This Author published in this journals
All Journal Jurnal KACA
Jaka Ghianovan
Institut Daarul Qur'an Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kecerdasan Emosional Perempuan dalam Kisah Maryam: Analisis QS. Maryam Ayat 23–26 dalam Tafsir Al-Tahrir Wa Al-Tanwir Rahmania Azahra; Ida Kurnia Shofa; Jaka Ghianovan
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 16 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v16i1.1424

Abstract

Penelitian ini membahas kecerdasan emosional perempuan yang terdapat dalam kisah Maryam pada QS. Maryam ayat 23–26, dengan menggunakan perspektif Al-Tahrir wa Al-Tanwir karya Muhammad al-Tahir Ibn Ashur. Fokus dari penelitian ini adalah pentingnya kecerdasan emosional bagi kehidupan perempuan modern yang sering kali menghadapi berbagai tekanan sosial, psikologis, dan emosional. Al-Qur’an melalui kisah Maryam menggambarkan pengelolaan emosi, keteguhan hati, serta bentuk ketahanan diri ketika menghadapi ujian dalam hidup. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi bentuk kecerdasan emosional perempuan dalam QS. Maryam ayat 23–26 dan menganalisis penafsiran Ibn ‘Asyur terhadap ayat-ayat tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu’i). Sumber utama dari penelitian ini adalah kitab Al-Tahrir wa Al-Tanwir, sedangkan sumber pendukungnya meliputi buku, jurnal, dan literatur lain yang berhubungan dengan kecerdasan emosional dan tafsir Al-Qu’ran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kisah Maryam dalam QS. Maryam ayat 23–26 mengandung nilai-nilai kecerdasan emosional, seperti kesadaran emosi (self-awareness), pengendalian diri (self-regulation), ketahanan mental (emotional resilience), dan sikap tawakal kepada Allah. Dalam penafsiran Ibn ‘Asyur, kondisi emosional Maryam dipahami sebagai bentuk tekanan psikologis dan sosial yang tetap dihadapi dengan keteguhan iman serta kepasrahan kepada Allah Swt. Nilai-nilai tersebut relevan dengan kehidupan perempuan masa kini dalam menghadapi berbagai tekanan emosional secara bijaksana dan spiritual.