Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisis Makna Upacara Tolak Balak di Desa Talang Tengah II Kecamatan Pematang Tiga Kabupaten Bengkulu Tengah Zulyan Zulyan; Muslih Hasibuan
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol 10, No 2 (2022): EQUILIBRIUM : JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.432 KB) | DOI: 10.26618/equilibrium.v10i2.7493

Abstract

Tradition is a habit of a group of people that is passed down from generation to generation, in which it contains the value of trust from the community itself. Each region has have different traditions, this shows that the Indonesian people are rich in culture, so the problem to be studied in this study is the analysis of the meaning of the rejection ceremony in Talang Tengah II village, Pematang Tiga District, Central Bengkulu Regency. In this study, a qualitative research method was used to describe the data regarding the ritual of the rejection ceremony in Talang Tengah II Village. To obtain correct information and data, the data collection technique in this study was carried out through interviews and direct observation of this ritual process. The validity of the data is checked, then the presentation and analysis of the data is carried out and then conclusions are drawn. The results of this study show that (1) The ritual of rejecting balance in Talang Tenga II Village has positive values, namely the value of trust, the value of togetherness and care for the environment. (2) The process of the rejection ceremony ritual is carried out at the village elder's house and led by a village elder who is trusted by the community, while the ritual equipment is prepared by the village maidens and the results of this ritual are distributed to the local community to be sprinkled on vehicles, plants and farm animals. (3) The form of preservation of the ritual of rejecting balance in Talang Tengah II village is carried out every year at the end of the year so that this tradition is maintained to this day.
PENTINGNYA PENDIDIKAN BAGI ANAK JALANAN Fetriani Fetriani; Zulyan Zulyan; Muslih Hasibuan; Eki Saputra; Amnah Qurniati
Batara Wisnu : Indonesian Journal of Community Services Vol. 2 No. 1 (2022): Batara Wisnu | Januari - April 2022
Publisher : Gapenas Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.789 KB) | DOI: 10.53363/bw.v2i1.69

Abstract

Everyone should get an education, whether rich or poor people. Education is one of the efforts that must be prepared to welcome a better future. The better the education we get, the better the lifestyle we feel. Unfortunately, there are still many Indonesian children who do not get an education. Poverty, lack of parental responsibility and laziness are factors that cause a child to not get an education. Not getting an education decided them to go down and make a living on the street. These children are what we usually called as street children. In this regard, it is important to conduct coaching activities for these children through counseling, by explaining the importance of education for street children
Sosialiasasi Perlindungan Hukum bagi Pengguna Pinjaman Online Wellyana Wellyana; Septina Lisdayanti; Muslih Hasibuan; Amnah Qurniati; Zulyan Zulyan
Batara Wisnu : Indonesian Journal of Community Services Vol. 2 No. 2 (2022): Batara Wisnu | Mei - Agustus 2022
Publisher : Gapenas Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53363/bw.v2i2.95

Abstract

The rapid development of technology and entering the 5.0 era has a very big influence on human life in various fields. Financial Technology is the use of technology in the financial system that produces new products, services, technology, and or business models and can have an impact on monetary stability, financial system stability, and/or efficiency, smoothness, security, and reliability of the payment system. One form of fintech is Peer to peer lending, which is an information technology-based lending and borrowing service between Recipients and Lenders, or online mutual cooperation funding, also known as online loans. The rise and proliferation of online loan companies indirectly makes people more tempted because the procedures offered are so easy even though the online loan interest is much higher than the bank. In connection with this, it is important to hold coaching activities for these community members through socialization or counseling. Explaining the socialization of legal protection for online loan users
Penyuluhan Dampak Negative Gadget Bagi Anak-Anak Fetriani Fetriani; Zulyan Zulyan; Eki Saputra; Muslih Hasibuan; Septina Lisdayanti
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 2, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.677 KB) | DOI: 10.54314/jpstm.v2i1.872

