2021
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i2.187

Abstract

Abstrak Latar belakang: Tempat kerja merupakan salah satu tempat dimana pemicu stres dapat berkembang. Stres kerja merupakan hal umum yang dapat dialami oleh para pekerja. Stres kerja dapat diakibatkan karena ketidakmampuan pekerja dalam memenuhi tuntutan untuk menyelesaikan pekerjaannya atau adanya rasa ketidaknyamanan dan ketidakpuasan dalam bekerja. Beban kerja yang banyak, tenggang waktu yang sedikit, komunikasi antar pekerja yang kurang baik, serta faktor lainnya dapat menjadi sumber stres. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran stres kerja pada karyawan di Proyek PLTGU Muara Tawar PT Hutama Karya. Metode: Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini yaitu seluruh karyawan di Proyek PLTGU Muara Tawar PT Hutama Karya. Sampel yang digunakan sejumlah 118 karyawan. Teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 24 karyawan (20,3%) tidak mengalami stres kerja, 89 karyawan (75,4%) mengalami stress kerja ringan, dan 5 karyawan (4,2%) mengalami stres kerja sedang. Kesimpulan: Sebagian besar karyawan di Proyek PLTGU Muara Tawar PT Hutama Karya mengalami stres kerja ringan. Oleh karena itu, pekerja disarankan untuk menerapkan manajemen stres agar dapat mencegah stres sedini mungkin, memanfaatkan waktu istirahat dalam bekerja sebaik mungkin, dan melakukan interaksi sosial antar pekerja untuk terciptanya hubungan dalam pekerjaan yang baik. Occupational Stress Level Among Employees at PLTGU Muara Tawar Project PT Hutama Karya Bekasi Abstract Background: Workplace is one of the places where stressors can be develop. Occupational stress is a common thing that can be experienced by the employees. Occupational stress can be caused by or due to, please choose one the inability of the employees to meet the demands to complete their work or the feeling of discomfort and dissatisfaction at work. Lots of workloads, short period of time, poor communication between employees, and other factors can be the source of occupational stress. The purpose of this study was to determine the description of occupational stress among employees at PLTGU Muara Tawar Project PT Hutama Karya. Methods: This study was a descriptive quantitative research with cross-sectional design. The population of this research is all employees at the Muara Tawar PLTGU Project PT Hutama Karya. The sample was 118 employees. The sampling technique used was simple random sampling. Data were analyzed in proportion and frequency. Result: The results showed that 24 employees (20,3%) were never had occupational stress, 89 employees (75,4%) had mild occupational stress, and 5 employees (4,2%) had moderate occupational stress. Conclusion: Most of the employees at PLTGU Muara Tawar Project PT Hutama Karya had mild occupational stress. Therefore, employees are recommended to apply stress management in order to prevent stress, make the best of their worktime, and having social interactions between employees to create a good work relationships.
Factors Associated with Safety Riding Behavior Among Workers in Tanjung Priok District, North Jakarta City Handoko Handoko; Arga Buntara; Dyah Utari; Chahya Kharin Herbawani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 4 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 4, November 2024
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v16i4.605

Abstract

Introduction: Safety riding behavior is an ideal behavior that any worker must apply to increase the worker’s safety and other road users. There has been an increased prevalence and mortality rate due to traffic accidents in 2022. This study analyzed factors related to driving safety behavior among workers in Tanjung Priok District in 2023.Method: A cross-sectional study was conducted in the Tanjung Priok District between March to June 2023. The questionnaires adopted two instruments from the Indonesian Traffic Police Corps instruments and two previous research instruments distributed through Google Forms. All general workers who reside and work in Tanjung Priok were selected as subjects. The inclusion criteria of this study were workers who both worked or lived in the Tanjung Priok sub-district and ride motorbikes for mobility. The exclusion criteria were individuals who do not work in the Tanjung Priok sub-district and those who only pass through the area without working or residing there. The data were then analyzed using the Chi-square test. The sampling technique applied was proportionate stratified sampling. Result: The finding showed that 97 (86.6%) workers drove safely and 15 (13.4%) workers drove unsafely. The factors associated with safety riding behavior were knowledge (p-value = 0.001), attitude (p-value = 0.007), driving PPE (p-value = 0.010), driving insurance ownership (p-value = 0.046), and family support (p-value = 0.001).Conclusion: Local government is required to cooperate with the police department to increase workers’ knowledge about equipment so safety riding behavior is formed. Latar Belakang: Perilaku keselamatan berkendara merupakan perilaku ideal yang harus dimiliki oleh pekerja untuk meningkatkan keamanan pekerja dan pengguna jalan lain serta meminimalisasi terjadinya kecelakaan lalu lintas. Terjadi peningkatan kasus kecelakaan dan kematian akibat kecelakaan pada tahun 2022 di Jakarta Utara. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku keselamatan berkendara pada pekerja di Kecamatan Tanjung Priok tahun 2023.Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Tanjung Priok pada bulan Maret hingga Juni 2023. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang diadopsi dari instrumen Korps Lalu Lintas Kepolisian Daerah Sumatera Utara dan dua penelitian terdahulu yang disebarkan melalui Google Forms. Sampel penelitian ini adalah seluruh pekerja yang berdomisili dan bekerja di Tanjung Priok dengan kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah pekerja yang bekerja dan/atau tinggal di wilayah Kecamatan Tanjung Priok, serta pekerja yang menggunakan sepeda motor untuk mobilitas. Kriteria eksklusi dalam penelitian ini adalah individu yang tidak bekerja di wilayah Kecamatan Tanjung Priok dan hanya melewati wilayah tersebut. Data kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proporsional stratified sampling. Hasil: Hasil analisis menunjukkan 97 (86,6%) pekerja mengemudi dengan aman dan 15 (13,4%) pekerja mengemudi dengan tidak aman. Faktor yang berhubungan dengan perilaku safety riding adalah pengetahuan (p-value = 0,001), sikap (p-value = 0,007), APD mengemudi (p-value = 0,010), kepemilikan asuransi mengemudi (p-value = 0,046), dan dukungan keluarga. (nilai p = 0,001).Kesimpulan: Kecamatan Tanjung Priok perlu adanya kerja sama dengan kepolisian setempat untuk meningkatkan pengetahuan pekerja mengenai kelengkapan agar terbentuk perilaku keselamatan berkendara. Kata Kunci: Kecelakaan lalu lintas, Keselamatan berkendara, Pekerja