M Syafii
Universitas Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Belanja Modal Dan Dana Transfer Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kota Di Provinsi Sumatera Utara: Analisis Data Panel Tahun 2018–2024 Nurul Fadilah Matondang; Ahmad Albar Tanjung; M Syafii
Jurnal Ekuilnomi Vol. 8 No. 2 (2026): Ekuilnomi Vol 8 (2), Mei 2026
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekononomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/r31qm804

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh belanja modal dan dana transfer terhadap pertumbuhan ekonomi pada kota-kota di Provinsi Sumatera Utara periode 2018–2024. Pertumbuhan ekonomi merupakan indikator penting dalam menilai keberhasilan pembangunan daerah dan efektivitas kebijakan fiskal pemerintah. Dalam kerangka desentralisasi fiskal, belanja modal dan dana transfer diharapkan mampu mendorong peningkatan aktivitas ekonomi melalui pembangunan infrastruktur serta peningkatan kapasitas fiskal daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi data panel. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK), dengan unit analisis delapan kota di Provinsi Sumatera Utara selama periode 2018–2024. Pemilihan model dilakukan melalui Uji Chow, Uji Hausman, dan Uji Lagrange Multiplier (LM), yang menunjukkan bahwa Common Effect Model (CEM) merupakan model terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial belanja modal berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai probabilitas sebesar 0,0820. Dana transfer berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai probabilitas sebesar 0,1947. Secara simultan, belanja modal dan dana transfer juga tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai probabilitas F-statistik sebesar 0,1678. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,0651 menunjukkan bahwa kedua variabel hanya mampu menjelaskan 6,51% variasi pertumbuhan ekonomi, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan belanja modal dan dana transfer belum mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara optimal pada kota-kota di Provinsi Sumatera Utara selama periode penelitian
Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Bidang Kesehatan, Pendapatan Per Kapita, Tingkat Kemiskinan , Tingkat Pendidikan dan Sanitasi Terhadap Stunting di Indonesia Iffan Musthafa; Monika Andrasari; M Syafii
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 6: September 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i6.18780

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengeluaran pemerintah bidang kesehatan, pendapatan per kapita, tingkat kemiskinan, tingkat pendidikan, dan tingkat sanitasi terhadap stunting di 34 provinsi di Indonesia. Variabel independen dalam penelitian ini meliputi pengeluaran pemerintah bidang kesehatan, pendapatan per kapita, tingkat kemiskinan, tingkat pendidikan, dan sanitasi, sedangkan variabel dependennya adalah stunting. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang dianalisis dengan metode regresi linear berganda menggunakan software EViews. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis data panel (pooled data) dengan regresi Fixed Effect Model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial pengeluaran pemerintah bidang kesehatan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap stunting, yang berarti peningkatan pengeluaran di sektor kesehatan mampu menurunkan angka stunting. Pendapatan per kapita juga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Stunting, menunjukkan bahwa peningkatan kesejahteraan masyarakat berdampak pada penurunan stunting. Sebaliknya, tingkat kemiskinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap stunting, yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat kemiskinan maka semakin tinggi pula Stunting. Selain itu, tingkat pendidikan dan tingkat sanitasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap stunting, yang berarti peningkatan kualitas pendidikan dan sanitasi dapat menurunkan angka stunting. Secara simultan, seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap stunting.