Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Kemandirian Anak Dalam Memasuki Usia Sekolah Dasar: Pentingnya Pembentukan Karakter Sejak Dini Ruri Handayani; Eka Putri Amelia Surya; Maghriza Novita Syahti
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 2 No. 2 (2024): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemandirian anak memainkan peran krusial dalam perkembangan mereka, khususnya ketika memasuki usia sekolah dasar. Kemandirian tidak hanya mencakup kemampuan fisik untuk melakukan tugas-tugas sehari-hari secara mandiri, tetapi juga melibatkan pengembangan keterampilan sosial, emosional, dan kognitif yang penting untuk kesuksesan akademik dan kehidupan sehari-hari. Peran orang tua, lingkungan sosial, dan sekolah dalam mendukung kemandirian anak juga dibahas secara mendalam. Artikel ini juga menggambarkan pendekatan praktis untuk mengembangkan kemandirian anak, termasuk penggunaan metode pembelajaran aktif seperti pembelajaran berbasis masalah dan proyek, serta implementasi pembelajaran sosial dan emosional untuk memperkuat keterampilan manajemen diri dan interaksi sosial. Tantangan seperti overprotectiveness orang tua dan kurangnya dukungan dari lingkungan sosial dan sekolah juga dibahas, menekankan pentingnya kerjasama antara orang tua, guru, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung bagi perkembangan kemandirian anak. Dengan demikian, artikel ini memberikan pandangan komprehensif tentang bagaimana kemandirian anak pada usia sekolah dasar dapat diperkuat melalui pendekatan yang holistik dan terintegrasi.
Perlunya Komunikasi Dalam Tim Kerja Remote Working: Telaah Dimensi Eka Putri Amelia Surya; Maghriza Novita Syahti
Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Sosial Politik Vol. 1 No. 3 (2024): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jiksp.v1i3.782

Abstract

Remote working atau remote work adalah salah satu istilah yang muncul di dunia kerja. Fleksibilitas yang ditawarkan oleh remote working membuka peluang bagi para pekerja untuk mengatur jadwal kerja mereka dengan lebih efektif. Remote working adalah pekerjaan yang dilakukan oleh para karyawan di luar kantor utama yang dioperasikan oleh perusahaan. Meski tampak sangat menarik dengan model kerja remote yang mempunyai kebebasan sepenuhnya, namun ada beberapa kekurangan dari model kerja remote, yaitu salah satunya adalah kendala untuk berkoordinasi dan berkomunikasi dengan rekan tim sehingga kinerja terasa kurang optimal, dan lain sebagainya. Tujuan dari study ini untuk melihat komunikasi yang efektif dalam tim kerja remote working. Komunikasi menjadi aspek terpenting dalam sistem kerja apapun, termasuk juga remote working. Di dalam setiap kegiatan komunikasi sudah dapat dipastikan akan menghadapi berbagai hambatan. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kendala komunikasi dalam tim kerja ketika remote working perlu menentukan ekspektasi yang jelas tentang yang diharapkan dari komunikasi tersebut, tentukan tujuan komunikasinya sehingga bisa menentukan intensitas komunikasi terkait pencapaian tujuan ini efektifnya seberapa banyak, menetapkan batasan di rumah yang dapat dipahami oleh seluruh anggota keluarga, dan tahu waktu untuk memulai dan mengakhiri pekerjaan sehingga keluarga di rumah tidak merasa tersisihkan akibat pekerjaan. Bekerja dalam tim harus mampu mengkomunikasikan pekerjaan dengan rekan kerja dalam tim.
Reducing stress among new boarding school students: The impact of Al-Qur'an reading intensity analyzed through expert systems and PHP Musyandi, Angga Zulfa; Dahrul, Annida; Handayani, Ruri; Syahti, Maghriza Novita; Lindriani, Nofita; Huda, Azizatul
Nusantara Journal of Behavioral and Social Science Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/202451

