Sri Ayu Rahayu S. Paneo
Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENERAPAN TERAPI BENSON DALAM MENURUNKAN NYERI PADA PASIEN POST OPERASI BENIGNA PROSTAT HIPERPLASIA (BPH) Sri Ayu Rahayu Paneo; Hasbullah hasbullah; Muhajir Muhajir
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v4i1.19278

Abstract

Benigna Prostat Hiperplasia (BPH) merupakan pembesaran prostat yang dapat menyebabkan obstruksi pada uretra pars prostatika, tindakan untuk menangani pasien benigna prostat hiperplasia yaitu pembedahan dan TURP. Pembedahan dan TURP dapat menyebabkan kerusakan pada mukosa kandung kemih sehingga menimbulkan rasa nyeri. Penanganan nyeri non farmakologi yang dapat dilakukan dengan terapi benson. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan pengaruh terhadap penerapan terapi benson untuk menurunkan nyeri pada pasien post operasi benigna prostat hiperplasia. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus, dengan jumlah sampelĀ  2 responden post operasi benigna prostat hiperplasia yang mengalami nyeri dengan skala 4-6 NRS dengan menerapkan terapi benson dilakukan 15 menit 2 kali dalam sehari selama 3 hari. Hasil penelitian didapatkan gambaran penerapan terapi benson sehingga didapatkan hasil bahwa kedua responden mengalami penurunan nyeri, responden pertama mengeluh nyeri skala 5 NRS setelah dilakukan terapi benson selama 3 hari keluhan nyeri menurun dengan skala nyeri 3 NRS, pada responden kedua mengeluh nyeri skala 4 NRS dan setelah diberi terapi benson selama 3 hari keluhan nyeri menurun dengan skala nyeri 2 NRS. Penerapan terapi benson memiliki pengaruh terhadap penurunan skala nyeri pada pasien post operasi benigna prostat hiperplasia.
PENERAPAN TERAPI GUIDED IMAGERY DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN KENYAMANAN (NYERI) PADA KELUARGA DENGAN GASTRITIS Sri Ayu Rahayu Paneo; Zakariyati Zakariyati; Putri Putri
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v4i3.21983

Abstract

Gastritis merupakan inflamasi yang terjadi pada mukosa lambung yang ditandai dengan adanya keluhan seperti nyeri ulu hati, mual atau muntah, gastritis apabila tidak cepat ditangani akan berakibat pada peradangan pada lambung sehinga lambung akan tampak bengkak, merah, mudah berdarah dan dapat meningkatkan resiko kanker lambung yang berujung pada kematian. Sehingga diperlukan terapi untuk mengurangi rasa nyeri pada penderita gastritis. Terapi yang tepat untuk pasien gastritis adalah terapi guided imagery yang dapat menurunkan skala nyeri pada penderita gastritis. Tujuan, untuk mengetahui gambaran penerapan terapi guided imagery dalam pemenuhan kebutuhan kenyamanan (nyeri) pada keluarga dengan gastritis. Metode, penelitian ini termasuk dalam metode penelitian studi kasus yang melibatkan dua individu yaitu dua partisipan yang berada dilingkungan keluarga yang mengalami skala 1-3 NRS dengan menerapkan terapi guided imagery dilakukan selama 15 menit diberikan sekali dalam sehari selama 3 hari. Hasil penelitian didapatkan gambaran penerapan terapi guided imagery sehingga didapatkan hasil bahwa kedua responden mengalami penurunan nyeri, responden pertama mengeluh skala nyeri 3 NRS setelah dilakukan terapi guided imagery selama 3 hari keluhan nyeri menurun dengan skala nyeri 0 atau tidak nyeri, pada responden kedua mengeluh skala nyeri 3 NRS dan setelah diberi terapi guided imagery selama 3 hari keluhan nyeri menurun dengan skala nyeri 0 atau tidak nyeri. Kesimpulan, setelah dilakukan penerapan terapi guided imagery selama 3 hari berturut-turut yang diberikan sekali dalam sehari terdapat penurunan rasa nyeri pada penderita gastritis di keluarga.
The Relationship Between Social Stigma And The Incidence Of Depression In Pulmonary Tuberculosis (Tb) Patients: A Cross-Sectional Study Sri Ayu Rahayu Paneo; Zakariyati Zakariyati; Hasbullah Hasbullah; Ardwita Insani Bachtiar
Proceeding of the International Conference on Health Sciences and Nursing Vol. 2 No. 1 (2025): Proceeding of the International Conference on Health Sciences and Nursing
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ichsn.v2i1.61

Abstract

Background: One of the infectious diseases is tuberculosis (TB). TB is an infectious disease that causes high rates of morbidity and even death. TB is very dangerous and requires various efforts to overcome it; therefore, preventive measures are needed for those who are already infected. It is important to increase public awareness about how TB is transmitted and prevented so that its spread can be minimized. Based on data from Riskesdas 2018, there were 1,017,290 cases of pulmonary TB. Objective: To determine the relationship between stigma and the incidence of depression in pulmonary tuberculosis patients in the working area of Mamajang Health Center, Makassar. Method: The method used was Spearman correlation, which is descriptive research using a quantitative design with a cross-sectional approach. The sampling technique used was total sampling with a population of 83. Results: There was a relationship between stigma and the incidence of depression in pulmonary tuberculosis patients with p-value 0.025. Conclusion: There is a relationship between stigma and the incidence of depression in pulmonary tuberculosis patients in the working area of Mamajang Health Center, Makassar. This study aims to provide insight for health workers and the government to develop better intervention programs in treating TB patients, both physically and psychologically, with a focus on reducing social stigma towards them.