Tantangan ekologis menjadi permasalahan utama dalam penambangan timah di Pulau Singkep, maka dalam pengelolaannya diperlukan konsep pembangunan berkelanjutan yaitu Sustainable Development Goals (SDGs). Penelitian ini bertujuan untuk mencari bagaimana strategi pembangunan ekonomi melalui timah di Pulau Singkep dilihat dari konsep SDGs. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif bersifat studi kepustakaan untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik yang dibahas. Sumber data yang digunakan berasal dari Buku-buku, artikel ilmiah, dan berita online. Penelitian ini menghasilkan beberapa langkah strategis yang dapat dilakukan oleh pemerintah dalam pembangunan ekonomi melalui timah agar tetap berorientasi pada pembangunan berkelanjutan. Pertama, melalui perwujudan SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan), pemerintah dapat mengelola sebagian pendapatan hasil tambang kedalam investasi pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Kedua, melalui perwujudan SDGs 9 (Industri, Inovasi, Dan Infrastruktur), dapat dilakukan dengan memperbaiki pelabuhan dan jalan untuk mendukung logistik, mengembangkan teknologi penambangan dan mengembangkan klaster industri. Ketiga, melalui perwujudan SDGs 12 (Konsumsi Dan Produksi Yang Bertanggung Jawab), dapat dilakukan dengan cara penggunaan peralatan otomatis, kendali energi dan manajemen data yang cerdas, diversifikasi produk, serta teknologi pengelolaan limbah. Keempat, melalui perwujudan SDGs 15 (Kehidupan Di Darat) dapat dilakukan melalui pengawasan ketat dan rencana lingkungan sebagai upaya mitigasi permasalahan lingkungan. Kelima, melalui perwujudan SDGs 17 (Kemitraan Untuk Tujuan), dapat dilakukan dengan membentuk kemitraan yang kuat antara pemerintah dengan swasta, kemitraan internasional, serta kemitraan dengan masyarakat lokal. Melalui strategi-strategi ini, pemerintah dapat mengelola tambang timah di Pulau Singkep dengan lebih berkelanjutan, menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih besar untuk masyarakat setempat, dan memastikan perlindungan lingkungan yang lebih baik.
Copyrights © 2023