Diabetes dan obesitas merupakan masalah kesehatan global yang berkaitan dengan tingginya konsumsi gula serta rendahnya asupan serat. Pemanfaatan tepung kulit pisang kepok sebagai sumber serat dan stevia sebagai pemanis rendah kalori berpotensi menghasilkan produk cookies yang lebih sehat. Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan serat pangan, gula total, dan daya terima cookies dengan substitusi penuh tepung kulit pisang kepok serta variasi konsentrasi stevia. Penelitian menggunakan desain eksperimental Rancangan Acak Lengkap nonfaktorial yang terdiri atas empat formulasi, yaitu F0 (kontrol), F1 (stevia 0,5%), F2 (1,0%), dan F3 (1,5%). Uji daya terima dilakukan terhadap 50 panelis tidak terlatih menggunakan uji hedonik lima skala, kemudian dianalisis dengan Kruskal–Wallis dan Mann–Whitney. Analisis serat pangan dan gula total dilakukan pada formula terbaik (F1) dan kontrol (F0) menggunakan metode enzimatik gravimetri dan spektrofotometri. Hasil menunjukkan perbedaan nyata pada aroma, rasa, aftertaste, dan keseluruhan (p<0,05), sedangkan warna dan tekstur tidak berbeda nyata (p>0,05). F1 terpilih sebagai formula terbaik dengan skor keseluruhan 3,64. Kandungan serat pangan F1 (7,73 g/100 g) lebih tinggi daripada F0 (4,81 g/100 g), sedangkan gula total F1 (2,19 g/100 g) lebih rendah daripada F0 (18,86 g/100 g). Meskipun secara statistik tidak berbeda nyata (p>0,05), F1 memiliki serat lebih tinggi dan gula lebih rendah dibandingkan kontrol, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai alternatif cookies fungsional berbasis limbah lokal untuk mendukung pencegahan penyakit metabolik serta memenuhi kriteria klaim tinggi serat dan rendah gula