Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PERBEDAAN KADAR KARBOHIDRAT NASI MENGGUNAKAN METODE LUFF SCHOORL Anisa Sulistya Ningrum; Zihan Nur Angraini; Dian Rahmawati; Muh. Amir Masruhim
Dalton : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/dl.v7i2.14448

Abstract

Karbohidrat merupakan salah satu bahan makanan utama yang diperlukan oleh tubuh. Beras merupakan makanan yang banyak mengandung karbohidrat dan juga merupakan sumber gula bagi penderita diabetes, sehingga sebaiknya dibatasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan karbohidrat pada nasi yang diperoleh dari berbagai perlakuan dengan menggunakan metode Luff Schoorl. Hasil penelitan menunjukkan pada sampel nasi tanpa perlakuan memiliki kadar karbohidrat sebesar 0,016%, sedangkan sampel nasi yang mengandung daun pandan memiliki kadar karbohidrat sebesar 0,014%, dan sampel nasi yang mengandung minyak kelapa memiliki kadar karbohidrat sebesar 0,011%. Dari hasil menunjukkan bahwa perbedaan kadar karbohidrat pada sampel tidak menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan.
Pengaruh Penilaian Kinerja Guru, Motivasi , dan Kompetensi Pedagogik Terhadap Kinerja Guru SMKN 1 Kongbeng Indah Ratna Purwanti; Yustina Romaida Efrianti Br Situmorang; Muh. Amir Masruhim; Warman Warman; Dwi Nugroho Hidayanto
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 11 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i11.8801

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penilaian kinerja guru, motivasi kerja, dan kompetensi pedagogik terhadap kinerja mengajar guru dan tenaga kependidikan di SMKN 1 Kongbeng. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan eksplanatori melalui survei kuesioner skala Likert kepada seluruh populasi (sampling jenuh) berjumlah 32 responden. Instrumen dinyatakan valid (r_hitung > r_tabel) dan reliabel (Cronbach’s Alpha 0,86–0,91). Uji asumsi klasik menunjukkan data memenuhi normalitas, bebas multikolinearitas (VIF 1,406–1,557), bebas heteroskedastisitas, serta tidak terdapat autokorelasi (DW 1,921). Analisis regresi linier berganda menghasilkan persamaan Y = 5,214 + 0,321X1 + 0,287X2 + 0,402X3, dengan koefisien determinasi R² = 0,619 yang mengindikasikan 61,9% variasi kinerja mengajar dijelaskan oleh ketiga variabel independen. Uji parsial (t) menunjukkan penilaian kinerja (β=0,321; p=0,011), motivasi kerja (β=0,287; p=0,013), dan kompetensi pedagogik (β=0,402; p=0,003) berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja mengajar. Uji simultan (F=18,742; p<0,001) menegaskan pengaruh bersama yang signifikan. Temuan menempatkan kompetensi pedagogik sebagai prediktor terkuat, diikuti penilaian kinerja dan motivasi kerja. Implikasi praktisnya, sekolah perlu memperkuat sistem penilaian kinerja yang akuntabel, program peningkatan motivasi, serta pelatihan pedagogik berbasis kebutuhan untuk mengakselerasi mutu pembelajaran kejuruan.