Abstract

This study investigates the impact of Al-Qur'an reading intensity on stress reduction among new students at Insan Scholar Boarding School, utilizing an expert system and PHP methods. Employing an experimental design and quantitative data analysis, this study compares stress levels before and after the implementation of an intensive Quran reading intervention. The data collection instrument uses a psychological scale, namely the DASS stress scale (Depression Anxiety own scale) adapted from the character lovibond & lovibond. Results indicate a significant decrease in stress levels among participants engaged in Quran reading activities compared to those who did not participate. These findings underline the importance of spiritual practices in stress management and suggest integrating Quran reading activities into mental health programs in educational environments. The study offers new insights into the application of spiritual methods alongside information technology to support students' psychological well-being, contributing significantly to stress management practices in similar educational settings. The implications of this research emphasize the need to recognize and integrate the spiritual dimension as a crucial component in stress reduction programs, as well as the potential for information technology applications to facilitate spiritual activities.
Strategi Sandwich Generation Dalam Menjalankan Perannya Syahti, Maghriza Novita; Surya, Eka Putri Amelia; Handayani, Ruri; Putri, Roza Elamanika; Lindriani, Nofita
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 3 No. 5 (2025): Maret - April
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jishs.v3i4.2629

Abstract

Generasi sandwich merujuk pada individu yang memiliki tanggung jawab finansial terhadap dua generasi, yaitu orang tua dan anak-anak mereka. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Dorothy A. Miller pada tahun 1981. Generasi sandwich menghadapi tantangan besar dalam menyeimbangkan pekerjaan, pengasuhan anak, serta perawatan orang tua yang menua. Fenomena ini banyak terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia, di mana sekitar 48,7% masyarakat produktif (25-45 tahun) masuk dalam kategori ini. Beban finansial yang tinggi, meningkatnya biaya hidup, serta tekanan sosial menjadikan generasi sandwich rentan terhadap stres, kelelahan fisik, dan gangguan psikologis. Mereka juga menghadapi konflik peran yang berdampak pada kehidupan pribadi, keluarga, dan karier. Ada tiga jenis utama generasi sandwich: Traditional Sandwich Generation, Club Sandwich Generation, dan Open-Faced Sandwich Generation, yang berbeda berdasarkan jumlah tanggungan yang mereka miliki. Beberapa faktor yang menyebabkan munculnya generasi sandwich antara lain kegagalan pola asuh, kurangnya perencanaan keuangan jangka panjang, serta budaya yang menganggap anak sebagai investasi masa depan. Untuk mengatasi tantangan ini, individu dapat melakukan perencanaan keuangan yang lebih baik, membangun komunikasi yang asertif dengan keluarga, serta mencari dukungan sosial. Selain itu, strategi untuk memutus rantai generasi sandwich meliputi manajemen keuangan yang bijak, investasi, pengurangan gaya hidup konsumtif, serta memperbaiki relasi antar generasi. Meskipun generasi sandwich menghadapi berbagai tantangan, peran ini juga dapat membangun ketangguhan dan memberikan nilai sosial serta spiritual yang tinggi, terutama dalam konteks budaya Indonesia yang menjunjung tinggi gotong royong dan kekeluargaan.
Quarter Life Crisis: Strategi Untuk Sukses Dan Personal Growth Syahti, Maghriza Novita; Surya, Eka Putri Amelia; Handayani, Ruri
Jurnal Ekonomika Dan Bisnis (JEBS) Vol. 4 No. 4 (2024): Juli-Agustus
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jebs.v4i4.1911

Abstract

This assessment process aims to diagnose problems that occur in the General and Personnel Subdivision. The subjects involved in this study amounted to 4 people consisting of the Secretary of the Regional Civil Service Agency, the Head of the General and Personnel Sub-Division, and the Employees of the General and Personnel Sub-Division. The assessment method used is interviews and document studies. Based on the results of the analyst, it was found that problems related to the performance of the General and Personnel Sub Division are related to the lack of competence of leaders. This is related to managerial competence and personal competence, so that the work does not look optimal. In addition, there is dissatisfaction among group members due to the lack of interpersonal skills possessed by leaders.