p-Index From 2021 - 2026
0.751
P-Index
This Author published in this journals
All Journal PENABIBLOS Berbakti
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : PENABIBLOS

DEKADENSI MORAL PADA SPIRITUALITAS ANAK REMAJA KRISTEN DI ERA DIGITAL Lydia Weniati Augustiana; Ida Lestari
JURNAL PENABIBLOS Vol. 15 No. 1 (2024): JURNAL PENABIBLOS (JPS)
Publisher : Universitas Kristen Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This descriptive research aims: First, to explain the important points related to the factors that influence the moral and spiritual decadence of Christian teenagers. Second, to explain the Bible's record of the spiritual moral decadence of mankind. The type and method used is qualitative research with descriptive methods with library data sources. The results of this research are: First, the factors that influence the moral and spiritual decadence of Christian teenagers, namely: Changes in the political field, population explosion and urbanization, the rise of world religions. Both moral decadences are found in the Biblical record (Gen. 19-Sodom and Gomorrah; Gen. 6-8 in the time of Noah). Third, efforts to deal with the moral decadence of Christian teenagers are a new birth through the work of Jesus, emphasizing spiritual values and life, responding wisely to the era of digitalization.
SPIRITUALITAS KRISTEN: SEBUAH PERSPEKTIF ALKITABIAH YANG INERAN Lydia Weniati Augustiana
JURNAL PENABIBLOS Vol. 15 No. 2 (2024): JURNAL PENABIBLOS (JPS)
Publisher : Universitas Kristen Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61179/jurnalpenabiblos.v15i2.622

Abstract

Spiritualitas selalu menghubungkan pemahaman orang terkait dengan dua objek penting yaitu positif dan negatif. Spiritualitas dalam pengertian positif menekankan kepada bagaimana relasi seseseorang dengan Tuhan Maha pencipta langit dan bumi, tak pandang dari apapun latar belakang agama, keyakinan dan kepercayaan seseorang ataupun kelompok. Sementara spiritualitas dalam arti yang negatif menekankan pada keyakinan seseorang pada hal-hal yang sifatnya magis, kekuatan gaib dalam keyakinan tradisional yang melekat penuh pada alam gaib, dunia pertapaan dan semacamnya yang meyakini roh-roh para leluhur, orang sakti dan semua hal yang terkait dengan itu. Spiritualitas kekristenan menempatkan relasi dan koneksitas orang per-orang perihal bagaimana mereka dalam keseluruhan aspek dan entitas dirinya dengan mengakui Allah, Yesus Kristus, dan Roh Kudus dalam perspektif Keesaan yang absolut dan hidup sesuai kehendakNya, melalui tuntunan firman yang tertulis yaitu Alkitab. Metodologi yang digunakan dalam Artikel ini adalah metode kritik retoris yang merupakan sebuah metode yang biasanya digunakan dalam ilmu hermeneutika dan juga dalam penelitian keagamaan1 Tujuannya agar membuat setiap isu, topik dan teks yang terasa masih membias menjadi hal yang terang-benderang
GERAKAN PEMURIDAN MENURUT INJIL MATIUS BAGI KAUM MUDA DI GKKA-I JELMU SIBAK Kardiansyah; Lydia Weniati Augustiana
JURNAL PENABIBLOS Vol. 15 No. 3 (2024): JURNAL PENABIBLOS (JPS)
Publisher : Universitas Kristen Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kaum muda adalah generasi penerus gereja dan aset berharga bagi gereja. Mereka yang akan membawa warisan iman dan pelayanan bagi gereja. Salah satu strateginya melalui gerakan pemuridan dapat menumbuhkan iman dan kedewasaan rohani mereka. Tetapi yang menjadi masalahnya kurangnya pelaksanaan gerakan pemuridan dan kurangnya pembinaan penginjilan serta gerakan pemuridan dari gereja. Tujuan penelitian untuk menjelaskan tentang prinsip pemuridan Yesus menurut Injil Matius dan untuk menjelaskan gerakan pemuridan kaum muda GKKA-I Jelmu Sibak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil dari pembahasan prinsip gerakan pemuridan menurut Injil Matius adalah sebuah kegerakan untuk menjadikan seseorang murid Yesus, mengajar dan memperlengkapinya dan mengutusnya untuk memuridkan orang lain. Dengan kata lain prinsip kegerakan pemuridan ini adalah multiplikasi murid. Prinsip gerakan pemuridan menurut Injil Matius adalah: Pertama, Yesus mencari dan memanggil beberapa Murid (4:18-22). Kedua, Yesus mengajar/ memperlengkapi murid (5:1-2). Ketiga, Yesus menetapkan 12 murid dan memberikan kuasa (10:1-4). Keempat, Yesus mengutus murid-murid untuk memuridkan orang lain (10:5-10). Kelima, gerakan pemuridan Yesus, (28:18-20).