Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Kemiskinan Terhadap Ketimpangan Pendapatan di Indonesia pada Tahun 2023 Suci Frisnoiry; Icha Elisyah Putri; Nur Indah Sari; Cindy Regina Ajeng Kartio Sinaga
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 3 No. 5: Juli 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v3i5.3799

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh secara langsung maupun tidak langsung jumlah kemiskinan di Indonesia pada Tahun 2023 terhadap Ketimpangan Pendapatan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Kemiskinan pada dasarnya adalah kondisi Dimana seseorang atau penduduk tidak dapat memenuhi kebutahan sehari-hari mereka.akibat dari kemiskinan maka kesejahteraan penduduk sangat sukar untuk dicapai (Kembaren 2021). Adapun masalah kemiskinan merupakan salah satu masalah utama dalam Pembangunan ekonomi. Pembangunan ekonomi pada hakikatnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan Masyarakat. Untuk mencapai tujuan Pembangunan ekonomi perlu adanya pertumbuhan ekonomi yang meningkat dan distribusi pendapatan yang merata.
Development of a Cooking Class Learning Model to Stimulate Fine Motor Skills in Early Childhood Education Nur Indah Sari
International Journal of Science and Society (IJSS) Vol. 2 No. 1 (2026): June
Publisher : Marasofi International Media and Publishing (MIMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64123/ijss.v2.i1.2

Abstract

Fine motor skill development is an important aspect of early childhood education because it supports children’s readiness for learning and daily independence. However, many early childhood learning activities are still dominated by conventional approaches that provide limited opportunities for hands-on experiences. This study aimed to develop and implement a Cooking Class Learning Model to stimulate fine motor skills among children aged 5–6 years. The study employed a quantitative approach using a pre-experimental design conducted at RA Baitul Ibadah, Binjai Barat District, involving 40 children divided into experimental and control classes. Data were collected through observation sheets, pretest-posttest assessments, documentation, and analyzed using descriptive statistics, N-Gain analysis, normality tests, homogeneity tests, and independent sample t-tests. The results showed that the experimental class achieved a higher posttest mean score (37.55) compared to the control class (26.75). The average N-Gain score of the experimental class reached 66.35%, while the control class obtained 29.16%. Hypothesis testing also indicated a significant difference between both groups with a significance value of 0.000 < 0.05. These findings indicate that the Cooking Class Learning Model effectively improves children’s fine motor skills through practical and child-centered learning experiences. Therefore, this model is recommended as an innovative learning approach for early childhood education institutions to support active and experiential learning environments. 
Perbedaan Perkembangan Motorik Halus Melalui Pembelajaran Cooking Class pada Anak Usia Dini 5–6 Tahun di RA Baitul Ibadah Kecamatan Binjai Barat Nur Indah Sari; Roni Sinaga
Jurnal Kajian dan Inovasi Ilmu (JKII) Vol. 2 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Marasofi International Media and Publishing (MIMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64123/jkii.v2.i1.1

Abstract

Perkembangan motorik halus merupakan salah satu aspek penting dalam pendidikan anak usia dini karena berperan dalam menunjang kesiapan anak melakukan berbagai aktivitas akademik dan kehidupan sehari-hari. Namun, praktik pembelajaran di satuan PAUD masih banyak didominasi metode konvensional yang kurang memberikan kesempatan kepada anak untuk terlibat secara aktif dalam aktivitas manipulatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran Cooking Class terhadap peningkatan perkembangan motorik halus anak usia 5–6 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen dengan desain pre-eksperimental Two-Group Pretest–Posttest Design. Subjek penelitian terdiri atas 40 anak kelompok B di RA Baitul Ibadah Kecamatan Binjai Barat, yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen diberikan perlakuan pembelajaran Cooking Class, sedangkan kelas kontrol menggunakan metode pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes motorik halus yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data dilakukan menggunakan perhitungan N-Gain, uji normalitas, uji homogenitas, dan Independent Sample T-test dengan bantuan SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 66,35% dengan kategori cukup efektif, sedangkan kelas kontrol hanya mencapai 29,16% dengan kategori tidak efektif. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, yang menandakan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Peningkatan motorik halus paling dominan terlihat pada aspek koordinasi mata–tangan, diikuti oleh kekuatan dan fleksibilitas jari. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Cooking Class efektif dalam meningkatkan perkembangan motorik halus anak usia dini. Metode ini direkomendasikan sebagai alternatif pembelajaran kontekstual yang menyenangkan, bermakna, dan sesuai dengan karakteristik belajar anak usia dini.
Implementasi Cooking Class dalam Meningkatkan Motorik Halus Anak Usia Dini serta Implikasinya terhadap Perlindungan Anak di Lingkungan Sekolah Nur Indah Sari; Rahmawati Jamil Hasibuan
Jurnal Kajian dan Inovasi Ilmu (JKII) Vol. 2 No. 2 (2026): November
Publisher : Marasofi International Media and Publishing (MIMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64123/jkii.v2.i2.1

