Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengelolaan Program Tahfizh Qur’an Jawahirul Qur’an di PKBM Harapan Bangsa Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar Nurul Hidayah; Wilson Wilson; Masyitha Ramadhani
HEMAT: Journal of Humanities Education Management Accounting and Transportation Vol 1, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/hemat.v1i2.2769

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi ditemukannya kesenjangan pada pengelolaan program tahfizh qur’an Jawahirul Qur’an di PKBM Harapan Bangsa Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. Diketahui bahwa pengelola program Jawahirul Qur’an tersebut belum ada peningkatan peserta didik dari tahun 2021-2023 masih memiliki 5 peserta didik dan belum mempunyai akreditasi dikarenakan belum memenuhi syarat, untuk pengajuan akreditasi harus memiliki 15 santri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengelolaan program tahfizh qur’an Jawahirul Qur’an di PKBM Harapan Bangsa Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif.  Penelitian ini di laksanakan di Pondok Tahfizh Jawahirul Qur’an, yang pengumpulan datanya dilakukan dengan menggunakan dokumentasi, wawancara, dan observasi, dengan melibatkan 4 (empat) informan sebagai subjek penelitian. Seterusnya untuk mencari dan menyusun data digunakan  teknik analisis data berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan program tahfizh Jawahirul Qur’an tersebut kekurangan sumber daya manusia. Untuk administrasi Pondok Tahfizh Jawahirul Qur’an masih memakai administrai PKBM Harapan Bangsa. Untuk kegiatan pembelajaran di Pondok Tahfizh Jawahirul Qur’an belum terjadwal atau terstruktur dimana pembelajaran dilakukan dengan kegiatan sehari-hari dengan kebiasaan tanpa membuat jadwal pembelajaran.
Analisis Perbandingan Syarat Status Kewarganegaraan Di Indonesia Dan Malaysia: Kasus Mohamad Azzan Farist Fitriany; Celomita Austin Abigael M; Gita Engriani Sianipar; Hambali; Jely Duwita Sari; Noval Bayu Ardani; Nurul Hidayah; Reditya Ramadhani; Titin Loloate Lingga
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.6998

Abstract

Penelitian ini berangkat dari meningkatnya mobilitas penduduk antarnegara yang berpengaruh terhadap proses penetapan status kewarganegaraan. Perbedaan sistem hukum kewarganegaraan antara Indonesia dan Malaysia menjadi isu yang menarik untuk dikaji, terutama pada kasus individu yang lahir di luar negeri dari orang tua berkewarganegaraan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan syarat penentuan kewarganegaraan di Indonesia dan Malaysia serta melihat implikasinya terhadap kehidupan Mohamad Azzan Farist. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara, dokumentasi, dan kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia menerapkan asas ius sanguinis dengan dukungan pencatatan administrasi, sedangkan Malaysia menerapkan aturan kewarganegaraan yang lebih ketat melalui keturunan, kelahiran terbatas, dan naturalisasi. Selain itu, ditemukan bahwa Farist yang lahir di Malaysia tetap diakui sebagai Warga Negara Indonesia karena status orang tua dan kelengkapan dokumen resmi. Perbedaan sistem kewarganegaraan kedua negara juga berdampak pada proses adaptasi sosial, namun tidak menimbulkan permasalahan hukum maupun diskriminasi dalam kehidupannya di Indonesia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perbedaan utama terletak pada tingkat fleksibilitas dan mekanisme pengakuan kewarganegaraan di masing-masing negara.
Analisis Kasus Pelanggaran HAM Terhadap Kekerasan Anak Disabilitas di Daycare Marpoyan Damai Pekanbaru Celomita Austin Abigael M; Fitriany; Gita Engriani Sianipar; Hambali; Jely Duwita Sari; Noval Bayu Ardani; Nurul Hidayah; Reditya Ramadhani; Titin Loloate Lingga
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7290

Abstract

Penelitian ini membahas kasus pelanggaran hak asasi manusia terhadap anak disabilitas di Daycare Marpoyan Damai Pekanbaru. Penelitian bertujuan untuk menganalisis kronologi terjadinya kekerasan, mengidentifikasi bentuk-bentuk pelanggaran HAM yang terjadi, serta mengkaji upaya dan solusi dalam mencegah terulangnya kasus serupa. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara, studi dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korban berinisial F, seorang anak disabilitas berusia 4 tahun, mengalami tindakan kekerasan berupa pengikatan di kursi baby care, pelakbanan mulut, serta pengabaian kebutuhan dasar oleh pengasuh daycare berinisial WF. Tindakan tersebut dilakukan karena pelaku tidak mampu mengendalikan emosi terhadap perilaku korban yang aktif dan sulit diam akibat kondisi disabilitas yang dimilikinya. Kasus ini merupakan bentuk pelanggaran terhadap Pasal 76C jo Pasal 80 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak serta bertentangan dengan prinsip hak asasi manusia dalam Pasal 28G ayat (2) UUD 1945. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perlindungan terhadap anak disabilitas memerlukan pengawasan lembaga pengasuhan yang lebih ketat, peningkatan kompetensi pengasuh, penegakan hukum yang tegas, serta keterlibatan aktif keluarga dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan pengasuhan yang aman dan inklusif.