Roza Aryani
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Aceh

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN TEKNIK PIJAT AKUPRESUR UNTUK MENGURANGI NYERI HAID (DISMENOREA) PADA REMAJA PUTRI SMA/SMK MUHAMMADIYAH KOTA BANDA ACEH Roza Aryani; Sirajul Muna; Evi Kurniawati
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 No 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i3.45732

Abstract

Masalah dari kegiatan tersebut yaitu dismenorea pada remaja putri. Kebutuhan yang diberikan yaitu pemijatan akupresure untuk alternative mengurangi nyeri atau untuk meredakan disminorea dengan metode yang diterapkan melakukan peyuluhan tentang pemijatan akupresure. Dampak sebelum dilakukan pemijatan akupresure yaitu peserta yang meliputi remaja putri mengalami disminorea/ nyeri haid  sedangkan setelah dilakukan pemijatan akupresure peserta merasa bahwa nyeri haidnya berkurang dan sudah bisa teratasi, ini membuktikan bahwa akupresure sangat bermanfaat untuk remaja putri dimana dapat meningkatkan pengetahuan mengenai akupresure sebagai alteratif mengurangi nyeri haid sehingga dapat menerapkannya apabila mengalami nyeri disminor saat menstruasi, dan yang paling menyenangkan lagi bahwa peserta penyuluhan dapat saling bertemu teman sebaya, bertukar fikiran dan bersama-sama melakukan pijat akupresure secara bergantian. Peserta remaja putri dapat mempraktekan dirumah dengan panduan leaflet yang telah dibagikan. Rekomendasi untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat selanjutnya adalah menerapkan metode senam yoga untuk mengatasi meredakan nyeri haid khususnya pada remaja putri
EDUKASI POLA MAKAN TINGGI PROTEIN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN ORANG TUA TERHADAP STATUS GIZI BALITA DI PUSKESMAS DARUL IMARAH ACEH BESAR Sirajul Muna; Roza Aryani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2025): Vol.6 No. 5 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i5.52888

Abstract

Status gizi masih menjadi permasalahan utama pada bayi dan anak di bawah lima tahun (balita) secara global. Data World Health Organization (WHO) tahun 2020 menunjukkan 5,7% balita di dunia mengalami gizi lebih, 6,7% mengalami gizi kurang dan gizi buruk, serta 22,2% atau 149,2 juta menderita stunting. Di Wilayah Kerja Puskesmas Darul Imarah pada tahun 2023, dari 3.117 balita terdapat 7,2% balita dengan wasting, 6,2% stunting, 7,4% balita gizi kurang dan 1,2% balita gizi buruk. Kegiatan pengabdian ini dilakukan untuk membantu ibu dan keluarga dalam meningkatkan pemahaman tentang Pola Makan Tinggi Protein Terhadap Status Gizi Balita Di Puskesmas Darul Imarah Aceh Besar. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan  melalui pretest dan mengukur pemahaman orang tua tentang pola makan tinggi protein, kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan dan diakhiri dengan post test. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan tanggal 04 Juni 2025. Peserta yang hadir saat kegiatan sebanyak 53 orang.Hasil  Menunjukkan bahwa mayoritas peserta yang hadir  memiliki pengetahuan yang kurang tentang pola makan tinggi protein dan setelah dilakukan post test didapatkan peningkatan pengetahuan sebanyak 43 %.Kesimpulan : Pengetahuan memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap  pemahaman orang tua tentang pola makan tinggi protein terutama bagaimana mengelola makanan dan cara memilih bahan makanan yang bergizi, membersihkan bahan pangan yang baik dan benar dan cara memasak yang benar sehingga zat gizinya tidak hilang serta kurang mengetahui dalam mengatur menu seimbang yang bergizi.Saran: Bagi ibu dan keluarga diharapkan agar lebih memperhatikan makanan yang diberikan kepada anak balita termasuk pemilihan jenis makanan tinggi protein dan ibu dianjurkan juga untuk rutin melakukan penimbangan berat badan pada anak balita ke fasilitas kesehatan dan posyandu terdekat untuk memantau keadaan tumbuh kembang serta status kesehatan pada balita , sehingga balita dapat tumbuh dan berkembang dengan normal sebagai salah satu upaya untuk mencegah terjadinya gizi buruk atau gizi kurang pada balita.