Abstract

Perkembangan motorik halus merupakan aspek penting dalam tumbuh kembang anak usia dini yang mendukung berbagai aktivitas belajar. Pembelajaran berbasis pengalaman seperti Cooking Class diyakini mampu memberikan stimulasi motorik sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman bagi anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Cooking Class dalam meningkatkan koordinasi mata–tangan, kekuatan jari, dan fleksibilitas gerak anak usia dini serta implikasinya terhadap perlindungan anak di lingkungan sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experimental design pada anak usia 5–6 tahun di RA Baitul Ibadah Kecamatan Binjai Barat. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi perkembangan motorik halus dan dianalisis secara deskriptif dengan didukung perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cooking Class meningkatkan seluruh indikator motorik halus, dengan peningkatan tertinggi pada koordinasi mata–tangan. Selain itu, penerapan kegiatan yang terstruktur, penggunaan alat dan bahan yang aman, serta pendampingan guru selama proses pembelajaran mendukung terciptanya lingkungan belajar yang selaras dengan prinsip perlindungan anak. Dengan demikian, Cooking Class dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan motorik halus sekaligus memperkuat praktik pembelajaran yang aman di satuan Pendidikan Anak Usia Dini.
Effectiveness Analysis of Cooking Class Learning on Early Childhood Fine Motor Development Based on N-Gain Scores Nur Indah Sari
Multicore International Journal of Multidisciplinary (MIJM) Vol. 2 No. 2 (2026): November
Publisher : Marasofi International Media and Publishing (MIMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64123/mijm.v2.i2.1

Abstract

Fine motor development is an essential aspect of early childhood education because it supports children’s readiness for writing, drawing, and other daily learning activities. However, learning activities in many early childhood education institutions are still dominated by conventional approaches that provide limited opportunities for children to engage in direct and meaningful experiences. This study aimed to analyze the effectiveness of cooking class learning on early childhood fine motor development based on N-Gain scores at RA Baitul Ibadah. The study employed a quantitative approach using a quasi-experimental design involving 40 children aged 5–6 years divided into experimental and control classes. Data were collected through observation sheets, pretest-posttest assessments, and documentation, then analyzed using descriptive statistics, N-Gain analysis, normality tests, homogeneity tests, and independent sample t-tests. The results showed that the experimental class achieved a higher posttest mean score (37.55) compared to the control class (26.75). The average N-Gain score in the experimental class reached 66.35%, while the control class obtained 29.16%. Hypothesis testing indicated a significant difference between both classes with a significance value of 0.000 < 0.05. These findings indicate that cooking class learning effectively improves children’s fine motor development through hands-on learning experiences. Therefore, cooking class activities are recommended as innovative and child-centered learning strategies in early childhood education.
Individual Learning Gains and Practical Effect of Cooking Class-Based Learning on Fine Motor Development in Early Childhood Nur Indah Sari; Rahmawati Jamil Hasibuan
International Journal of Science and Society (IJSS) Vol. 2 No. 2 (2026): December
Publisher : Marasofi International Media and Publishing (MIMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64123/ijss.v2.i2.2

Abstract

Fine motor development in early childhood requires meaningful, hands-on, and developmentally appropriate learning experiences. Cooking activities provide children with opportunities to perform coordinated hand and finger movements while engaging in contextual learning. However, group average scores alone may not fully describe how individual children respond to a learning intervention. This study aimed to analyze individual learning gains and the practical effect of cooking class-based learning on fine motor development among children aged 5–6 years. A quantitative quasi-experimental approach with a pretest-posttest control group was employed involving 40 children at RA Baitul Ibadah, Binjai Barat, consisting of 20 children in an experimental group and 20 children in a control group. Data were collected using an observation instrument assessing children's fine motor performance and analyzed using absolute learning gain, normalized gain, standardized effect size, and probability of superiority. The experimental group increased from a mean pretest score of 23.80 to a posttest score of 37.55, producing a mean gain of 13.75 points. The control group increased from 19.30 to 26.75, producing a mean gain of 7.45 points. The difference in mean gain between groups was 6.30 points. The standardized effect size was approximately 1.68 based on Hedges' g, indicating a large practical effect. Furthermore, 90% of children in the experimental group achieved at least a moderate normalized gain, compared with 45% in the control group. These findings indicate that structured cooking class activities provide a substantial practical advantage for fine motor development. Cooking activities can therefore be integrated into early childhood learning as an experiential strategy for stimulating children's fine motor abilities while maintaining appropriate safety supervision.