Moch Arifin
Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Status Kesuburan Tanah Sebagai Rekomendasi Perbaikan Lahan Pada Berbagai Tingkat Kemiringan Lereng di Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang Anggoro Bayu Aji; Maroeto Maroeto; Moch Arifin
Agroteknika Vol 7 No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v7i1.236

Abstract

Kecamatan Wonosalam memiliki lahan budidaya yang telah diolah secara intensif secara turun temurun. Penggunaan lahan yang bervariatif di Wonosalam, memungkinkan terjadinya penurunan kesuburan tanah. Kesuburan suatu tanah selain dipengaruhi oleh sifat-sifat tanah, dipengaruhi juga oleh kemiringan lereng. Penurunan status kesuburan tanah di Kecamatan Wonosalam diperlukan kajian status kesuburan tanah untuk memberikan upaya rekomendasi perbaikan lahan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan status kesuburan tanah di Kecamatan Wonosalam untuk mengetahui faktor pembatas kesuburan tanah. Penelitian dilaksanakan dengan metode survei pada waktu pengambilan titik sampling dan metode uji tanah. Terdapat 12 titik sampling dari overlay peta penggunaan lahan, peta kemiringan lereng dan peta jenis tanah. Sifat-sifat kimia tanah yang ditetapkan yaitu Kapasitas Tukar Kation dan Kejenuhan Basa, kadar Fosfor total dan Kalium total, kadar Carbon Organik. Hasil data yang diperoleh kemudian dicocokkan dengan kriteria status kesuburan tanah untuk menentukan status kesuburan tanah dan faktor yang membatasi status kesuburan tanah di Kecamatan Wonosalam. Hasil penelitian menunjukan bahwa di Kecamatan Wonosalam hampir keseluruhan satuan lahan mempunyai kriteria status kesuburan rendah kecuali pada satuan lahan Hutan Kemiringan 8-15% dan Tegalan Kemiringan 8-15% mampunyai kriteria status kesuburan sedang. Faktor pembatas status kesuburan tanah di Kecamatan Wonosalam Kejenuhan Basa, Carbon Organik dan Kalium Total dengan Upaya perbaikan lahan pemberian kapur dolomite, pupuk kandang dan pupuk Kalium.
Bioaccumulation of Water Spinach (Ipomoea reptans Poir) in Phytoremediation of Heavy Metal Cu in Soil Contaminated by Lapindo Mud and Its Impact on Plant Growth Zulfahnur Abi Abdillah; Purwadi; Moch Arifin
JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA) Vol. 8 No. 1 January 2026
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KUANTAN SINGINGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/juatika.v8i1.4820

Abstract

Lapindo mud (LL) contains various heavy metals, including copper (Cu), with concentrations exceeding environmental quality standards, thereby posing a risk of soil and ecosystem contamination. One effective method to mitigate this pollution is phytoremediation using hyperaccumulator plants. This study aims to (1) assess the effect of mixing Lapindo mud with soil on Cu levels in the planting medium and (2) determine the optimal planting medium composition for Cu uptake by land spinach (Ipomoea reptans Poir). The experiment involved four planting medium treatments: 100% mud, soil:mud = 1:1, soil:mud = 1:2, and soil:mud = 1:3, each weighing 600 grams per polybag. Plants were harvested at 10 and 20 days after planting, and Cu levels in the soil and plants, bioaccumulation, and growth parameters such as plant height and dry weight were analyzed. Data were subjected to ANOVA at a 5% significance level, followed by the Least Significant Difference (LSD) test. Results indicated that mixing Lapindo mud with soil reduced Cu content in the planting medium, with the lowest Cu concentration in the 1:1 soil:mud treatment (25 ppm) and the highest in the 1:3 treatment (29 ppm). The 1:1 treatment also resulted in the highest Cu uptake (10.17 ppm) and a bioaccumulation index of 0.40, identifying it as the most effective composition for Cu phytoremediation. These findings highlight the potential of land spinach as a phytoremediator to reduce Cu pollution in soils contaminated with Lapindo mud.