Sri Ayu Rahayu S. Paneo
Program Studi Profesi Ners, Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia Makassar

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENERAPAN TERAPI BENSON DALAM MENURUNKAN NYERI PADA PASIEN POST OPERASI BENIGNA PROSTAT HIPERPLASIA (BPH) Sri Ayu Rahayu Paneo; Hasbullah hasbullah; Muhajir Muhajir
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v4i1.19278

Abstract

Benigna Prostat Hiperplasia (BPH) merupakan pembesaran prostat yang dapat menyebabkan obstruksi pada uretra pars prostatika, tindakan untuk menangani pasien benigna prostat hiperplasia yaitu pembedahan dan TURP. Pembedahan dan TURP dapat menyebabkan kerusakan pada mukosa kandung kemih sehingga menimbulkan rasa nyeri. Penanganan nyeri non farmakologi yang dapat dilakukan dengan terapi benson. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan pengaruh terhadap penerapan terapi benson untuk menurunkan nyeri pada pasien post operasi benigna prostat hiperplasia. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus, dengan jumlah sampel  2 responden post operasi benigna prostat hiperplasia yang mengalami nyeri dengan skala 4-6 NRS dengan menerapkan terapi benson dilakukan 15 menit 2 kali dalam sehari selama 3 hari. Hasil penelitian didapatkan gambaran penerapan terapi benson sehingga didapatkan hasil bahwa kedua responden mengalami penurunan nyeri, responden pertama mengeluh nyeri skala 5 NRS setelah dilakukan terapi benson selama 3 hari keluhan nyeri menurun dengan skala nyeri 3 NRS, pada responden kedua mengeluh nyeri skala 4 NRS dan setelah diberi terapi benson selama 3 hari keluhan nyeri menurun dengan skala nyeri 2 NRS. Penerapan terapi benson memiliki pengaruh terhadap penurunan skala nyeri pada pasien post operasi benigna prostat hiperplasia.
PENERAPAN TERAPI GUIDED IMAGERY DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN KENYAMANAN (NYERI) PADA KELUARGA DENGAN GASTRITIS Sri Ayu Rahayu Paneo; Zakariyati Zakariyati; Putri Putri
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v4i3.21983

Abstract

Gastritis merupakan inflamasi yang terjadi pada mukosa lambung yang ditandai dengan adanya keluhan seperti nyeri ulu hati, mual atau muntah, gastritis apabila tidak cepat ditangani akan berakibat pada peradangan pada lambung sehinga lambung akan tampak bengkak, merah, mudah berdarah dan dapat meningkatkan resiko kanker lambung yang berujung pada kematian. Sehingga diperlukan terapi untuk mengurangi rasa nyeri pada penderita gastritis. Terapi yang tepat untuk pasien gastritis adalah terapi guided imagery yang dapat menurunkan skala nyeri pada penderita gastritis. Tujuan, untuk mengetahui gambaran penerapan terapi guided imagery dalam pemenuhan kebutuhan kenyamanan (nyeri) pada keluarga dengan gastritis. Metode, penelitian ini termasuk dalam metode penelitian studi kasus yang melibatkan dua individu yaitu dua partisipan yang berada dilingkungan keluarga yang mengalami skala 1-3 NRS dengan menerapkan terapi guided imagery dilakukan selama 15 menit diberikan sekali dalam sehari selama 3 hari. Hasil penelitian didapatkan gambaran penerapan terapi guided imagery sehingga didapatkan hasil bahwa kedua responden mengalami penurunan nyeri, responden pertama mengeluh skala nyeri 3 NRS setelah dilakukan terapi guided imagery selama 3 hari keluhan nyeri menurun dengan skala nyeri 0 atau tidak nyeri, pada responden kedua mengeluh skala nyeri 3 NRS dan setelah diberi terapi guided imagery selama 3 hari keluhan nyeri menurun dengan skala nyeri 0 atau tidak nyeri. Kesimpulan, setelah dilakukan penerapan terapi guided imagery selama 3 hari berturut-turut yang diberikan sekali dalam sehari terdapat penurunan rasa nyeri pada penderita gastritis di keluarga.
The Relationship Between Social Stigma And The Incidence Of Depression In Pulmonary Tuberculosis (Tb) Patients: A Cross-Sectional Study Sri Ayu Rahayu Paneo; Zakariyati Zakariyati; Hasbullah Hasbullah; Ardwita Insani Bachtiar
Proceeding of the International Conference on Health Sciences and Nursing Vol. 2 No. 1 (2025): Proceeding of the International Conference on Health Sciences and Nursing
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ichsn.v2i1.61

