Salomo Sihombing
Sekolah Tinggi Teologi Trinity Parapat

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Resensi Buku:: Writing/Reading the Bible in Postcolonial Perspective Salomo Sihombing
TRANSFORMATIO: Jurnal Teologi, Pendidikan, dan Misi Integral Vol 1 No 02 (2024): Transformatio: Jurnal Teologi, Pendidikan, dan Misi integral
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61719/Transformatio.R2412.004

Abstract

The book Writing/Reading the Bible in Postcolonial Perspective, hereinafter referred to as "this book," provides a powerful revolution in biblical studies. This book was written by Steed Vernyl Davidson who is Associate Professor of Hebrew Bible/Old Testament at McCormick Theological Seminary, Chicago IL. He served as dean of the faculty and vice chancellor for academic affairs. Davidson focuses on the critical interpretation of biblical texts, his work emphasizing inquiry into the reading of texts through critical lenses such as postcolonial studies, gender and feminist studies, critical-geography, and critical-race theory.
Allah, Tanah, Dan Manusia: Mengurai Masalah Relasi Ketiganya Berdasarkan Yosua 21:43-45 Radiman Siringoringo; Salomo Sihombing
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 5, No 2 (2025): SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/sg.v5i2.320

Abstract

Dalam Perjanjian Lama (PL), terdapat beberapa bagian yang menggambarkan tentang relasi. Beberapa relasi yang dimaksud antara lain hubungan antara Allah dengan manusia (Kej. 1:26-27; Kel. 2:22-25; 4:22; 19:4-5; 15:17; 32:13), relasi antara Allah dengan ciptaan (Kej. 1; Mzm. 24:1; 33:6), kemudian relasi antara ciptaan dengan ciptaan lainnya (Kej. 1:28; 2:15) dan juga relasi antara Allah, manusia, dan ciptaan lainnya, salah satunya adalah tanah (Kej. 1:26-28; 12:2; 17:2; Im. 25:38; 25:42-45, 53-55; Ul. 4:21-29; Im. 25:38; 7:7-9; Yos. 21:1-45). Artikel ini berfokus pada masalah relasi antara Allah, tanah, dan manusia menurut Yosua 21:43-45. Penelitian ini dilakukan melalui kajian pustaka (kualitatif). dengan kajian hermeneutis-eksegesis. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pemulihan relasi antara Allah, tanah, dan manusia merupakan kunci untuk mengatasi masalah yang dimaksud.Kata Kunci: Allah; Yosua 21:43-45; tanah; manusia; relasi
Studi Intertekstual terhadap Misphat dan Dalihan Na Tolu: Membaca Mikha 3 dari Perspektif Sistem Hukum Adat Batak Toba David Christanto Situmorang; Salomo Sihombing; Pelita Hati Surbakti
Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 6, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46305/im.v6i2.467

Abstract

This paper highlights the issue of injustice in Micah 3 which is reflected in the word misphat. This issue is highlighted from the perspective of Dalihan Na Tolu. Efforts to find Dalihan Na Tolu's perspective on the issue of injustice in Micah 3 contained in the word misphat. This research was conducted using a qualitative method (literature study), while the approach taken was an intertextual study popularized by Soares-Prabhu. This paper aims to enrich the existing interpretation of Micah 3 and provide a new perspective on the issue of injustice in Micah 3. The existing interpretation states that the social criticism in Micah 3 is caused by the judges who commit injustice (misphat), in other words, the injustice in Micah 3 occurs because of the judges. This intertextual study is conducted by comparing two legal systems (misphat and Dalihan Na Tolu) with three stages: context, form and content. The results show that there are three things highlighted by Dalihan Na Tolu as the cause of the injustice problem, namely: equality, legal supervision, and cooperation.AbstrakTulisan ini menyoroti isu ketidakadilan dalam Mikha 3 yang tercermin dalam kata misphat. Isu ini disoroti dari perspektif Dalihan Na Tolu. Upaya menemukan perspektif Dalihan Na Tolu terhadap isu ketidakadilan dalam Mikha 3 yang terdapat dalam kata misphat. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi intertekstual yang dipopulerkan oleh Soares-Prabhu. Tulisan ini ditujukan untuk memperkaya tafsiran Mikha 3 yang telah ada dan memberikan perspektif baru terhadap isu ketidakadilan dalam Mikha 3. Penafsiran yang ada menyatakan bahwa kritik sosial dalam Mikha 3 disebabkan oleh para hakim yang melakukan ketidakadilan (misphat), dengan kata lain, ketidakadilan dalam Mikha 3 terjadi karena para hakim. Kajian intertekstual ini dilakukan dengan membandingkan dua sistem hukum (misphat dan Dalihan Na Tolu) dengan tiga tahapan yaitu: konteks, bentuk dan isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga hal yang disoroti oleh Dalihan Na Tolu sebagai penyebab masalah ketidakadilan, yaitu: kesetaraan, pengawasan hukum, dan kerja sama.