Abstract

Abstract: The problem faced by the children of Bumi Sari village is the excessive use of gadgets. For this reason, one of the efforts that can be done is to conduct counseling on the Impact of Negative Gadgets for Children in Bumi Sari Village, Ujan Mas District, Kepahiang Regency. This is an effort that can be done so that children gain knowledge about the impact of excessive use of gadgets. This activity was carried out at the UMB Student Community Service Secretariat in Bumi Sari Village. This event is Followed by 20 participants consisting of children and adolescents. The counseling activity discussed the Negative Impact of Gadgets on the Development of Children's Language Skills. Discussion and Questions and Answers are a form of activity carried out during the extension. Participants had very high enthusiasm during this counseling event, from the beginning to the end of the event. Keywords: Counseling; children; gadgetsAbstrak: Permasalahan yang dihadapi oleh anak-anak desa Bumi Sari adalah penggunaan gadget secara berlebihan. Untuk itu salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah melakukan penyuluhan mengenai Dampak Negative Gadget Bagi Anak-Anak didesa Bumi Sari Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang. Ini merupakan upaya yang bisa dilakukan agar anak-anak mendapatkan pengetahuan tentang dampak penggunaan Gadget secara berlebihan. Kegiatan ini dilakukan di Sekre KKN Mahasiswa UMB di desa Bumi Sari. Diikuti sebanyak 20 peserta yang terdiri dari anak-anak dan remaja. Kegiatan penyuluhan membahas tentang Dampak Negatif Gadget Terhadap Perkembangan Kemampuan Berbahasa Anak. Diskusi dan Tanya jawab adalah bentuk kegiatan yang dilakukan selama penyuluhan berlangsung. Peserta memiliki antusias yang sangat tinggi selama mengikuti acara penyuluhan ini, mulai dari awal sampai akhir acara.Kata kunci: Anak-anak; gadget; penyuluhan
AKTUALISASI PANCASILA DAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA DI KOTA BENGKULU Muslih Hasibuan
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 1 No. 1 (2021): JUPANK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktualisasi  Pancasila dan kerukunan umat beragama di Kota Bengkulu. Penelitian ini merupakan penelitian studi kepustakaan. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah data sekunder. Teknik dan instrumen pengumpulan data dalam penelitian atau kajian ini menggunakan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang diterapkan dalam penelitian atau kajian ini sendiri adalah dengan menggunakan teknik analisis data induktif, yang merupakan sebuah penarikan kesimpulan dari fakta nyata di lapangan sesuai dengan data sekunder yang diperoleh. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menggunakan reduksi data, model data, serta penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pertama Pembangunan Nasional seyogyanya dirancang dengan berpegang  teguh/konsisten terhadap Aktualisasi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari baik dalam bermasyarakat, berbangsa maupun bernegara. Kedua, kita sudah harus mulai menanamkan dan mengaktualisasikan tentang “menghargai” dan “menghormati” terhadap kebhinnekaan, Istilah “menghargai” dan “menghormati” pada dasarnya bukanlah istilah yang jarang dipakai. Ketiga, Nasionalisme/Kerukunan Nasional/Integrasi Nasional/Aktualisasi Pancasila haruslah menjadi identitas bangsa dengan menjauhkan/mengkikis habis penyakit mental bangsa akibat penjajahan Kolonial yaitu suka mengadu domba, mudah di adu domba, Westernisasi dan Inkonsistensi.   Kata Kunci: Pancasila, aktualisasi Pancasila, kerukunan umat beragama
Upaya Menghindari Konflik Sosial Dalam Konsep Ketahanan Nasional Dan Kegiatan Karang Taruna Talang Permai (KTTP) Talang Kering Pematang Gubernur Muslih Hasibuan; zulyan zulyan
