Hajijah Hajijah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH KONSENTRASI PELARUT ASAM SITRAT DAN SUHU PADA TAHAP DEMINERALISASI TERHADAP KARAKTERISTIK KITOSAN DARI LIMBAH KULIT UDANG VANNAMEI (LITOPENEUS VANNAMEI) Hajijah Hajijah; Nasrul ZA; Suryati Suryati; Meriatna Meriatna; Sulhatun Sulhatun
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 4 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i4.11116

Abstract

Kitosan merupakan senyawa varian senyawa kitin yang ditemukan dikulit banyak mengandung krustasea salah satunya yaitu udang. Pembuatan kitosan adalah proses yang paling sederhana dan efektif. Kitosan pada penelitian ini yang digunakan adalah kulit udang vannamei. Udang vannamei dapat dibuat kitosan karena mengandung senyawa kitin. penelitian dibuat untuk bertujuan mengkaji pelarut pengaruh konsentrasi asam sitrat dan suhu pada tahap demineralisasi proses dalam pembuatan kitosan dari limbah kulit udang vannamei. Parameter digunakan untuk membuat kitosan dari kulit udang vannamei. Parameter digunakan untuk mengkaji kadar air, rendemen, kelarutan,viskositas, derajat deastilasi, dan gugus fungsi. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya menggunakan HCL sebagai pelarut pada tahap demineralisasi dari konsentrasi 20%, 30%, 40% dan 50% dan suhu 400C, 500C,600C dan 700C. Pada penelitian ini digunakan konsentrasi pelarut asam sitrat dan suhu dari tahap demeniralisasi pada proses pembuatan kitosan. Hasil pengujian yang terbaik adalah pada konsentrasi pelarut asam sitrat 50% dengan suhu 700C yakni berupa kadar air air sebesar 0,03%, rendemen sebesar 0,25%, kelarutan sebesar 87,9%, viskositas sebesar 3,18%, derajat deastilasi (DD) sebesar 64,58%. Hasil uji FTIR diperoleh gugus fungsi amina ulur vibrasi pada gelombang 3251,98 cm-1, gugus asetamida ulur vibrasi pada gelombang 1660,71 cm-1 dan vibrasi ulur pada gelombang 1259,52 cm-1 menunjukkan pada gugus fungsi asam karboksilat.
Implementasi QRIS pada UMKM Lokal di Pusat Pemerintahan Wilayah Perbatasan Negara Hajijah hajijah; M. Irfani Hendri; Clara Jessica Melcie; Lucky Saputra; Muhammad Naufal Shofwan; Renditha Nerazzury
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 2 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i2.5279

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in promoting economic growth, particularly in border regions where digital literacy among business actors remains low. In Dalam Kaum Village, Sambas Regency, most MSMEs have not yet utilized digital payment systems such as QRIS due to limited understanding and lack of technical assistance. In fact, QRIS can improve transaction efficiency as it is easy to use, secure, and integrated with various digital wallets. This community service program was implemented in three stages: (1) identifying MSMEs that had not yet adopted QRIS, (2) providing assistance in creating DANA Business accounts to obtain QRIS, and (3) conducting post-implementation evaluations. A total of 15 MSMEs successfully obtained QRIS, with 80% of respondents stating that the system facilitated transactions and enhanced business professionalism. Reported benefits included faster transactions, more organized bookkeeping, and the elimination of the need for cash change. The results indicate that with proper guidance, MSMEs can adapt to digital payment technologies. Therefore, QRIS implementation should be continuously developed through collaboration among government, service providers, and academic institutions to strengthen MSME competitiveness in border areas.