Muhammad Babul Ulum
STAI Sadra Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ETIKA BELAJAR DALAM KITAB TA’LIM AL-MUTA‘ALLIM: TINJAUAN FILSAFAT PENDIDIKAN Suhendar Suhendar; Muhammad Babul Ulum
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2024): alfikrah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v4i2.687

Abstract

Penelitian ini membahas tentang etika belajar yang diajarkan dalam kitab Ta'lim al-Muta'allim kemudian ditinjau dari sudut padang filsafat pendidikan. Dalam proses belajar mengajar etika menjadi salah satu aspek yang sangat penting karena dapat menunjang keberhasilan belajar, namun pada kenyataannya, etika belajar telah banyak diabaikan bahkan ditinggalkan oleh banyak siswa saat ini. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Obyek penelitiannya yaitu Kitab Ta'lim al-Muta'allim. Penelitian ini menggunakan metode analisis dekriptif. Kesimpulan dari penelitian ini ditemukan bahwa etika yang terdapat dalam Kitab Ta'lim al-Muta'allim masuk dalam kategori etika normatif. Dalam hal ini az-Zarnuji menetapkan berbagai jenis etika belajar sebagai panduan yang harus dilakukan oleh peserta didik. Az-Zarnuji membuat rincian hal-hal yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan dalam belajar. Sehingga dengan demikian para peserta didik mendapatkan panduan untuk mencapai kebahagiaan tertinggi yaitu mendapatkan ridha Allah sebagai tujuan akhir dari kehidupan.
KONSEP KEADILAN DALAM POLIGAMI PERSPEKTIF AḤMAD MUṢṬAFA AL-MARᾹGHĪ Maswidya Widya; Muhammad Babul Ulum
AR ROSYAD: Jurnal Keislaman dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): Al-Qur'an And Culture Studies
Publisher : LPPM IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/arrosyad.v3i2.1165

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang konsep keadilan dalam poligami perspektif Aḥmad Muṣṭafa al-Marāghī dalam Tafsīr al-Marāghī terkait QS. An-Nisā’ ayat 3 dan 129 dan QS. At-Taghābun ayat 14. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji dan menganalisis lebih dalam terkait konsep keadilan dalam poligami serta implikasinya dengan berkiblat pada penafsiran Aḥmad Muṣṭafa al-Marāghī dalam Tafsīr al-Marāghī. Penelitian ini adalah penelitian dalam bentuk library research atau studi kepustakaan berjenis kualitatif dengan menggunakan metode tematik tokoh (mauḍū’i fī al-shakhṣ). Dalam analisis data, penelitian ini mengadopsi pendekatan deskriptif untuk menguraikan temuan dan hasil dari sumber-sumber yang telah dipelajari. Hasil analisa penulis adalah pertama, Aḥmad Muṣṭafa al-Marāghī mengatakan bahwa orang yang diizinkan untuk menikah lagi dengan lebih dari satu istri adalah orang yang percaya bahwa dia dapat berlaku adil dengan pasti. Kedua, keadilan hanya berlaku dalam hal-hal yang dapat dikendalikan oleh manusia, seperti kesetaraan dalam tempat tinggal, pakaian, dan sejenisnya. Ketiga, hal-hal yang tidak dapat dikendalikan seperti kecenderungan hati kepada salah satu istri bukan termasuk keadilan yang harus dipenuhi dalam poligami.   Kata Kunci: Aḥmad Muṣṭafa al-Marāghī, Poligami, QS. An-Nisa