Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Barber Johnson Graph Efficiency Analysis Erlangga Mandala Sakti; Byba Melda Suhita
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 5, No 3 (2022): Budapest International Research and Critics Institute August
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i3.6525

Abstract

The purpose of this research is to inform barber johnson graph efficiency analysis. This research method uses descriptive. The population and samples used are the entire census of inpatients from 2019 to 2021 at Siti Khodijah Muhammadiyah Gurah Pare Hospital. Data collection techniques are using, observing, interviewing, and counting. The data analysis technique used is by using the barber johnson formula. The results show that the calculation and analysis of the barber johnson graph efficiency 2019 to 2021 at Siti Khodijah Muhammadiyah Gurah Pare Hospital shows that the use of treatment bed at Siti Khodijah Muhammadiyah Gurah Pare Hospital is still not efficient, it is said to be inefficient because the meeting point of the 4 parameters barber johnson graph 2019 to 2021 is outside the efficient area, due to a reduction in bed resulting in the bed occupancy rate value also decreasing.
DETEKSI DINI STUNTING PADA BAYI DAN BALITA DI PUSKESMAS TLOGOWUNGU Ulin Nafiah; Yeni Rusyani; Erlangga Mandala Sakti; Florianus H.M Mawo
Kelompok Studi Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Edisi April 2024
Publisher : University of Karya Husada of Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/kespera.v3i2.42

Abstract

Abstrak Masalah gizi jika tidak ditangani akan menimbulkan masalah lebih besar, bangsa Indonesia dapat mengalami lost generation. Indonesia merupakan negara dengan urutan ke–17 dari 117 negara yang memiliki masalah gizi kompleks stunting, wasting dan overweight. Kejadian  stunting merupakan masalah gizi utama yang dihadapi Indonesia. Berdasarkan data Pemantauan Status Gizi (PSG) selama tiga tahun terakhir mengalami peningkatan dari tahun 2016 yaitu 27,5% menjadi 29,6% tahun 2017 dan 30,8% pada tahun 2018. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu bayi dan balita mengenai deteksi dini stunting pada bayi dan balita,. kegiatan dilakukan pada tanggal 18 April 2024 dengan tiga agenda, pemeriksaan antopometri, penimbangan berat badan, pembagian doorprise, dan pemberian penyuluhan dan evaluasi. Pendidikan kesehatan dilaksanakan di wilayah Puskesmas Tlogowungu, Kecamatan Tlogowungu, kabupaten Pati. Sasaran kegiatan adalah ibu yang memiliki bayi dan balita. Metode yang digunakan pada kegiatan ini berupa pemeriksaan antopometri menggunakan tikar stunting dan stutur meter, timbangan berat badan dan pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet dan lembar balik. hasil: kegiatan pendampingan telah dilaksanakan dan mendapat respon yang baik dari ibu dan balita. Terjadi peningkatan pengetahuan ibu bayi dan balita setelah dilakukan penyuluhan tentang deteksi dini stunting pada bayi dan balita..   Kata kunci : gizi, deteksi dini, balita, stunting, lost generation   Abstract If nutritional problems are not addressed, they will cause bigger problems, the Indonesian nation could experience a lost generation. Indonesia is the 17th country out of 117 countries that has complex nutritional problems of stunting, wasting and overweight. Stunting is a major nutritional problem facing Indonesia. Based on Nutritional Status Monitoring (PSG) data over the last three years, it has increased from 2016, namely 27.5% to 29.6% in 2017 and 30.8% in 2018. The aim of this community service is to increase the knowledge of mothers of babies and toddlers regarding early detection of stunting in babies and toddlers. The activity was carried out on April 18 2024 with three agendas, anthropometric examination, body weight weighing, door prize distribution, and providing counseling and evaluation. Health education is carried out in the Tlogowungu Community Health Center area, Tlogowungu District, Pati Regency. The target of the activity is mothers who have babies and toddlers. The methods used in this activity are anthropometric examinations using stunting mats and stucture meters, weight scales and health education using leaflets and flip sheets. results: mentoring activities have been implemented and received a good response from mothers and toddlers. There was an increase in the knowledge of mothers of babies and toddlers after providing outreach about early detection of stunting in babies and toddlers.   Keywords: nutrition, early detection, toddlers, stunting, lost generation
FACTORS AFFECTING THE SUPPLY CHAIN OF MEDICAL CONSUMABLES Sekar Arumdani, Intan; Muhammad Fadli Ramadhansyah; Florianus Hans Matheus Mawo; Erlangga Mandala Sakti
Nusantara Hasana Journal Vol. 3 No. 8 (2024): Nusantara Hasana Journal, January 2024
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v3i8.1085