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 1 No. 2 (2021): JUPANK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak                        Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya menghindari konflik sosial dalam konsep ketahanan nasional dan kegiatan Karang Taruna Permai (KTTP) Talang Kering Pematang Gubernur. Penelitian ini merupakan penelitian studi kepustakaan. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah data sekunder. Teknik dan instrumen pengumpulan data dalam penelitian atau kajian ini menggunakan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang diterapkan dalam penelitian atau kajian ini sendiri adalah dengan menggunakan teknik analisis data induktif, yang merupakan sebuah penarikan kesimpulan dari fakta nyata di lapangan sesuai dengan data sekunder yang diperoleh. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menggunakan reduksi data, model data, serta penarikan kesimpulan.                        Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pertama, perlawanan bersenjata yang terdiri atas bala nyata yang merupakan kekuatan TNI yang selalu siap dan dibina sebagai kekuatan cadangan serta bala potensial, yaitu POLRI dan RATIH yang funmgsinya adalah sebagai WANRA. Kedua, perlawanan tidak bersenjata yag terdiri dari RATIH yang berfungsi sebagai TIBUM,LINRA,KAMRA DAN LINMAS. Ketiga, komponen pendukung perlawanan bersenjata dan tidak bersenjata sesuai dengan bidang profesi masing-masing dengan memanfaatkan semua sumber daya nasional, sarana dan prasarana serta perlindungan masyarakat terhadap bencana perang dan bencana lainnya. Jadi, ketahanan nasional merupakan sikap, maka khusus anak-anak Karang Taruna yang lebih efektif adalah melaksanakan upaya peningkatan proses belajar dan latihan kepemimpinan. Sehingga, akan membentuk karang taruna yang memiliki sikap partisipatif dalam menumbuhkan daya tahan bangsa. Kata Kunci: Konflik Sosial, Ketahanan Nasional, Karang Taruna
Pengaruh Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) Dalam Mata Pelajaran Pkn Terhadap Perilaku Siswa Kelas VIII Di SMP Negeri 1 Unggul Lahat Selatan Nurul Munfarida; Muslih Hasibuan
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini berlatar belakang karena peneliti ingin mengetahui adakah pengaruh Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning dalam Mata Pelajaran PKn terhadap Perilaku Siswa kelas VIII di SMP N 1 Unggul Lahat Selatan. Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) untuk mengetahui kondisi bagaimana pelaksanaan model pembelajaran CTL; 2) untuk mengetahui kondisi perilaku siswa; 3) untuk membuktikan adakah pengaruh Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning dalam Mata Pelajaran PKn terhadap Perilaku Siswa kelas VIII di SMP N 1 Unggul Lahat Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat kuantitatif dengan menggunakan metode survey dengan sampel berjumlah 27 siswa di kelas VIII4 dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket selanjutnya data tersebut di analisis menggunakan rumus Analisis Regresi Linear Sederhana, uji t dan uji determinasi untuk mengetahui seberapa besar pengaruhnya dan signifikasinya. Setelah melakukan penelitian dan menganalisis data maka dapat disimpulkan bahwa: 1) pelaksanaam model pembelajaran CTL siswa telah diterapkan dengan baik di kelas VIII dengan kriteria sedang yaitu 20 orang siswa atau 74,08%; 2) perilaku siswa kelas VIII dinyatakan baik sebanyak 16 orang siswa atau 59,260% ; 3) hasil penelitian ini Y = 16,677 + 0,505X. Berdasarkan hasil penelitian koefisien regresi (uji t) menunjukkan bahwa nilai thitung sebesar 2,912 dan nilai ttabel 2,056 atau thitung > ttabel, sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Hal ini dapat disimpulkan bahwa bahwa terdapat pengaruh signifikan antara variabel model pembelajara CTL (X) terhadap perilaku siswa (Y). Sedangkan dalam koefisien determinasi (r2) diketahui nilai koefisien sebesar 0,503. Hal ini mengasumsukan bahwa pengaruh model pembelajaran CTL terhadap perilaku siswa sebesar 25,3%, sedangkan sisanya 74,7% dipengaruhi faktor lain diluar penelitian ini. Hal ini menunjukkan ada pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran CTL terhadap perilaku siswa kelas VIII di SMP N 1 Unggul Lahat Selatan. Diharapkan guru selalu membimbing siswa nya dalam pembentukan, pemahaman dan penerapan akidah dan akhlak siswa karena guru adalah salah satu faktor yang sangat mempengaruhi pembentukan perilaku siswa. Kata Kunci: Model Pembelajaran CTL, Mata Pelajaran PKn, Perilaku Siswa
UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PPKN DI SMP NEGERI 32 BENGKULU UTARA Anisia Nur Mitha Sari; Muslih Hasibuan
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v3i1.4925