Abstract

Background: One of the infectious diseases is tuberculosis (TB). TB is an infectious disease that causes high rates of morbidity and even death. TB is very dangerous and requires various efforts to overcome it; therefore, preventive measures are needed for those who are already infected. It is important to increase public awareness about how TB is transmitted and prevented so that its spread can be minimized. Based on data from Riskesdas 2018, there were 1,017,290 cases of pulmonary TB. Objective: To determine the relationship between stigma and the incidence of depression in pulmonary tuberculosis patients in the working area of Mamajang Health Center, Makassar. Method: The method used was Spearman correlation, which is descriptive research using a quantitative design with a cross-sectional approach. The sampling technique used was total sampling with a population of 83. Results: There was a relationship between stigma and the incidence of depression in pulmonary tuberculosis patients with p-value 0.025. Conclusion: There is a relationship between stigma and the incidence of depression in pulmonary tuberculosis patients in the working area of Mamajang Health Center, Makassar. This study aims to provide insight for health workers and the government to develop better intervention programs in treating TB patients, both physically and psychologically, with a focus on reducing social stigma towards them.
Hubungan tingkat pengetahuan dan sikap tentang menstruasi dengan kesiapan menghadapi menarche pada siswi sekolah dasar : The relationship between the level of knowledge and attitudes about menstruation and readiness to face menarche among elementary school female students Sri Ayu Rahayu Paneo; Lustri Ayu Indasari
Jurnal Keperawatan Tropis Papua Vol. 8 No. 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v8i2.485

Abstract

Menarche merupakan peristiwa penting dalam perkembangan reproduksi perempuan yang memerlukan kesiapan fisik, psikologis, dan sosial. Kurangnya pengetahuan dan sikap negatif terhadap menstruasi dapat menyebabkan ketidaksiapan anak dalam menghadapi menarche, terutama pada usia sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dan sikap tentang menstruasi dengan kesiapan menghadapi menarche pada siswi sekolah dasar di UPT SD Negeri 12 Batang, Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan deskriptif analitik dan metode cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 70 siswi kelas IV, V, dan VI yang belum mengalami menarche dan dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik (60,0%), sikap positif (55,7%), dan kesiapan menghadapi menarche dalam kategori siap (55,7%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan (p = 0,024) dan sikap (p = 0,039) dengan kesiapan menghadapi menarche. Tingkat pengetahuan dan sikap tentang menstruasi berhubungan dengan kesiapan anak sekolah dasar dalam menghadapi menarche, sehingga pendidikan kesehatan reproduksi yang komprehensif dan dukungan psikososial sejak dini menjadi penting untuk diprioritaskan. Menarche is an important event in female reproductive development that requires physical, psychological, and social readiness. Insufficient knowledge and negative attitudes toward menstruation may lead to unpreparedness in facing menarche, particularly among elementary school girls. This study aimed to analyze the relationship between the level of knowledge and attitudes about menstruation and readiness to face menarche among elementary school female students at UPT SD Negeri 12 Batang, Jeneponto Regency. This study employed a quantitative correlational design with a descriptive-analytic approach using a cross-sectional method. The sample consisted of 70 female students in grades IV, V, and VI who had not yet experienced menarche and were selected using a total sampling technique. Data were analyzed using the Chi-Square test with a significance level of α = 0.05. The results showed that most respondents had good knowledge (60.0%), positive attitudes (55.7%), and were categorized as ready to face menarche (55.7%). Bivariate analysis revealed significant relationships between the level of knowledge (p = 0.024) and attitudes (p = 0.039) with readiness to face menarche. The level of knowledge and attitudes about menstruation are associated with readiness to face menarche among elementary school girls, highlighting the importance of prioritizing comprehensive reproductive health education and early psychosocial support.
Education Using Spinning Clue Media on School-Age Children’s Aggregate Knowledge of Sexual Violence: Pra Experimental Study Sri Ayu Rahayu Paneo; Hijrah; Endang Kurnia; Hasbullah
Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute Vol. 10 No. 1 (2026): Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute
Publisher : Institut Citra Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33862/q09vkk93

