Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Teori Belajar Humanistik Dalam Pembelajaran Berdiferensiasi IPAS Di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Nurmisda Ramayani; Fahrunnisa; Haura Nabila; Septiana Puspita Sari; Syasya Humaira; Violla Fathna Fisa; Muhammad Naufal Al Khairi
TA'DIBAN Vol 5 No 1 (2024): Juli-Desember
Publisher : Institut Agama Islam Hidayatullah Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61456/tjie.v5i1.222

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan teori pembelajaran humanistik dalam pembelajaran berdiferensiasi IPAS kelas 5 fase C di MIN 8 Langkat. Teori pembelajaran humanistik dan pembelajaran berdiferensiasi IPAS memiliki kesamaan dalam pemahaman pentingnya menghormati sisi kemanusiaan agar sesuai dengan karakteristik individu. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Penelitian ini meliputi observasi perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pendidikan sains yang beragam. Data dikumpulkan melalui penilaian diagnostik, observasi, evaluasi kinerja, dan ujian akhir. Partisipan penelitian terdiri dari 28 siswa kelas lima MIN 8 Langkat sepanjang tahun ajaran 2024/2025. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa teori belajar humanistik melalui pembelajaran diferensiasi mampu meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa terhadap materi IPAS. Siswa menjadi lebih aktif dalam proses belajar dan menunjukkan peningkatan hasil belajar yang signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa teori belajar humanistik dalam pembelajaran berdiferensiasi sangat efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS di MIN 8 Langkat. Penelitian ini bermanfaat bagi para pendidik dalam mengembangkan metode pembelajaran yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan siswa, serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran IPAS di MIN 8 Langkat.
MEMAHAMI INNER CHILD DAN POLA PENGASUHANNYA PADA ANAK Fahrunnisa Fahrunnisa; Nurmisda Ramayani; Dila Aulia; Imelia Imelia; Muhammad Riski; Syahera Syahera; Yulia Safitri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.39153

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada pembaca mengenai konsep inner child dan pentingnya pola pengasuhan dalam membentuk perkembangan anak. Inner child merujuk pada bagian dari diri seseorang yang terkait dengan pengalaman dan perasaan masa kecil yang terpendam, baik yang positif maupun negatif, yang berpengaruh pada kepribadian dan perilaku di masa dewasa. Anak-anak yang memiliki kenangan yang negatif tentu akan terus mengingat reaksi-reaksi negatif tersebut hingga dewasa Pengalaman yang tidak diatasi atau trauma yang tidak diproses pada usia dini dapat berdampak besar pada perkembangan psikologis mereka. Melalui perspektif psikologi perkembangan,dapat menggali peran penting orangtua dalam membentuk inner child yang sehat pada anak, serta bagaimana pola pengasuhan yang diterapkan di rumah dapat memengaruhi kesehatan emosional dan psikososial anak, menekankan pentingnya pengasuhan yang peka kebutuhan aspek lainnya serta dampak jangka panjang dari pola pengasuhan yang tidak memadai, seperti pengabaian atau kekerasan emosional, trauma. Selain itu, penulis juga memberikan wawasan mengenai bagaimana orangtua dan pendidik dapat mengidentifikasi tanda-tanda luka emosional pada anak, serta langkah-langkah yang dapat diambil untuk mendukung penyembuhan dan perkembangan inner child yang lebih sehat. Dengan memahami konsep inner child dan pola pengasuhan yang tepat pada anak bisa memberikan kontribusi yang besar dalam menciptakan lingkungan pengasuhan yang lebih sadar dan mendukung bagi perkembangan emosional anak., untuk menciptakan anak yang tumbuh dengan sehat dengan kepercayaan diri, kemampuan untuk mengelola perasaan, dan hubungan yang sehat dengan orang lain.