fitri sariningsih
STAI Al-Mas'udiyah Sukabumi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemetaan Model Penerapan Murabahah Di Perbankan Syariah: Analisis Terhadap Konsistensi Fiqih Muamalah Dan Implikasi Akad Wakalah Syamsurijal; fitri sariningsih
IQTISHOD: Jurnal Pemikiran dan Hukum Ekonomi Syariah Vol. 3 No. 1 (2024): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : STAI Al-Mas'udiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69768/ji.v3i1.42

Abstract

This study investigates the model of implementing murabahah contracts in Islamic financial institutions, focusing on consistency with the principles of muamalah fiqh and the implications of wakalah contracts. The research method used is descriptive and qualitative analysis of various legal documents, sharia literature, and field practices in Islamic banking. The results of this research show that there are three models of murabahah application in the Islamic banking industry. The first model followed muamalah fiqh consistently. The second model is almost similar to the first model, but there are differences related to direct ownership of goods from suppliers to customers and payments made directly by banks to sellers. While the third model involves customers in a Murabahah contract with the bank, while customers also make a wakalah contract to buy their own goods. The third model is currently widely discussed because the Murabahah contract is carried out without ownership of goods by the bank, even though ownership itself is a legal condition of murabahah according to DSN-MUI. In this finding, the murabahah contract and the wakalah contract are carried out simultaneously without the goods belonging to the bank first.
Prinsip Etika Bisnis Islami; Menggali Pemikiran Yahya Bin Umar Fitri Sariningsih; Nur Irmandi
IQTISHOD: Jurnal Pemikiran dan Hukum Ekonomi Syariah Vol. 3 No. 2 (2024): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : STAI Al-Mas'udiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69768/ji.v3i2.61

Abstract

Yahya bin Umar, seorang ulama abad ke-3 Hijriah dari mazhab Maliki, memainkan peran penting dalam merumuskan prinsip-prinsip etika bisnis Islami. Pemikirannya berfokus pada keadilan, kejujuran dan tanggung jawab sosial, dengan mengutamakan moralitas serta kesejahteraan masyarakat dari pada keuntungan materi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur, menganalisis karya utamanya, Ahkam al-suq, serta kajian modern terkait. Yahya bin Umar menekankan tiga prinsip utama: keadilan, transparansi dan tanggung jawab sosial, serta menolak monopoli, penimbunan dan penipuan. Ia juga menegaskan pentingnya peran pemerintah dalam keadilan pasar. Pemikirannya memberikan landasan moral yang kuat bagi praktik bisnis Islami pada masanya dan dapat memberikan panduan etis bagi pelaku bisnis pada masa selanjutnya.