Abstract

Abstrak - Guru adalah suatu profesi yang terhormat dan mulia. Guru mengabdikan diri dan berbakti untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang beriman, bertakwa dan berakhlak mulia serta menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur, dan beradab. Guru bertanggung jawab mengantarkan siswanya untuk mencapai kedewasaan sebagai calon pemimpin bangsa pada semua bidang kehidupan. Tugas pelaksanaan tugas guru secara profesional dapat mewujudkan eksistensi bangsa dan negara yang bermakna, terhormat dan dihormati dalam pergaulan antar bangsa-bangsa di dunia ini. Peranan guru semakin penting dalam era globalisasi. Kompetensi guru merupakan seperangkat pengetahuan, ketrampilan dan perilaku yang harus dimiliki, di hayati, dikuasai, dan diakulasikan oleh guru dengan melaksanakan tugas utamanya yaitu mengajar. Hasil Penelitian menunjukkaan upaya meningkatkan kompetensi professional guru ppkn di SMP N 32 Bengkulu Utara. Guru yang berkompetensi berperan penting dalam keberhasilan pendidikan anak-anak walaupun dengan keadaan yang sekarang guru tersebut masih melakukan pendampingan terhadap anak, memberikan dorongan kepada anak agar anak tersebut masih memiliki motivasi belajar, memberikan vasilitas untuk belajar. Hasil deskripsi data sebelumnya juga sudah menunjukan bahwa kompetensi guru pendidikan pancasila dan kewarganegaraan dalam memberikan pembelajaran di SMPN 32 Kecamatan Giri Muliya meliputi:1.)Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan.2)Pemahaman terhadap peserta didik .3)Pengembangan kurikulum/ silabus. 4) perencanaan Pembelajaran. Guru tersebut sudah melakukan beberapa komponen diantaranya: a.)Guru Sebagai Pengajar. b)Guru Sebagai Pendidik. c )Guru Sebagai Administrator. d) Guru Sebagai Dinamisator. e) Guru Sebagai Evaluator Kompetensi guru pendidikan pancasila dan kewarganegaraan dalam memberikan pembelajaran PPKn di SMPN 32 Bengkulu Utara guru tersebut sudah mengetahui bagaimana guru dalam menyongsong keberhasilan pendidikan anak-anak. Kompetensi guru meliputi Kompetensi pedagogi ,kompetensi kepribadian, kopetensi sosial, Kompetensi profesioanalisme. Guru yang kompeten akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif , menyenangkan . Guru juga harus bisa memahami peserta didik dan memahami perkembangan pribadi siswa maka dari itu guru harus memiliki kompetensi guru Upaya sekolah dalam meningkatkan yaitu dengan mengadakan beberapa program pelatihan dan anjuran , diantaranya mentoring, super visi pembelajaran mengikuti kkg ( kelompok kerja guru ) , menganjurkan guru mengikuti MGMP dan lain sebagainya. Kata Kunci: Kompetensi, Profisional, Guru PKn
Penerapan Nilai-Nilai Pancasila Dalam Perubahan Karakter Siswa-Siswi Di SDN 78 Rejang Lebong Lutfi Hafifa Wadania; Elfahmi Lubis; Wellyana; Muslih Hasibuan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pancasila sebagai pedoman dan sumber utama dalam pembangunan bangsa harus mendapatkan perhatian secara serius mengingat Pancasila adalah cerminan diri bangsa sehingga sudah sepatutnya warga Indonesia menerapkan nilai pancasila dalam kehidupan, salah satu jalan utamanya yakni melalui dunia pendidikan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman nilai-nilai Pancasila dalam perubahan karakter, dimana sasaran dalam pengabdian ini dikhususkan bagi siswa-siswi SDN 78 Rejang Lebong. Metode pelaksanaan pengabdian ini dilakukan dengan sosialisasi, observasi, dokumentasi, dan pendampingan oleh para siswa-siswi. Tempat pelaksanaan pengabdian ini dilakukan di SDN 78 Rejang Lebong, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong. Hasil pengabdian ini menjadikan siswa-siswi dapat memahami bahwa pentingnya nilai-nilai pancasila dalam perubahan karakter,dan memiliki pemahaman yang semakin baik setelah adanya program pengabdian  yang telah terlaksanakan.
Pojok Literasi di SDN 47 Desa Bajak 1 untuk Menumbuhkan Minat Baca Siswa Kelas 4 Setri Yani; Elfahmi Lubis; Wellyana; Muslih Hasibuan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan membaca menjadi salah satu aspek yang tidak dapat dipisahkan dalam proses belajar mengajar. Membaca menjadi pintu masuk informasi berupa ilmu pengetahuan, masing-masing siswa memiliki minat baca yang beragam. Minat tersebut tentunya berdampak pada kemampuan untuk mamhami apa informasi yang ada pada bacaan dan tulisan. Perlu adanya pembiasaa pada siswa SD untuk meningkatkan minat baca siswa. Pojok Literasi yang berada di dalam kelas menjadi bagian integral yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan belajar mengajar. Subjek penelitian ini siswa kelas 4 SDN 47 desa bajak 1. Data yang diperoleh kemudan dianalisis secara kualiatif menujukkan bahwa, pertama pojok literasi menjadi penekanan serius terhadap kegiatan pembiasan membaca yang sebelumnya sudah dilakukan sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Kedua pemanfaatan pojok literasi yang dapat dimanfaatkan setiap hari didapatkan dapat meningkatkan minat baca siswa, hal ini didasarkan pada hasil pengukuran dengan angket