Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Potret Penggunaan Bahasa di Kantor Palang Merah Indonesia Jakarta Selatan: Kajian Lanskap Linguistik Hilda Hilaliyah; Chadis Chadis; Ahmad Muzaki; Aditya Rahman
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.3762

Abstract

Lanskap Linguistik (LL) telah menjadi bidang penelitian yang cukup dinamis. Semua kajiannya berfokus pada pemakaian bahasa di ruang publik. Hal tersebut tidak terkecuali sebuah kantor pemerintahan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan penggunaan bahasa Indonesia dalam lanskap linguistik di Kantor Palang Merah Indonesia Jakarta Selatan (KPMIJS). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data berupa gambar visual dikumpulkan dengan cara dipotret dan didokumentasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; Pertama, bahwa monolingual berbahasa Indonesia sebanyak 47%, merupakan situasi kebahasaan yang dominan ditemukan pada penggunaan bahasa di KPMIJS, disusul oleh monolinguistik Bahasa Inggris sebanyak 35%, dan bilingualistik bahasa Indonesia dan bahasa Inggris hanya 18%. Kedua, bentuk bahasa yang paling banyak digunakan adalah kata sebesar 34%, kalimat sebesar 34%, disusul oleh frasa yaitu 24%, dan wacana yaitu 8%. Ketiga, kesalahan penggunaan bahasa kerap ditemukan di area publik. Bentuk kesalahan berbahasa bahasa di KPMIJS dikarenakan salah tik (typo), penggunaan kata tidak baku, dan beberapa kesalahan berbahasa lainnya. Keempat, KPMIJS masih-masing bahasa memiliki fungsi, salah satu yang terbanyak adalah berfungsi sebagai pemberi petunjuk sebanyak 50%. Hal ini karena ada banyak sekat dan ruang di PMI olehnya petunjuk tertulis sangat dibutuhkan, terutama bila tidak ada orang untuk bertanya sesuatu, karenanya petunjuk lokasi, petunjuk tempat, petunjuk ruangan sangat penting. Selain itu, fungsi bahasa sebagai sumber informasi dan imbauan turut menghiasi di KPMIJS. Hal ini karena pengunjung yang datang ke KPMIJS, baik untuk mendonorkan darah maupun mencari darah sangat membutuhkan informasi, misal di mana harus mendaftar, bertanya (posko pengaduan), dan sebagainya. Selanjutnya, fungsi bahasa imbauan biasanya berisi perintah atau larangan kepada pengunjung.
Implementasi Penggunaan Kata Baku di TBM TPQ Al-Hidayah Kota Depok Ahmad Muzaki; Hilda Hilaliyah; Chadis Chadis; Lulu' Ur Rohmah; Manzila Aulia Ramadhanti
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i3.1909

Abstract

Pemahaman murid-murid TBM TPQ Al-Hidayah terkait kata baku masih minim dan acapkali mereka menggunakan bahasa Betawi di situasi formal. Hal ini dikhawatirkan akan mengurangi pemahaman dalam penggunaan bahasa yang baik dan benar. Oleh sebab itu, tim pengabdiam masyarakat melakukan sosialisasi terkait kata baku dengan metode pelaksanaannya berupa metode ceramah plus yang dipadukan dengan diskusi, tanya-jawab, dan praktik penggunaan kata baku di TBM TPQ Al-Hidayah Kelurahan Meruyung Kecamatan Limo Kota Depok. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah siswa dapat menerapkan kata baku dalam komunikasi sehari-hari, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan. Mereka menjadi lebih percaya diri saat berbicara di depan umum, menulis, dan berinteraksi di lingkungan sosialnya karena telah memiliki bekal pengetahuan tentang kaidah berbahasa Indonesia yang sesuai. Selain itu, program ini juga membantu membentuk kebiasaan positif dalam berbahasa sejak dini yang sangat penting untuk mendukung pembelajaran formal mereka di kemudian hari. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memberikan manfaat praktis yang langsung dirasakan oleh peserta.