Fahrunnisa Fahrunnisa
STAI Jam’iyah Mahmudiyah Langkat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dengan Menggunakan Media Pembelajaran Power Point pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di Kelas IV MIN 2 Langkat Enda lovita Pandiangan; Fahrunnisa Fahrunnisa; Rizka Hasibuan
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 1 No. 4 (2021): Desember : Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v1i4.4111

Abstract

Resource Based Learning learning method is a learning process that directly confronts students with one or a number of learning resources individually or in groups with all activities related to learning resources. The author used this learning method to improve mastery of purification material for class VII MTsN 1 Langkat students. The subjects of this research were 35 class VII students at MTsN 1 Langkat. This research was carried out in two cycles, where each cycle consisted of planning, acting, observing and reflecting. The results of the research explain that learning outcomes for describing material have increased, in the first cycle of the first meeting, students' learning outcomes for describing material obtained an average score of 62.71 and at the second meeting, students' learning outcomes for analyzing material obtained an average of 67. In the cycle II the average learning outcomes increased, the first meeting of students' learning outcomes for analyzing material obtained an average score of 71.34 and the second meeting of students' learning outcomes for analyzing material obtained an average of 75.00. From the pretest before the action, the average value was 74.48 and the posttest results after the action obtained an average value of 87.17. If measured by N-gain, the average student ability is 0.49 in the medium category. This shows that Resource Based Learning according to MTsN 1 Langkat students is considered good, namely between 56-75% classification. Thus, the application of Resource Based Learning can improve students' ability to describe material
MEMAHAMI INNER CHILD DAN POLA PENGASUHANNYA PADA ANAK Fahrunnisa Fahrunnisa; Nurmisda Ramayani; Dila Aulia; Imelia Imelia; Muhammad Riski; Syahera Syahera; Yulia Safitri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.39153

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada pembaca mengenai konsep inner child dan pentingnya pola pengasuhan dalam membentuk perkembangan anak. Inner child merujuk pada bagian dari diri seseorang yang terkait dengan pengalaman dan perasaan masa kecil yang terpendam, baik yang positif maupun negatif, yang berpengaruh pada kepribadian dan perilaku di masa dewasa. Anak-anak yang memiliki kenangan yang negatif tentu akan terus mengingat reaksi-reaksi negatif tersebut hingga dewasa Pengalaman yang tidak diatasi atau trauma yang tidak diproses pada usia dini dapat berdampak besar pada perkembangan psikologis mereka. Melalui perspektif psikologi perkembangan,dapat menggali peran penting orangtua dalam membentuk inner child yang sehat pada anak, serta bagaimana pola pengasuhan yang diterapkan di rumah dapat memengaruhi kesehatan emosional dan psikososial anak, menekankan pentingnya pengasuhan yang peka kebutuhan aspek lainnya serta dampak jangka panjang dari pola pengasuhan yang tidak memadai, seperti pengabaian atau kekerasan emosional, trauma. Selain itu, penulis juga memberikan wawasan mengenai bagaimana orangtua dan pendidik dapat mengidentifikasi tanda-tanda luka emosional pada anak, serta langkah-langkah yang dapat diambil untuk mendukung penyembuhan dan perkembangan inner child yang lebih sehat. Dengan memahami konsep inner child dan pola pengasuhan yang tepat pada anak bisa memberikan kontribusi yang besar dalam menciptakan lingkungan pengasuhan yang lebih sadar dan mendukung bagi perkembangan emosional anak., untuk menciptakan anak yang tumbuh dengan sehat dengan kepercayaan diri, kemampuan untuk mengelola perasaan, dan hubungan yang sehat dengan orang lain.