Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PRO-KONTRA WACANA PEMINDAHAN GERBONG PEREMPUAN DI KRL PASCA INSIDEN BEKASI TIMUR: ANALISIS WACANA KRITIS DALAM PERSPEKTIF FEMINISME BELL HOOKS Rifdha Maristha; Ristya Eka Auliya; Rifma Ghulam Dzaljad
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 6 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara November 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i6.11833

Abstract

Insiden kecelakaan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur memunculkan perdebatan mengenai usulan pemindahan gerbong khusus perempuan ke bagian tengah rangkaian kereta. Perdebatan tersebut memperlihatkan perbedaan pandangan antara pemerintah yang mendukung usulan tersebut dan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) yang menolak dengan alasan seluruh gerbong memiliki standar keselamatan yang sama. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi perempuan dalam wacana kedua pihak melalui perspektif feminis Bell Hooks. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan paradigma kritis. Data diperoleh dari pemberitaan Liputan6 dan Metro TV, kemudian dianalisis menggunakan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough serta diinterpretasikan melalui teori Bell Hooks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah merepresentasikan perempuan sebagai kelompok yang memerlukan perlindungan khusus, sedangkan PT KAI menekankan prinsip kesetaraan pelayanan bagi seluruh penumpang. Perspektif Bell Hooks memperlihatkan bahwa kedua wacana tersebut sama-sama berpusat pada pengelolaan tubuh dan posisi perempuan, bukan pada penindakan terhadap pelaku kekerasan gender, serta mendepolitisasi isu kekerasan seksual menjadi sekadar persoalan teknis tata letak gerbong, sementara suara perempuan pengguna KRL sendiri absen dari kedua pemberitaan. Temuan ini menegaskan perlunya kebijakan transportasi yang lebih inklusif, berkeadilan gender, dan melibatkan perempuan secara langsung sebagai subjek perumus kebijakan.