Lalopua, Vonda M.N.
Patimura University

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : MAJALAH BIAM

KARAKTERISTIK NORI TIRUAN MENGGUNAKAN BAHAN BAKU ALGA Hypnea saidana DAN Ulva conglubata DARI PERAIRAN MALUKU Lalopua, Vonda M.N.
Majalah BIAM Vol 13, No 2 (2017): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.985 KB) | DOI: 10.29360/mb.v13i2.3529

Abstract

Perairan Indonesia tumbuh bemacam –macam spesies rumput laut dan berpeluang untuk  memproduksi nori. Nori adalah makanan diet dari Jepang yang memiliki kandungan nutrisi tinggi. Kualitas nori tergantung dari warna nori. Penelitian bertujuan untuk  mendeskripsi warna, mengetahui  tingkat kesukaan dan  kandungan  kimia  nori  yang dibuat dari rumput laut Hypnea  saidana, Ulva. conglubata dan kombinasi (H.saidana + U.conglubata). Metode penelitian yang digunakan  adalah metode percobaan pembuatan  nori menggunakan  cuka apel untuk memperoleh jenis nori kualitas tinggi  dilanjutkan dengan uji kesukaan sifat organoleptik dan analisa kandungan  gizi. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa kualitas  warna  nori  H.saidana  lebih baik Panelis lebih suka akan warna nori U.conglubata  sedangkan  nori kombinasi lebih disukai dari rasa ,aroma dan kenampakan. Nori H.saidana memiliki  kandungan  air sebesar 29,57 % , abu  20,41 %, protein 1,36 %,  serat kasar 4,09 %, mineral  kalsium 755,21 ppm dan besi 4,3 ppm
RENDEMEN EKSTRAK KASAR DAN FRAKSI PELARUT ALGA MERAH (Kappaphycus alvarezii Doty) Vonda M.N. Lalopua
Majalah BIAM Vol 16, No 1 (2020): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29360/mb.v16i1.5760

Abstract

Kappaphycus alvarezii merupakan alga merah tropis  yang memiliki peran dan aspek penting dalam perekonomian nasional. Sejumlah senyawa bioaktif terdapat pada alga namun belum banyak riset untuk eksplorasinya. Tujuan penelitian untuk mengetahui rendemen masa Kappaphycus alvarezii kering, rendeman ekstrak kasar metanol dan fraksi dari pelarut heksan, etil  asetat  serta  air.  Sampel  Kappaphycus  alvarezii berumur  30-40  hari  diambil  dari  lokasi budidaya Dusun Wael, Kabupaten Seram Bagian Barat, dan perairan di Sumenep pulau Madura. Sampel dikeringkan dan digiling halus hingga menjadi serbuk ukuran 100 mesh. Serbuk alga di rendam dengan methanol (1:3 b/v) selama 3 hari untuk berlangsung proses meserasi. Ekstrak kasar metanol dilarutkan dengan metanol 20 % kemudian difraksinasi menggunakan pelarut heksan, etil asetat dan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preparasi alga dengan pengeringan dan pembuatan serbuk menyebabkan susut masa berkisar 16 % dari berat alga segar. Rendemen ektrak metanol Kappaphycus alvarezii asal perairan Maluku 2 kali lebih tinggi (8,76 %) dari alga asal Madura (4,39%). Rendemen fraksi air lebih tinggi dari fraksi heksan dan etil asetat alga yang dikeringkan dengan oven vakum suhu 400C. 
KARAKTERISTIK NORI RUMPUT LAUT MERAH Hypnea saidana MENGGUNAKAN METODE PEMBUATAN BERBEDA DENGAN PENJEMURAN MATAHAR Vonda M.N. Lalopua
Majalah BIAM Vol 14, No 1 (2018): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.742 KB) | DOI: 10.29360/mb.v14i1.3890

Abstract

Sifat fisik dan kimia nori tergantung dari jenis rumput laut dan metode pembuatan. Komposisi kimia rumput laut berbeda  satu dengan lainnya dipengaruhi oleh spesies, lokasi dan habitat tempat tumbuh. Hypnea  sp termasuk kelompok alga merah penghasil karaginan, tumbuh alami dan terdistribusi luas di sejumlah perairan Indonesia. Hypnea sp memiliki nutrisi lengkap sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan nori. Tujuan penelitian adalah .Mempelajari sifat fisiko – kimia nori dari rumput laut H.saidana  yang dibuat dengan  metode berbeda dan Memperoleh metode pembuatan nori terbaik. 3 metode yang digunakan yaitu  A1). Metode Teddy, (2009). A2). Metode Wikipedia,(2012) dan A3).Metode Freile-Peleigrin et al, (2007). Nori dianalisis sifat fisik : warna,  tekstur, kenampakan, keseragaman pori, kekuatan  tarik dan  sifat kimia : kadar air, abu dan serat kasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembuatan nori berpengaruh terhadap karakteristik fisik kimia nori.  Nori dari Teddy (2009) menghasilkan wana  hijau kecoklatan meskipun tekstur rapuh. Semua nori memiliki  permukaan bergelombang dan  tekstur kasar. Rasa nori  tawar tanpa bumbu dengan  aroma asin dan  spesifik rumput laut. Nori dari Wikipedia (2012) menghasilkan pori terkecil, 0,1 cm dan  kuat tarik terbesar ,5,5 N. Kadar air nori berkisar 8,12-8,81 %, kadar abu 12,83%-14,61 %,serat kasar 1,05 -1,46 %.
KARAKTERISTIK NORI TIRUAN MENGGUNAKAN BAHAN BAKU ALGA Hypnea saidana DAN Ulva conglubata DARI PERAIRAN MALUKU Vonda M.N. Lalopua
Majalah BIAM Vol 13, No 2 (2017): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.985 KB) | DOI: 10.29360/mb.v13i2.3529

Abstract

Perairan Indonesia tumbuh bemacam –macam spesies rumput laut dan berpeluang untuk  memproduksi nori. Nori adalah makanan diet dari Jepang yang memiliki kandungan nutrisi tinggi. Kualitas nori tergantung dari warna nori. Penelitian bertujuan untuk  mendeskripsi warna, mengetahui  tingkat kesukaan dan  kandungan  kimia  nori  yang dibuat dari rumput laut Hypnea  saidana, Ulva. conglubata dan kombinasi (H.saidana + U.conglubata). Metode penelitian yang digunakan  adalah metode percobaan pembuatan  nori menggunakan  cuka apel untuk memperoleh jenis nori kualitas tinggi  dilanjutkan dengan uji kesukaan sifat organoleptik dan analisa kandungan  gizi. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa kualitas  warna  nori  H.saidana  lebih baik Panelis lebih suka akan warna nori U.conglubata  sedangkan  nori kombinasi lebih disukai dari rasa ,aroma dan kenampakan. Nori H.saidana memiliki  kandungan  air sebesar 29,57 % , abu  20,41 %, protein 1,36 %,  serat kasar 4,09 %, mineral  kalsium 755,21 ppm dan besi 4,3 ppm