Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

METODE PELAKSANAAN KONSTRUKSI DALAM PROYEK PEMBANGUNAN BALAI KESEHATAN IBU DAN ANAK (BKIA) RSUD PROVINSI SULAWESI UTARA Dandy Koropit; Fenny Moniaga
Jurnal Ilmiah Realtech Vol. 18 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Katolik De La Salle Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan di bidang pembangunan konstruksi di suatu daerah sangat pesat berbagai tuntutan ketersediaanya fasilitas sarana dan prasarana selama pelaksanaan proyek konstruksi tersebut dikerjakan dan dilaksanakan akan ada berbagai aktivitas pada setiap kegiatannya nanti yang saling terkait baik. Berbagai rangkaian aktivitas perlunya penggunaan cara atau metode metode yang praktis dan aman, penggunaan metode ini sangat berpengaruh pada penyelesaian suatu proyek. Melihat banyaknya faktor masalah pada setiap kegiatan diantaranya tidak teratur sistem manajemen proyek, faktor kualitas, jaminan mutu juga termasuk non teknis pelaksanaanya. Untuk itu dirumuskan bagaimana metode dan tahap-tahap pelaksanaan dari pekerjaan pembangunan atau proyek tersebut. Pada penelitian ini akan meninjau sejauh mana metode pelaksanaan konstruksi dalam proyek pembangunan Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA) RSUD Provinsi Sulawesi Utara.
ANALISA SISTEM MANAJEMEN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (SMK3) PROYEK KONSTRUKSI MENGGUNAKAN METODE HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT Fenny Moniaga; Vanda Rompis
Jurnal Ilmiah Realtech Vol. 15 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Katolik De La Salle Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52159/realtech.v15i2.43

Abstract

Perkembangan ekonomi dan pembangunan di Indonesia menuntut ketersediaan fasilitas penunjang kegiatan seperti bangunan fisik, seperti pabrik, perkantoran dan lainnya. Pada proses konstruksi berlangsung untuk menyelesaikan pembangunan dalam waktu yang telah disepakati bersama terdapat banyak pekerjaan yang berpotensi menyebabkan kecelakaan kerja. Untuk itu, dalam proses konstruksi diperlukan juga Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja terdapat juga dampak yang pengaruhnya cukup besar yaitu sumber bahaya kerja dapat berupa faktor fisik, kimia, biologis, serta mental psikilogis atau tindakan dari manusia sendiri merupakan penyebab terjadinya kecelakaan yang harus ditangani secara dini. Banyak perusahaan konstruksi memandang kecelakaan-kecelakaan sebagai hal yang kebetulan, tak terduga dan karena itu tidak termasuk dalam manajemen perusahaan konstruksi yang ingin mencegah kecelakaan di kemudian hari, untuk mengurangi kerugian dan kerusakan dan untuk meningkatkan efisiensi, harus memandang secara sistematis pada pola total kejadian kecelakaan. Dalam penelitian ini, untuk menjamin pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja dari pelaku konstruksi, sumber produksi, serta lingkungan kerja, maka perusahaan perlu dikembangkan management risk yang didasarkan pada identifikasi bahaya dan penilaian resiko dengan menggunakan metode HIRA (Hazard Identification and Risk Assesement ). Di analisis sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang pula dibatasi pada pekerjaan pemancangan di proyek pembangunan kantor PT. Jasa Marga. Semua jenis pekerjaan yang dilakukan memiliki bahaya yang berbeda juga. Pada proyek konstruksi kantor PT. Jasa Marga yaitu pekerjaan pemancangan, terdapat beberapa jenis bahaya yang dapat ditimbulkan pada saat melakukan pekerjaan. Bahaya yang ditimbulkan seperti tertimpa peralatan dan material, tersengat listrik dan sebagainya. Potensi bahaya dan resiko sesuai dengan analisa menggunakan metode HIRA sudah berada pada level Medium, High hingga Extreme. Potensi ini berkurang dengan adanya penerapan kontrol hirarki yang diterapkan oleh PT. Pacifik Nusa Indah. Untuk itu perlunya pengawasan dan tingkat pengendalian yang lebih baik.
ESTIMASI DURASI PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG DENGAN MICROSOFT PROJECT PADA PERENCANAAN GEDUNG TOURISM INFORMATION CENTRE TOMOHON Hence Roring; Fenny Moniaga
Jurnal Ilmiah Realtech Vol. 17 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Katolik De La Salle Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52159/realtech.v17i1.68

Abstract

Di dalam proses perencanaan proyek diperlukan metode penjadwalan untuk mengestimasi durasi waktu optimum pelaksanaan proyek untuk dapat menyelesaikan proyek tepat waktu, mutu dan biaya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menghitung perkiraan durasi waktu yang diperlukan dalam penyelesaian proyek konstruksi gedung berdasarkan desain rencana. Data diperoleh dari pihak konsultan perencana yang mengerjakan perencanaan proyek konstruksi gedung, data tersebut yaitu gambar (shop drawing), data rencana anggaran biaya pekerjaan (RAB), analisa harga satuan pekerjaan. Analisis penjadwalan dilakukan dengan aplikasi Ms-Project. Hasil analisis didapatkan bahwa total durasi pekerjaan 110 hari kalender, lebih cepat dari durasi pekerjaan yang tertuang dalam KAK perencanaan yaitu 120 hari kalender. Berdasarkan analisis disimpulkan bahwa penjadwalan dengan menggunakan Microsoft Project sangat membantu dan lebih cepat jika digunakan untuk melakukan analisis penjadwalan pada proyek gedung yang memiliki item pekerjaan cukup banyak. Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi pihak pemilik pekerjaan, konsultan perencana untuk melakukan penjadwalan dengan Microsoft Project sebagai alternatif tools yang dapat membantu efektifitas dan efisiensi waktu dalam proses penjadwalan proyek.
BATAKO GREEN MATERIAL I Gede Yohan Kafrain; Hence Roring; Fenny Moniaga
Rang Teknik Journal Vol 7, No 1 (2024): Vol. 7 No. 1 Januari 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/rtj.v7i1.4986

Abstract

In recent years, there has been a lot of development of wall materials derived from waste, such as husk ash waste, plastic bottle waste, plastic ore waste and fly ash waste. The aim of this research is to make bricks from plastic waste and fly ash waste but not using cement as a binder but using an alkali activator. By not using cement and using fly ash waste and plastic waste, this will reduce environmental pollution both due to cement production and plastic waste which has become a global problem. In this research, bricks were made by mixing plastic, fly ash and alkali activator as a binding agent. The mixture variations used are the ratio of plastic and fly ash with plastic content of 50%, 30% and 20%. In this research, the compressive strength of green material brick concrete was found to be 49.46 kg/cm2, 106.35 kg/cm2, and 125.29 kg/cm2 respectively. The weight of the green material bricks is 1.326 kg/cm3, 1.482 kg/cm3 and 1.502 kg/cm3. The water absorption of green material bricks is 8.29%, 6.49% and 5.36%. Based on SNI 03-0349-1989 green material bricks with a plastic content of 50% are included in quality III solid bricks, while those with plastic content of 30% and 20% are included in quality I solid bricksKeywords: Brick, Plastic, Fly Ash, Green Material