Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Representasi Perpustakaan dalam Film Animasi Bona and Friends Episode “Ke Perpustakaan” Clarissa Prameswari; Desy Novita Sari; Laksmi Laksmi
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 10, No 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/anuva.10.1.223

Abstract

Representasi perpustakaan dalam film animasi yang diproduksi di Indonesia masih sangat jarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi representasi perpustakaan dalam film animasi Bona and Friends episode “Ke Perpustakaan” yang diunduh pada 6 Mei 2023 di akun YouTube Majalah Bobo. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes untuk mengidentifikasi makna denotasi, konotasi, dan mitos. Unit analisis terdiri dari audio (suara narator, dialog tokoh, dan musik) serta visual (setting dan gesture/aksi). Data dikumpulkan melalui observasi pada film animasi Bona and Friends episode “Ke Perpustakaan” serta dokumentasi melalui tangkap layar setiap adegan terkait perpustakaan. Temuan penelitian pada makna denotasi menunjukkan adanya komputer, buku warna-warni dengan rak yang tinggi, cahaya terang, alunan musik yang pelan, warna cenderung pastel, serta adanya pustakawan yang membantu pemustaka. Pada makna konotasi didapatkan kesan buku-buku yang beragam, teknologi canggih, ruangan luas dengan kondisi rapi, suasana tidak menakutkan, identik dengan anak, serta pustakawan berkesan ramah. Pada makna mitos, perpustakaan direpresentasikan sebagai perpustakaan anak yang berfungsi sebagai tempat menyimpan dan meminjam buku, menggunakan teknologi canggih, terdapat pustakawan yang cakap dan siap membantu, mengajarkan anak untuk berbuat baik dan saling tolong-menolong. Simpulan sekaligus keunikan temuan penelitian ini adalah, representasi perpustakaan anak tidak hanya menekankan pada tempat dan koleksi, melainkan juga penggunaan teknologi digital untuk efektivitas dan efisiensi pencarian buku serta penanaman nilai etika untuk pengembangan pribadi anak yang mendukung pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning).