Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Status Anak Luar Nikah (Judicial Activism Mahkamah Konstitusi dalam Putusan Nomor 46/PUU-VII/2010 Perspektif Mashlahah Izzuddin bin Abdissalam) Mahbub Ainur Rofiq; Tutik Hamidah
ISLAMITSCH FAMILIERECHT JOURNAL Vol 2 No 02 (2021): Islamitsch Familierecht Journal
Publisher : Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/ifj.v2i02.2014

Abstract

Terbitnya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 46/PUU-VII/2010 menimbulkan polemik hukum, khususnya dalam pemikiran hukum Islam. Berbagai macam dukungan menyeruak ke permukaan, namun tidak sedikit pula kecaman dari kalangan ahli. Bahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) turut memberikan kritik tajam dengan mengeluarkan fatwa Nomor 12 Tahun 2012 sebagai respon atas putusan tersebut. Hal ini karena Mahkamah Konstitusi (MK) dianggap membuat hukum syariah sendiri dan melampaui kapasitasnya dengan melegalkan nasab anak yang lahir dari hubungan luar nikah kepada orang tua biologisnya. Berangkat dari persoalan di atas, maka penulis ingin menelaah kembali putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 46/PUU-VII/2010 dengan menggunakan pisau analisis teori mashlahah Izzuddin Bin Abdissalam. Penelitian ini adalah penelitian hukum Islam normatif dengan menggunakan metode penelitian literer (library research). Karena itu, penulis hendak menelaah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) putusan Nomor 46/PUU-VII/2010 tentang status anak di luar nikah dengan kacamata teori mashlahah Izzuddin bin Abdissalam. Adapun hasil penelitian ini, yaitu: Pertama, putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengandung mashlahah, utamanya bagi nasib dan masa depan seorang anak sebagai korban hubungan di luar nikah. Kedua, Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam tinjauan teori mashlahah -Izzuddin bin Abdissalam- merupakan mashlahah majazi (faktor pendorong) terwujudnya mashlahah haqiqiyyah (kebahagiaan bagi anak).
Kajian Ayat-Ayat Syifa dalam Perspektif Tafsir dan Implementasinya dalam Pengobatan Ruqyah Sismanto; Tutik Hamidah
Studia Quranika Vol. 6 No. 2 (2022): January
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research used qualitative phenomenology. The data were collected by interview and documentary techniques. Determination of informants using purposive sampling consisting of the chairman, secretary, and practitioner members who are members of Jam’iyah Ruqyah Aswaja (JRA). The data obtained was analyzed directly and interpreted by the stages of presenting text, messages, instructions, and information. The research results reveal that; (1) there are six syifa verses contained in the Qur'an that can heal people who are sick. The syifa verses are found in the Quran letter At-Taubah (9) :14, Fussilat (41): 44, Yunus (10) :57, An-Nahl (16) : 69, Al-Israa (17): 82, and Asy-Syu'araa (26): 80, (2) Hadith and atsar friends related to the syifa verses contained in the hadith of the book of Bukhari number 5301 and 5309. Based on the path of transmission, the two traditions are agreed to be true traditions even though in the text there are differences but in meaning it has the same substance and (3) Treatment of ruqyah using syifa verses is carried out by reciting verses of the Quran and blowing it to the patient and through the medium of water.