Cosmas Buru
Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Malang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SEJARAH AGAMA KATOLIK MASA RENAISSANCE DAN REVOLUSI PRANCIS: SUATU REFLEKSI FILOSOFIS PERGULATAN IMAN MELAWAN NALAR Cosmas Buru; Yohanes Wilson Bei Lena Meo
Jurnal Reinha Vol 15 No 1 (2024)
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/ejr.v15i1.285

Abstract

Fokus tulisan mengali sejarah perkembangan Gereja zaman renaisance dan revolusi Prancis. Kedua periode tersebut dikenal zaman pencerahan, abad pencarian kodrat manusia. Masa agama kekristenan mengalami tantangan hebat karena arogansi zaman yang sangat mendewakan akal budi manusia. Mendorong kebebasan berpikir, merupakan cikal bakal lahirnya sekularisasi. Artikel ini bertujuan untuk embuka pencerahan cakrawala ilmu pengetahuan dalam terang iman. Penulis menggunakan metode kualitatif berupa pengumpulan data, studi literatur, literatur review. Temuan artikel ini bahwa antara iman dan akal budi, tidak berbeda haluan namun saling berhubungan. Iman dan akal budi tidak hanya sepasang sayap namun sangat penting bagi satu dengan yang lain. Iman tanpa akal budi, ia beragumen, akan menjurus pada takhayul. Akal budi tanpa iman akan mengarah pada paham nihilisme dan relativisme. Kekhasan tulisan ini iman Katolik mengalami perkembangan hebat, melakukan pembaharuan signifikan setelah mengalami situasi sulit. Sumbangan tulisan ini menyoroti implikasi luas pertalian ratio-iman dalam pembaharuan hidup konkret komunitas-komunitas beriman umat manusia.
SEJARAH AGAMA KATOLIK MASA RENAISSANCE DAN REVOLUSI PRANCIS: SUATU REFLEKSI FILOSOFIS PERGULATAN IMAN MELAWAN NALAR Cosmas Buru; Yohanes Wilson Bei Lena Meo
Jurnal Reinha Vol 15 No 1 (2024)
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/ejr.v15i1.285

Abstract

Fokus tulisan mengali sejarah perkembangan Gereja zaman renaisance dan revolusi Prancis. Kedua periode tersebut dikenal zaman pencerahan, abad pencarian kodrat manusia. Masa agama kekristenan mengalami tantangan hebat karena arogansi zaman yang sangat mendewakan akal budi manusia. Mendorong kebebasan berpikir, merupakan cikal bakal lahirnya sekularisasi. Artikel ini bertujuan untuk embuka pencerahan cakrawala ilmu pengetahuan dalam terang iman. Penulis menggunakan metode kualitatif berupa pengumpulan data, studi literatur, literatur review. Temuan artikel ini bahwa antara iman dan akal budi, tidak berbeda haluan namun saling berhubungan. Iman dan akal budi tidak hanya sepasang sayap namun sangat penting bagi satu dengan yang lain. Iman tanpa akal budi, ia beragumen, akan menjurus pada takhayul. Akal budi tanpa iman akan mengarah pada paham nihilisme dan relativisme. Kekhasan tulisan ini iman Katolik mengalami perkembangan hebat, melakukan pembaharuan signifikan setelah mengalami situasi sulit. Sumbangan tulisan ini menyoroti implikasi luas pertalian ratio-iman dalam pembaharuan hidup konkret komunitas-komunitas beriman umat manusia.
Tradisi Kawin Tangkap Adat Sumba: Tinjauan Kritis dalam Perspektif Kitab Hukum Kanonik Kanon 1089 Cosmas Buru; Alkuinus Ison Babo; Yohanes Endi
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 4 No. 9 (2024): September
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v4i9.2472

Abstract

Fokus penelitian ini adalah mengkaji perkawinan Katolik berdasarkan Kitab Hukum Kanonik (Kanon 1089) terhadap kawin tangkap dalam tradisi Sumba. Praktik kawin tangkap dewasa ini mengalami penyempitan makna yang berujung pada penculikan perempuan dengan maksud untuk dinikahi. Kawin tangkap kerap kali dibaluti dengan aneka bentuk kekerasan seperti intimidasi, manipulasi, eksploitasi, dan mengabaikan kebebasan perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk memberi pemahaman baru bahwa praktik kawin tangkap secara paksa digolongkan sebagai halangan nikah sebagaimana tertera dalam Kitab Hukum Kanonik (Kan. 1089). Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah studi kepustakaan (library research). Temuan dari penelitian ini adalah kesepakatan antara suami-istri yang dilandasi cinta kasih dalam perkawinan Gereja Katolik merupakan salah satu unsur fundamental yang menentukan sahnya sebuah perkawinan. Melalui terang Kitab Hukum Kanonik, Gereja membantu kedua mempelai yang hendak dinikahkan mengikuti prosedur penyelidikan kanonik sehingga keduanya mendapat status yang jelas dan pada akhirnya dapat mengikrarkan janji perkawinan mereka di hadapan Allah dan Gereja.