Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Human Security in the Management of Indonesian Migrant Workers Post-Deportation from Malaysia in Batam City M. Ferdi Septianda; Rizky Octa Putri Charin
Journal of Governance and Social Policy Vol. 6 No. 2 (2025): Vol. 6 No. 2 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : Department of Government Studies, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/gaspol.v6i2.19

Abstract

The deportation of Indonesian Migrant Workers (PMI) from Malaysia causes complex physical, psychological, and economic issues. This study aims to examine the management of deported PMI in Batam City by BP3MI Riau Islands. This research employed a descriptive qualitative method with data collection through interviews, observation, and documentation. Data analysis involved reduction, display, and conclusion drawing based on the UNDP (1994) Human Security theory covering seven indicators. The results indicate that the management of PMI proceeds reasonably well. Personal, community, and political security are implemented through structured repatriation systems, identity verification, socialization of legal procedures, and identification of illegal brokers. Food, health, and environmental security are ensured through food provision, a tiered medical referral system, and adequate sanitation. However, economic security remains limited to meeting basic needs. This study concludes that while basic protection is fulfilled, economic empowerment aspects require further improvement.
Strategi Pembangunan Ekonomi Melalui Pertambangan Timah Di Pulau Singkep Dilihat Dari Konsep Sustainable Development Goals (SDGs) M. Ferdi Septianda
Jurnal Archipelago Vol 2 No 02 (2024): Jurnal Archipelago
Publisher : Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69853/ja.v2i02.37

Abstract

Tantangan ekologis menjadi permasalahan utama dalam penambangan timah di Pulau Singkep, maka dalam pengelolaannya diperlukan konsep pembangunan berkelanjutan yaitu Sustainable Development Goals (SDGs). Penelitian ini bertujuan untuk mencari bagaimana strategi pembangunan ekonomi melalui timah di Pulau Singkep dilihat dari konsep SDGs. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif bersifat studi kepustakaan untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik yang dibahas. Sumber data yang digunakan berasal dari Buku-buku, artikel ilmiah, dan berita online. Penelitian ini menghasilkan beberapa langkah strategis yang dapat dilakukan oleh pemerintah dalam pembangunan ekonomi melalui timah agar tetap berorientasi pada pembangunan berkelanjutan. Pertama, melalui perwujudan SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan), pemerintah dapat mengelola sebagian pendapatan hasil tambang kedalam investasi pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Kedua, melalui perwujudan SDGs 9 (Industri, Inovasi, Dan Infrastruktur), dapat dilakukan dengan memperbaiki pelabuhan dan jalan untuk mendukung logistik, mengembangkan teknologi penambangan dan mengembangkan klaster industri. Ketiga, melalui perwujudan SDGs 12 (Konsumsi Dan Produksi Yang Bertanggung Jawab), dapat dilakukan dengan cara penggunaan peralatan otomatis, kendali energi dan manajemen data yang cerdas, diversifikasi produk, serta teknologi pengelolaan limbah. Keempat, melalui perwujudan SDGs 15 (Kehidupan Di Darat) dapat dilakukan melalui pengawasan ketat dan rencana lingkungan sebagai upaya mitigasi permasalahan lingkungan. Kelima, melalui perwujudan SDGs 17 (Kemitraan Untuk Tujuan), dapat dilakukan dengan membentuk kemitraan yang kuat antara pemerintah dengan swasta, kemitraan internasional, serta kemitraan dengan masyarakat lokal. Melalui strategi-strategi ini, pemerintah dapat mengelola tambang timah di Pulau Singkep dengan lebih berkelanjutan, menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih besar untuk masyarakat setempat, dan memastikan perlindungan lingkungan yang lebih baik.
Strategi Pengelolaan Sumber Daya Alam Sebagai Pondasi Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan di Provinsi Kepulauan Riau M. Ferdi Septianda
Jurnal Archipelago Vol 3 No 02 (2025): Jurnal Archipelago
Publisher : Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69853/ja.v3i01.88

Abstract

Inclusive and sustainable economic transformation in Riau Islands Province (Riau Islands) is significant, it can be done by making natural resources (SDA) as a foundation. However, it faces challenges such as environmental damage, social conflict, and dependence on non-renewable resources. This research aims to find strategies for managing natural resources as a foundation for inclusive and sustainable economic transformation in Riau Islands Province, in terms of several relevant concepts that can be integrated, such as Sustainable Development Goals (SDGs), Green Economy (GE), Blue Economy (BE), and Economic Democracy (EK). The research method used is a qualitative literature study by collecting information from books, scientific articles, and government documents. First, through the concept of SDGs, sustainable development can be implemented by empowering local communities, ensuring equitable and inclusive resource management, minimizing environmental damage, and promoting access to a natural resource-based economy. Second, through the GE concept, sustainable development can be carried out by mapping resource potential, developing environmentally friendly sectors, increasing human resource capacity, developing multi-stakeholder partnerships, building supporting infrastructure, and implementing strict monitoring and evaluation mechanisms. Third, through the BE concept, research focuses on mapping and evaluating marine resources, encouraging investment and infrastructure, involving coastal communities, increasing community capacity through training, prioritizing the protection of marine ecosystems, and mitigating environmental impacts. Fourth, through the representation of the EK concept, the Government can involve the community in policy-making, empowering the local economy, equalizing access to natural resources, and enforcing environmental regulations in maintaining the sustainability of natural resource management.