Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh produksi perikanan tangkap, nilai ekspor perikanan, dan jumlah nelayan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada sepuluh provinsi utama maritim Indonesia, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara besarnya potensi sumber daya kelautan Indonesia dengan kontribusi sektor perikanan terhadap perekonomian daerah yang masih bervariasi antarprovinsi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berbentuk data panel yang mencakup sepuluh provinsi maritim selama periode 2019–2024. Data diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel dengan pemilihan model terbaik melalui uji Chow, uji Hausman, dan uji Lagrange Multiplier, serta didukung oleh uji asumsi klasik dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model terbaik yang digunakan adalah Fixed Effect Model (FEM). Secara parsial, produksi perikanan tangkap tidak berpengaruh signifikan terhadap PDRB, sedangkan nilai ekspor perikanan dan jumlah nelayan berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB. Secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap PDRB. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kinerja ekspor perikanan dan penguatan kapasitas tenaga kerja nelayan memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di wilayah maritim Indonesia. Sementara itu, peningkatan volume produksi perikanan tangkap perlu diiringi dengan pengembangan industri pengolahan, peningkatan nilai tambah, dan penguatan rantai distribusi agar dapat memberikan kontribusi ekonomi yang lebih optimal terhadap PDRB.