Alkuinus Ison Babo
Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Malang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DIALOG INTERRELIGIUS MENURUT REDEMPTORIS MISSIO ARTIKEL 55-57 DAN SUMBANGANNYA BAGI PRAKSIS HIDUP BERAGAMA UMAT KATOLIK DI INDONESIA Alkuinus Ison Babo; Antonius Denny Firmanto
Jurnal Reinha Vol 15 No 1 (2024)
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/ejr.v15i1.320

Abstract

Fokus studi ini adalah mengkaji terkait dengan dialog interreligius dalam Redemptoris Missio artikel 55-57 dan sumbangannya bagi praksis hidup beragama umat Katolik di Indonesia. Bahwasanya, bangsa Indonesia merupakan salah satu bangsa yang memiliki kekayaan baik dari suku, bahasa, kesenian dan agama yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Fakta empiris tersebut mengingatkan sekaligus menggarisbawahi bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang heterogen. Kekhasan studi ini adalah tema dialog interreligius dalam ensiklik Redemptoris Missio artikel 55-57 yang dikeluarkan oleh Paus Yohanes Paulus II dibawa masuk dan dibaca dalam konteks hidup beragama di Indonesia. Studi ini menemukan bahwa upaya membangun dialog interreligius yang otentik itu ketika orang mampu menghidupi agamanya sesuai dengan karakter dan kebudayaan orang Indonesia yang ramah, peduli, dan bersaudara. Dialog interreligius membuka ruang bagi setiap agama untuk mendialogkan kekhasan dari setiap ajaran dan tradisi. Melalui dialog interreligius setiap orang disadarkan bahwa perbedaan dari setiap agama merupakan suatu keindahan yang patut dirayakan dan dilestarikan. Studi ini menggunakan metode kualitatif yaitu dengan pendekatan library research.
DIALOG INTERRELIGIUS MENURUT REDEMPTORIS MISSIO ARTIKEL 55-57 DAN SUMBANGANNYA BAGI PRAKSIS HIDUP BERAGAMA UMAT KATOLIK DI INDONESIA Alkuinus Ison Babo; Antonius Denny Firmanto
Jurnal Reinha Vol 15 No 1 (2024)
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/ejr.v15i1.320

Abstract

Fokus studi ini adalah mengkaji terkait dengan dialog interreligius dalam Redemptoris Missio artikel 55-57 dan sumbangannya bagi praksis hidup beragama umat Katolik di Indonesia. Bahwasanya, bangsa Indonesia merupakan salah satu bangsa yang memiliki kekayaan baik dari suku, bahasa, kesenian dan agama yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Fakta empiris tersebut mengingatkan sekaligus menggarisbawahi bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang heterogen. Kekhasan studi ini adalah tema dialog interreligius dalam ensiklik Redemptoris Missio artikel 55-57 yang dikeluarkan oleh Paus Yohanes Paulus II dibawa masuk dan dibaca dalam konteks hidup beragama di Indonesia. Studi ini menemukan bahwa upaya membangun dialog interreligius yang otentik itu ketika orang mampu menghidupi agamanya sesuai dengan karakter dan kebudayaan orang Indonesia yang ramah, peduli, dan bersaudara. Dialog interreligius membuka ruang bagi setiap agama untuk mendialogkan kekhasan dari setiap ajaran dan tradisi. Melalui dialog interreligius setiap orang disadarkan bahwa perbedaan dari setiap agama merupakan suatu keindahan yang patut dirayakan dan dilestarikan. Studi ini menggunakan metode kualitatif yaitu dengan pendekatan library research.
Tradisi Kawin Tangkap Adat Sumba: Tinjauan Kritis dalam Perspektif Kitab Hukum Kanonik Kanon 1089 Cosmas Buru; Alkuinus Ison Babo; Yohanes Endi
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 4 No. 9 (2024): September
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v4i9.2472

Abstract

Fokus penelitian ini adalah mengkaji perkawinan Katolik berdasarkan Kitab Hukum Kanonik (Kanon 1089) terhadap kawin tangkap dalam tradisi Sumba. Praktik kawin tangkap dewasa ini mengalami penyempitan makna yang berujung pada penculikan perempuan dengan maksud untuk dinikahi. Kawin tangkap kerap kali dibaluti dengan aneka bentuk kekerasan seperti intimidasi, manipulasi, eksploitasi, dan mengabaikan kebebasan perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk memberi pemahaman baru bahwa praktik kawin tangkap secara paksa digolongkan sebagai halangan nikah sebagaimana tertera dalam Kitab Hukum Kanonik (Kan. 1089). Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah studi kepustakaan (library research). Temuan dari penelitian ini adalah kesepakatan antara suami-istri yang dilandasi cinta kasih dalam perkawinan Gereja Katolik merupakan salah satu unsur fundamental yang menentukan sahnya sebuah perkawinan. Melalui terang Kitab Hukum Kanonik, Gereja membantu kedua mempelai yang hendak dinikahkan mengikuti prosedur penyelidikan kanonik sehingga keduanya mendapat status yang jelas dan pada akhirnya dapat mengikrarkan janji perkawinan mereka di hadapan Allah dan Gereja.