Abstract

Sexual violence against school-aged children is a serious problem that impacts children’s physical, psychological, social, and academic development. Children’s limited knowledge regarding bodily boundaries, forms of sexual violence, ways to refuse, and reporting mechanisms increases their vulnerability to sexual violence. This study aims to analyze the effect of education using the Spinning Clue media on improving the aggregate knowledge of school-aged children regarding sexual violence at UPT SPF SD Inpres Maccini I/1. This study is based on the concepts of health education, knowledge theory, the developmental characteristics of school-aged children, and interactive learning media. The method used is quantitative with a quasi-experimental design using a one-group pre-test post-test model. The sample consisted of 40 students in grades 1–3 selected through purposive sampling. The research instruments included a sexual violence knowledge questionnaire and the Spinning Clue media, which contained material on private body parts, forms of sexual violence, refusal strategies, and reporting to a trusted adult. Data analysis used the Wilcoxon Signed Ranks Test. The results showed that before the education, respondents’ knowledge was categorized as good for 21 students (52.5%), adequate for 17 students (42.5%), and insufficient for 2 students (5%). After the education, all respondents were categorized as good (40 students, 100%). The average score increased from 10.70 to 14.90 with a p-value = 0.000. In conclusion, education using the Spinning Clue medium has a significant effect on increasing school-age children’s knowledge about sexual violence and can be used as a preventive educational strategy in elementary schools.
Pengaruh Stimulus Kutaneus Slow Stroke Back Massage Terhadap Nyeri Sendi Pada Lansia Rheumatoid Arthritis di Wilayah Kerja Puskesmas Mamajang Sri Ayu Rahayu Paneo; Zakariyati; Nurfasila; Hasbullah
Caring : Jurnal Keperawatan Vol. 14 No. 2 (2025): 2
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/caring.v14i2.2766

Abstract

Artritis reumatoid merupakan penyakit inflamasi kronik yang menimbulkan nyeri sendi dan menurunkan kualitas hidup lansia. Salah satu pendekatan nonfarmakologis untuk meredakan nyeri artritis reumatoid adalah slow back massage dengan stimulasi kulit yang diyakini dapat menurunkan nyeri melalui stimulasi kulit. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah slow back massage dengan stimulasi kulit efektif dalam menurunkan intensitas nyeri sendi pada lansia penderita artritis reumatoid. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pretest-posttest dan control group, serta teknik purposive sampling. Sebanyak 60 lansia penderita artritis reumatoid di wilayah kerja Puskesmas Mamajang yang dibagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Kelompok intervensi mendapatkan slow back massage dengan stimulasi kulit selama seminggu, satu kali sehari, 3-5 menit per sesi. Intensitas nyeri sendi diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan numeric rating scale (NRS). Data dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dan uji statistik Mann-Whitney.Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada intensitas nyeri sendi sebelum dan sesudah dilakukan slow back massage dengan skin stimulate (p<0,05). Rata-rata nyeri sendi mengalami penurunan setelah dilakukan intervensi dan terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (p<0,05). Kelompok intervensi slow back massage dengan skin stimulate menunjukkan pengaruh yang lebih besar dalam menurunkan nyeri artritis reumatoid. Slow back massage dengan skin stimulate efektif dalam menurunkan intensitas nyeri sendi pada lansia penderita artritis reumatoid. Terapi ini dapat menjadi pilihan terapi non-obat yang aman dan mudah untuk menurunkan nyeri sendi pada lansia penderita artritis reumatoid.