Penelitian ini berawal dari meningkatnya tren penggunaan produk thrift di kalangan mahasiswa Sukabumi, yang mencerminkan perubahan gaya hidup menuju pola konsumsi modern, ekspresif, dan lebih peduli terhadap isu lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana gaya hidup dan citra merek memengaruhi keputusan mahasiswa dalam membeli produk thrift. Secara teoritis, kajian ini berlandaskan pada konsep perilaku konsumen, dengan variabel gaya hidup (activity, interest, opinion) serta citra merek (recognition, reputation, affinity, loyalty) yang diasumsikan berperan dalam proses pengambilan keputusan pembelian. Penelitian ini menggunakan desain asosiatif kausal dan metodologi kuantitatif. Pengambilan sampel purposif digunakan untuk mengumpulkan data dengan membagikan kuesioner kepada 60 mahasiswa yang pernah berbelanja di toko barang bekas di Sukabumi. Menggunakan perangkat lunak SPSS versi 24, analisis meliputi uji-t dan uji-F, regresi linier berganda, uji validitas dan reliabilitas, serta uji asumsi klasik. Temuan menunjukkan bahwa citra merek dan faktor gaya hidup secara signifikan memengaruhi keputusan pembelian. Dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,577, kedua faktor tersebut secara simultan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian barang di toko barang bekas. Hal ini menunjukkan bahwa 57,7% keputusan belanja mahasiswa dipengaruhi oleh gaya hidup dan citra merek. Oleh karena itu, barang bekas tidak hanya menjadi pilihan yang lebih terjangkau, tetapi juga mencerminkan gaya hidup mahasiswa yang mengutamakan keberlanjutan dan identitas.