ita rakhmawati, ita rakhmawati
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Ekonomi Desa Melalui Pengembangan Halal Tourism Berbasis One Village One Product (OVOP) ita rakhmawati, ita rakhmawati; Ahmad Ainun Naim
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, Bisnis Digital, Ekonomi Kreatif, Entrepreneur (JEBDEKER) Vol 3 No 1 (2022): Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56456/jebdeker.v3i1.147

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan halal tourism berbasis one village one product dalam rangka meningkatkan perekonomian desa pada Desa Wisata Terban. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data primer diperoleh melalui indepth interview dan participant observaction serta data sekunder diperoleh dari laporan serta dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulation meliputi triangulasi sumber, triangulasi teknik, triangulasi waktu. Metode analisis menggunakan analisis kualitatif oleh Miles dan Huberman meliputi tahap reduksi data (reduction), penyajian data (display) dan penarikan kesimpulan (conclusion drawing/verification). Hasilnya menunjukkan Desa Wisata Terban memiliki potensi destinasi unggulan berupa Situs Purbakala Patiayam, Sendang Pengilon, Roemah Jadoel, Gardu Pandang dan Patiayam Adventure. Setiap destinasi wisata memiliki distingsi komponen wisata berupa Attractions, Amenities, Accessibilities, Hospitality yang memperkuat keunggulan kompetitif dari setiap destinasi. Mendasarkan pada prinsip local but global (menggunakan dasar lokal tetapi mempunyai pandangan luas untuk mewujudkan globalisasi), self reliance and creativity (mendasarkan kemandirian, inisiatif dan kreativitas), human resource and development (mengembangkan SDM agar lebih mandiri dan kreatif) masyarakat, pemerintah maupun swasta bersama mewujudkan halal tourism baik pada sisi produk makanan, penginapan maupun biro perjalanan.
Manajemen Laba: Ditinjau dari Aspek Profitabilitas, Laverage, Ukuran Perusahaan, Kepemilikan Manjerial, dan Dewan Komisaris Atik Riyan, Atik Riyan; Ita Rakhmawati, Ita Rakhmawati
Velocity: Journal of Sharia Finance and Banking Vol 4 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/velocity.v4i2.9015

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen laba ditinjau dari aspek profitabilitas, leverage, ukuran perusahaan, kepemilikan manajerial, dan dewan komisaris pada perusahaan manufaktur food & beverage yang terdaftar di BEI Tahun 2020-2023. Sektor  food and beverage merupakan sektor manufaktur andalan  dalam memberikan sokongan yang besar bagi pertumbuhan dan perkembangan ekonomi nasional dan nilai investasi nasional. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari laporan tahunan. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Berdasarkan kriteria yang telah ditentukan, diperoleh 13 perusahaan dalam kurun waktu pengamatan selama empat tahun menjadi sampel penelitian. Analisis data menggunakan regresi data panel dengan program aplikasi eviews 12. Hasil penelitian mensimpulkan bahwa (1). Profitabilitas memiliki pengaruh positif terhadap manajemen laba. Hal tersebut bermakna semakin tinggi tingkat profitabilitas semakin besar pula potensi praktik manajemen laba. (2). Variabel leverage tidak memiliki pengaruh terhadap manajemen laba. Dengan demikian leverage dianggap bukan sebagai faktor penentu dalam manajemen laba. (3). Variabel ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap manajemen laba. Maknanya, laba dari berbagai ukuran dapat melakukan manajemen laba dengan cara yang sama, tanpa dipengaruhi oleh skala operasional atau total aset yang dimiliki.  (4). Variabel kepemilikan manajerial memiliki pengaruh negatif terhadap manajemen laba. Hal ini berarti semakin besar proporsi kepemilikan manajer, semakin rendah kemungkinan terjadinya manipulasi laba (5). Variabel dewan komisaris tidak memiliki pengaruh terhadap manajemen laba. Hal tersebut bermakna bahwa fungsi pengawasan yang dijalankan oleh dewan komisaris tidak efektif dalam mencegah praktik manajemen laba.