Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PPKN DI SMP NEGERI 32 BENGKULU UTARA Anisia Nur Mitha Sari; Muslih Hasibuan
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v3i1.4925

Abstract

Abstrak - Guru adalah suatu profesi yang terhormat dan mulia. Guru mengabdikan diri dan berbakti untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang beriman, bertakwa dan berakhlak mulia serta menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur, dan beradab. Guru bertanggung jawab mengantarkan siswanya untuk mencapai kedewasaan sebagai calon pemimpin bangsa pada semua bidang kehidupan. Tugas pelaksanaan tugas guru secara profesional dapat mewujudkan eksistensi bangsa dan negara yang bermakna, terhormat dan dihormati dalam pergaulan antar bangsa-bangsa di dunia ini. Peranan guru semakin penting dalam era globalisasi. Kompetensi guru merupakan seperangkat pengetahuan, ketrampilan dan perilaku yang harus dimiliki, di hayati, dikuasai, dan diakulasikan oleh guru dengan melaksanakan tugas utamanya yaitu mengajar. Hasil Penelitian menunjukkaan upaya meningkatkan kompetensi professional guru ppkn di SMP N 32 Bengkulu Utara. Guru yang berkompetensi berperan penting dalam keberhasilan pendidikan anak-anak walaupun dengan keadaan yang sekarang guru tersebut masih melakukan pendampingan terhadap anak, memberikan dorongan kepada anak agar anak tersebut masih memiliki motivasi belajar, memberikan vasilitas untuk belajar. Hasil deskripsi data sebelumnya juga sudah menunjukan bahwa kompetensi guru pendidikan pancasila dan kewarganegaraan dalam memberikan pembelajaran di SMPN 32 Kecamatan Giri Muliya meliputi:1.)Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan.2)Pemahaman terhadap peserta didik .3)Pengembangan kurikulum/ silabus. 4) perencanaan Pembelajaran. Guru tersebut sudah melakukan beberapa komponen diantaranya: a.)Guru Sebagai Pengajar. b)Guru Sebagai Pendidik. c )Guru Sebagai Administrator. d) Guru Sebagai Dinamisator. e) Guru Sebagai Evaluator Kompetensi guru pendidikan pancasila dan kewarganegaraan dalam memberikan pembelajaran PPKn di SMPN 32 Bengkulu Utara guru tersebut sudah mengetahui bagaimana guru dalam menyongsong keberhasilan pendidikan anak-anak. Kompetensi guru meliputi Kompetensi pedagogi ,kompetensi kepribadian, kopetensi sosial, Kompetensi profesioanalisme. Guru yang kompeten akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif , menyenangkan . Guru juga harus bisa memahami peserta didik dan memahami perkembangan pribadi siswa maka dari itu guru harus memiliki kompetensi guru Upaya sekolah dalam meningkatkan yaitu dengan mengadakan beberapa program pelatihan dan anjuran , diantaranya mentoring, super visi pembelajaran mengikuti kkg ( kelompok kerja guru ) , menganjurkan guru mengikuti MGMP dan lain sebagainya. Kata Kunci: Kompetensi, Profisional, Guru PKn
PERAN BANK SAMPAH DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN RUMAH TANGGA SEBAGAI WUJUD KESADARAN KEWARGANEGARAAN MASYARAKAT RT 07 KARANG INDAH Anisia Nur Mitha Sari; Romadhona Kusuma Yudha; Elfahmi Lubis; Amnah Qurniati; Heki Marzadi
Almaun: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/almaun.v6i1.10998

Abstract

Permasalahan sampah di RT 07 Karang Indah, Bengkulu, menunjukkan rendahnya partisipasi warga dalam pengelolaan bank sampah meskipun fasilitas telah tersedia. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dilaksanakan untuk mengoptimalkan pemanfaatan bank sampah sebagai sarana pengelolaan lingkungan sekaligus peningkatan pendapatan rumah tangga. Metode yang digunakan meliputi observasi awal untuk memahami kondisi lokal, sosialisasi pembuatan kompos dan pupuk organik, pelatihan teknis pengelolaan bank sampah, serta pendampingan, monitoring, dan evaluasi partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi warga dari sekitar 13% menjadi ±50% setelah sosialisasi dan pelatihan. Warga mampu memproduksi ±20 kg kompos dan pupuk cair yang dimanfaatkan untuk kebun rumah serta menambah kas bank sampah sebesar Rp500.000. Pendapatan tambahan rumah tangga berkisar Rp50.000–Rp75.000 per bulan, disertai lingkungan yang lebih bersih dan berkurangnya titik pembuangan liar. Program ini juga memperkuat solidaritas sosial, gotong royong, dan kesadaran warga terhadap pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan. Dengan demikian, bank sampah berperan ganda sebagai solusi pengelolaan sampah dan instrumen pemberdayaan ekonomi keluarga.
PANCASILA AND CHALLENGE GENERATION Z IN ERA DIGITAL Anisia Nur Mitha Sari; Romadhona Kusuma Yudha; Elfahmi Lubis; Joesa Wulandari
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 3 No. 3 (2026): Vol. 03 No. 3 Edisi Juli 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v3i3.2753

Abstract

Pancasila, US the fundamental ideology of the Indonesian nation, plays a central role in shaping the character and direction of national life. However, the rapid development of digital technology presents new challenges for the younger generation generation, particularly Generation Z, in internalizing Pancasila values. This generation lives technologically amidst advancements, a culture of globalization, and the rapid flow of information. US a result, there has been a shift in values, a decline in nationalism, and an increase in individualism and social polarization. This article aims to explain how Pancasila values can be re-actualized in the lives of Generation Z in the digital era. Through a qualitative descriptive approach and literature analysis, this article highlights the importance of Pancasila education, digital literacy, and the role of educational institutions in strengthening national character. The study's results indicate that collaboration between families, schools, and communities needs to be strengthened so that Pancasila is not only cognitively understood but also practiced in the social behavior of Generation Z.