Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGUATAN KAPASITAS KADER POSYANDU MELALUI INTEGRASI LAYANAN PRIMER (ILP) DALAM PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK DI WILAYAH KOTA DEPOK Putri Permatasari; Fathinah Ranggauni Hardy; Marina Ery Setiawati; Cahya Arbitera
JURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2026): Sipissangngi Volume 6, Nomor 3, September 2026
Publisher : Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v6i3.7453

Abstract

Integrasi Layanan Primer (ILP) merupakan pilar transformasi kesehatan yang menekankan pada penguatan upaya promotif dan preventif melalui pendekatan siklus hidup. Kader Posyandu memiliki peran sentral sebagai unit kesehatan terkecil di tingkat dusun/RT/RW untuk memperluas jangkauan layanan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader melalui Model 3P (Pelatihan, Pendampingan, dan Pemantauan) dalam mengimplementasikan Klaster 2 (Ibu dan Anak). Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif, mencakup pelatihan 25 kompetensi dasar, simulasi sistem 5 langkah posyandu, dan digitalisasi pelaporan menggunakan aplikasi. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan teknis kader dalam mengimplementasikan manajemen Posyandu ILP. Secara kuantitatif, terdapat peningkatan tingkat pengetahuan kader dari kategori cukup baik (50%) menjadi kategori baik (85%) setelah diberikan edukasi dan pelatihan. Pelaksanaan sistem 5 langkah Posyandu ILP (pendaftaran, pengukuran, pencatatan, pelayanan, dan penyuluhan) berhasil menertibkan alur pelayanan di tingkat dusun. Selain itu, penerapan sistem informasi digital (seperti aplikasi JKN Mobile) terbukti meningkatkan kualitas, akurasi, dan kecepatan pelaporan data kesehatan dibandingkan sistem manual. Penguatan kapasitas kader berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan dalam melakukan deteksi dini faktor risiko. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kader memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengidentifikasi kehamilan berisiko tinggi dan mendukung pemantauan status gizi secara lebih terstruktur setelah mengikuti pelatihan. Kesimpulannya, penguatan kader secara berkelanjutan dan dukungan sistem informasi digital sangat efektif dalam mengoptimalkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak di tingkat komunitas.