Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengeringan Rumput Laut Eucheuma cottonii Menggunakan Oven Dengan Suhu Yang Berbeda Ridho Orilda; Bustami Ibrahim; Uju Uju
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 2, No 2 (2021): JURNAL PERIKANAN TERPADU VOLUME 2 NOMOR 2
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jupiter.v2i2.5201

Abstract

Rumput laut kering adalah salah satu komoditas perairan yang dapat diolah menjadi bahan pangan dan kosmetik. Proses pengeringan rumput laut pada umumnya menggunakan panas matahari dimana proses tersebut membutuhkan waktu yang lama. Teknik pengeringan rumput laut dengan oven pada umumnya sudah banyak dilakukan dengan menggunakan suhu 50 dan 60°C. Penelitian ini bertujuan untuk mengeringkan rumput laut segar dengan berbagai suhu pengeringan, melihat karakteristik warna rumput laut serta aktivitas air setelah dilakukan pengeringan serta menghitung laju pengeringan terbaik pada pengeringan oven dari rumput laut Eucheuma cottonii. Metode penelitian ini diawali dengan proses pencucian rumput laut yang kemudian dilakukan dengan pembersihan sampel dan dilanjutkan proses pemotongan secara acak. Tahapan selanjutnya dilakukan dengan proses pengeringan yang dilakukan hingga 6 jam dengan suhu yang berbeda. Rumput laut yang sudang dikeringkan kemudian menentukan karakterisitik terbaik. Pengeringan dengan menggunakan suhu yang berbeda memiliki hasil penurunan bobot yang berbeda. Hasil terbaik dari penelitian ini adalah pengeringan oven menggunakan suhu 70°C yang mampu menurunkan kadar air sangat cepat dengan nilai kadar air sebesar 10,69%, nilai Aw 0,2905. Penurunan bobot pada penelitian ini memiliki hasil yang sama yaitu mencapai pengeringan konstan pada waktu ke- 285 – 360 menit.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Warga Desa Babakan melalui Pelatihan Pembuatan Cookies Spirulina Iriani Setyaningsih; Kustiariyah Tarman; Safrina Dyah Hardiningtyas; Rizfi Faris Pari; Desniar; Uju Uju; Wahyu Ramadhan; Tati Nurhayati
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2024): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.10.1.76-84

Abstract

Cookies are dry cakes made with flour as the primary baking ingredient. Spirulina platensis was rich in protein, amino acids, glycoproteins, essential fatty acids, polysaccharides, and beta-carotene. Therefore, using sago flour combined with spirulina and seaweed in cookies can increase the nutritional value and produce gluten-free cakes. This training aims to increase knowledge about spirulina, packaging, and product marketing strategies and the skills of Babakan village residents by providing training on making spirulina cookies. This community service activity was conducted by counseling and training on making spirulina cookies in Babakan Village, Dramaga. Counseling activities were carried out to increase knowledge about the potential of spirulina, good packaging, and product marketing strategies, as well as training on making spirulina cookies to improve the skills of Babakan village residents. There were 18 training participants: Family Welfare Empowerment administrators and members. Pre-tests and post-tests were carried out before and after the training activities regarding the topic provided by the speakers. The achievements of the training activities were seen from an increase in post-test results, which was 60% answered correctly compared to only 40% for the pre-test. The evaluation results of the participant's acceptance of training topics and training speakers had an average of 58 to 69%, respectively, perfect. While the participants's assessment of the training facilities and consumption had an average of 50%, they were good.