Abstract

Hospital is a crucial component of the current healthcare system and is in charge of supplying, preserving, and advancing community members' health using various resource. Networks are used to organize the numerous, complex health systems of today. Because of the partners' inconsistent behavior and lack of coordination, these networks are frequently underutilized. Each facility or even by industry or service, optimizes care quality and controls costs locally. A systematic global approach could enhance the general under optimization that emerges from this local concentration. The competition in the current global economy is between supply networks rather than enterprises. The comparison of supply chain performance indicators may last a very long time. This research uses a narrative review approach. There are a total of 23 papers used from databases from Science Direct, ProQuest, Scopus, SpringerLink, Hindawi, Google Scholar, JSTOR, and Emerald Insight. A supply chain's of medical consumables success is influenced by many internal and external factors such as exchange of information, enduring relationships, collaboration, and process integration. Agility becomes increasingly crucial to maintaining cooperation and teamwork, improving patients' experiences every time. Various elements influence the supply chain for medical consumables. Therefore, it is crucial to identify and evaluate the key variables influencing the healthcare supply chain for the medical consumables process and examine the strategies included in this review.
Studi Manajemen Evaluasi Program Pembinaan Prestasi Olahraga Safin Pati Sports School Hanif Putra Pamungkas; Erlangga Mandala Sakti
Mutiara Pendidikan dan Olahraga Vol. 3 No. 3 (2026): Mei: Mutiara Pendidikan dan Olahraga
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/mupeno.v3i3.1194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjamin efektivitas dan efisiensi pelaksanaannya, program pembinaan keberhasilan sepak bola harus dinilai secara menyeluruh. Tujuan dari penelitian ini adalah menggunakan evaluasi CIPP untuk menilai Program Pengembangan Prestasi Olahraga di Sekolah Olahraga Safin Pati di Kabupaten Pati pada tahun 2026. Pembinaan prestasi olahraga sering menggunakan evaluasi program CIPP. Pemeriksaan faktor lingkungan yang mempengaruhi pelaksanaan program adalah bagian dari evaluasi tahap konteks dalam program pembinaan prestasi olahraga CIPP. Metodologi penelitian ini bersifat kualitatif dan mencakup metode pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi selain validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa organisasi Sekolah Olahraga Safin Pati (SPSS) memiliki visi, misi, dan tujuan yang jelas serta terukur untuk program pembinaan prestise. Sekolah Olahraga Safin Pati (SPSS) menerima pendanaan baik dari akademi maupun dana masyarakat. Kesimpulan penelitian ini diharapkan Pelatih dan manajemen dapat mempertahankan program pelatihan kinerja olahraga sepak bola yang dirancang dengan baik dan menyeluruh. Manajemen Sekolah Olahraga Safin Pati (SPSS) harus lebih meningkatkan koordinasi dan hubungan dengan Koni, pemerintah provinsi atau pemerintah pusat agar dapat memberikan kontribusi yang mengakibatkan terbatasnya kesempatan bagi atlet untuk bertanding sehingga pencapaian yang diperoleh sesuai dengan kesempatan bertanding saja.