Ferawati Ferawati
Universitas Nggusuwaru

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementasi LKPD IPA Terintegrasi Pembelajaran Berbasis Proyek Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Ferawati Ferawati
Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar dan Menengah  Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar dan Menengah (JIPDASMEN)
Publisher : Yayasan Assyifa Assyaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71301/jipdasmen.v3i1.214

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) IPA terintegrasi pembelajaran berbasis proyek dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain pretest–posttest control group. Subjek penelitian terdiri atas 60 siswa SMP 15 Kota Bima yang dibagi menjadi kelas eksperimen (30 siswa) dan kelas kontrol (30 siswa). Instrumen penelitian berupa tes kemampuan berpikir kritis, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, dan angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor berpikir kritis siswa kelas eksperimen meningkat dari 56,40 pada pretest menjadi 82,30 pada posttest, dengan nilai N-Gain sebesar 0,59 (kategori sedang–tinggi). Sementara itu, kelas kontrol mengalami peningkatan dari 55,90 menjadi 68,10 dengan N-Gain sebesar 0,28 (kategori rendah). Uji independent sample t-test menunjukkan terdapat perbedaan signifikan kemampuan berpikir kritis antara kelas eksperimen dan kelas kontrol (p < 0,05). Keterlaksanaan pembelajaran mencapai persentase 92% (sangat baik), dan respon siswa terhadap penggunaan LKPD berbasis proyek sebesar 89% (sangat positif). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa implementasi LKPD IPA terintegrasi Pembelajaran Berbasis Proyek efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
Penguatan Peran Masyarakat dalam Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Bima Ferawati Ferawati; Irma Rubianti Irma
Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (JP3M)
Publisher : Yayasan Assyifa Assyaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71301/jp3m.v3i1.207

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Karakteristik wilayah dengan iklim tropis, curah hujan yang tinggi, kepadatan permukiman, serta perilaku masyarakat yang belum optimal dalam pengelolaan lingkungan menjadi faktor utama tingginya risiko penularan DBD. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik masyarakat dalam pencegahan DBD melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, pelatihan dan demonstrasi PSN, pembentukan dan penguatan kader juru pemantau jentik (jumantik), serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan PSN, serta meningkatnya peran kader jumantik dalam pemantauan jentik secara berkala. Kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap penurunan risiko penularan DBD secara berkelanjutan di Kota Bima.
Strategi Pembelajaran Reading, Question and Answering (RQA) Untuk Meningkatkan Literasi Sains Mahasiswa: - Ferawati Ferawati
Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar dan Menengah  Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar dan Menengah (JIPDASMEN)
Publisher : Yayasan Assyifa Assyaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71301/jipdasmen.v3i2.275

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi sains mahasiswa melalui penerapan strategi pembelajaran Reading, Questioning, and Answering (RQA). Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi. Instrumen penelitian berupa tes literasi sains, lembar observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif, sedangkan peningkatan kemampuan literasi sains dianalisis menggunakan N-Gain Score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi RQA mampu meningkatkan literasi sains mahasiswa pada setiap siklus. Pada siklus I, rata-rata nilai pretest sebesar 56,2 meningkat menjadi 71,4 pada posttest, dengan N-Gain sebesar 0,35 yang termasuk kategori sedang. Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran, pada siklus II rata-rata nilai pretest sebesar 71,4 meningkat menjadi 84,3 pada posttest, dengan N-Gain sebesar 0,45 yang juga berada pada kategori sedang. Hasil tersebut menunjukkan bahwa strategi pembelajaran Reading, Questioning, and Answering (RQA) efektif dalam meningkatkan literasi sains mahasiswa melalui aktivitas membaca, menyusun pertanyaan, dan menjawab berdasarkan bukti ilmiah.
Penguatan Kemampuan Komunikasi Ilmiah Melalui Pendampingan Pembelajaran Kolaboratif Pada Siswa SMA: - Ferawati Ferawati
Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (JP3M)
Publisher : Yayasan Assyifa Assyaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71301/jp3m.v3i2.277

Abstract

Kemampuan komunikasi ilmiah merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki siswa untuk mendukung pembelajaran abad ke-21. Namun, masih banyak siswa yang kurang percaya diri dalam menyampaikan pendapat, mempresentasikan hasil diskusi, dan memberikan tanggapan secara ilmiah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kemampuan komunikasi ilmiah siswa SMA melalui pendampingan pembelajaran kolaboratif. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi dengan sekolah, penyampaian materi tentang komunikasi ilmiah, pendampingan diskusi kelompok, presentasi hasil diskusi, sesi tanya jawab, pemberian umpan balik, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa lebih aktif dalam berdiskusi, lebih percaya diri saat mempresentasikan hasil kerja kelompok, mampu menyampaikan pendapat secara sistematis, serta lebih berani memberikan pertanyaan dan tanggapan. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan kerja sama antarsiswa dan menciptakan suasana pembelajaran yang lebih interaktif. Dengan demikian, pendampingan pembelajaran kolaboratif dapat menjadi alternatif yang efektif dalam memperkuat kemampuan komunikasi ilmiah siswa SMA.