p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal TAMPIASIH
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keragaman Pemanfaatan Tumbuhan sebagai bahan pangan alternatif di Desa Labulia Kecamatan Jonggat Lombok Tengah: Keragaman Pemanfaatan Tumbuhan sebagai bahan pangan alternatif di Desa Labulia Kecamatan Jonggat Lombok Tengah Lalu Amrullah; Affan Gaffar; Ziana Warsani; Soufa Malita; Rahayu Safitri Rahman
JURNAL TAMPIASIH Vol. 2 No. 2 (2024): Juli
Publisher : LPPM, Institut Teknologi dan Kesehatan Aspirasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan pangan umat manusia sudah mualai dilakuakn sejak lama, karan tumbuhan merupakan salah satu elemen penting dan utama yang dibutuhkan oleh semua makhluk hidup sebagai sumber pangan yang dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari.Jenis tumbuhan yang dimanfaatkan memiliki keragaman antar daerah yang berbeda.Oleh karna itu dilakuakn penelitian untuk mengtahui jenis tumbuhan apa yang di manfaatkan oleh masarakat desa Labulia. Metode yang digunakan adalah deskriptif eksploratif yaitu Pengumpulan data dilakukan dengn wawancara mendalam, observasi partisipatif, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menujukan lima spesies yang umum di gunakan oleh masarakat dalam kehidupan sehari hari adalah : Talas (C. esculenta), Ubi jalar (Ipomoea),Ubi Kayu (M. esculenta),Jagung (zea mays), Pisang (Musa spp).
Potensi Antikanker Rimpang Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb.) Yuliatin Hasfiani; Rahayu Safitri Rahman; Ziana Warsani
JURNAL TAMPIASIH Vol. 3 No. 1 (2024): Desember
Publisher : LPPM, Institut Teknologi dan Kesehatan Aspirasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Kanker menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia. Database GLOBACON 2020 melaporkan kasus kanker terjadi lebih dari 19,3 juta dengan angka kematian hampir 10 juta jiwa. Pengobatan kanker umumnya menggunakan radioterapi, pembedahan, dan kemoterapi yang memiliki efek samping berbahaya seperti resistensi obat. Adanya komponen bioaktif khususnya pada tumbuhan menjadi alternatif solusi sebagai agen antikanker yang lebih aman. Rimpang temulawak memiliki senyawa bioaktif seperti xanthorrhizol dan kurkumin yang memiliki efektivitas sebagai antikanker. Studi literatur ini dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai temuan-temuan tentang kandungan senyawa bioaktif pada temulawak serta mekanisme seluler yang berkaitan dengan antivitasnya sebagai antikanker. Metode: Metode yang digunakan adalah literature review secara sistematis dan meta analisis menggunakan database Google Scholar dan Science Direct. Literatur diperoleh dengan kata kunci “Curcuma xanthorrhiza as anticancer, bioactive compound of Curcuma xanthorrhiza, Javanese turmeric as functional food”. Literatur yang diperoleh dikumpulkan, diseleksi, dan dirangkum berdasarkan tujuan artikel ini. Hasil: Hasil studi literatur menunjukkan temulawak memiliki aktivitas pencegahan dan terapi terhadap berbagai jenis kanker termasuk kanker payudara, tenggorokan, mulut dan esofagus, usus besar, dan hati. Studi secara in vitro dan in vivo menunjukkan senyawa-senyawa bioaktif temulawak menargetkan sitokin proinflamasi, protein apoptosis sel, dan penghentian siklus sel. Kesimpulan: Studi literatur ini difokuskan pada temuan terbaru terkait potensi antikanker pada temulawak berdasarkan studi in vitro dan in vivo. Kata Kunci: Kanker, antikanker, temulawak, senyawa bioaktif.