Intan Sekar Arumdani
Safin Pati University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EDUKASI PENGELOLAAN DAN PENGGUNAAN OBAT PADA KOMUNITAS NUSANTARA REHAB CENTER (NRC) DI AGROWISATA KAMPUNG KUTO KOTA KUDUS Raden Roro Erni Kusuma Putri; Intan Sekar Arumdani; Annisah Mahanani; Erlangga Mandala Sakti
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i2.6632

Abstract

Penggunaan obat secara benar dan tepat meliputi beberapa tahap yaitu cara mendapatkan,menggunakan, menyimpan dan membuang obat dengan benar. Masyarakat perlu memperhatikan informasi dan ketentuan seperti pembelian obat yang bukan pada sarana berizin/resmi, pembelian antibiotik secara bebas tanpa resep dokter, penggunaan obat bebas secara berlebihan (over dosis). Kejadian ini dapat menimbulkan efek samping, interaksi obat, penyalahgunaan obat dan dapat menimbulkan masalah baru dalam kesehatan. Penyimpanan obat di lemari yang bercampur dengan makanan, penyimpanan obat di meja yang mudah terjangkau oleh anak–anak, selain itu pembuangan obat juga perlu diperhatikan. Tujuan kegiatan ini memberikan pengetahuan dan mengajak masyarakat untuk mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat dengan benar. Metode kegiatan dilakukan dengan ceramah, pelatihan dan diskusi yang diikuti oleh 23 orang peserta dari komunitas Nusantara Rehab Center (NRC). Evaluasi kegiatan dilihat berdasarkan hasil pretest dan postest. Dari hasil pretest menunjukkan satu orang mendapatkan nilai 75, tiga orang mendapatkan nilai 70, tiga orang mendapatkan nilai 65, empat orang mendapatkan nilai 60, dua orang mendapatkan nilai 55, dua orang mendapatkan nilai 50, dan delapan orang mendapatkan nilai 45. Dari hasil nilai peserta pada posttest menunjukkan sepuluh orang mendapatkan nilai 100, enam orang mendapatkan nilai 95, dua orang mendapatkan nilai 90, dua orang mendapatkan nilai 85, dua orang mendapatkan nilai 80, satu orang mendapatkan nilai 75. Dengan adanya peningkatan hasil posttest yang diperoleh menunjukkan peningkatan pengetahuan, antusias, dan keinginan masyarakat akan informasi kesehatan bagi dirinya sendiri dan keluarga khususnya dalam pengelolaan obat yang benar.