Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perbandingan Nilai Percepatan Tanah Menggunakan Persamaan Empiris di Daerah Sumatera Bagian Selatan Fasha, Baihaqy Akmal; Meta Nisrina Syafitri; Purwaditya Nugraha
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 4 (2025): November
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Sumatra merupakan wilayah dengan aktivitas seismik yang tinggi karena terletak pada zona pertemuan antara Lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Kondisi ini menyebabkan perlunya kajian mengenai percepatan tanah maksimum sebagai dasar dalam analisis bahaya seismik dan perencanaan mitigasi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai percepatan tanah maksimum (Peak Ground Acceleration) yang diperoleh dari beberapa persamaan empiris dengan hasil perhitungan metode deterministik (Deterministic Seismic Hazard Analysis) berdasarkan Peta Gempa Nasional Pusgen 2017. Lima persamaan empiris digunakan, yaitu Mc.Guire (1963), Sadigh (1997), Campbell (1983), Fukushima & Tanaka (1990), dan Donovan (1973), dengan parameter gempa acuan di Provinsi Bengkulu tahun 1943 bermagnitudo 7,3 Mw dan kedalaman 15 km. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa sebaran nilai selisih antara hasil empiris dan deterministik berada pada rentang –0,7 hingga 0,5 g, dengan frekuensi tertinggi pada interval –0,3 hingga 0,1 g. Secara umum, seluruh persamaan empiris cenderung menghasilkan nilai underestimate dibandingkan Pusgen (2017), namun persamaan Mc.Guire menunjukkan hasil yang paling mendekati nilai deterministik. Hal ini disebabkan oleh kesesuaian model Mc.Guire terhadap kondisi geotektonik Sumatra bagian Selatan yang didominasi sesar aktif dan sumber gempa dangkal. Dengan demikian, persamaan Mc.Guire dapat dianggap sebagai model empiris yang representatif untuk memperkirakan nilai PGA di wilayah Sumatra bagian Selatan dan dapat digunakan sebagai acuan awal dalam kajian bahaya seismik regional di Sumatera.
Interpretasi Data Magnetik Dalam Delineasi Struktur di Daerah Suoh, Kabupaten Lampung Barat Menggunakan Filter Theta Dan Dekonvolusi Euler Putra Maulana, Fatih; Selvi Misnia Irawati; Purwaditya Nugraha
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 4 (2025): November
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i4.1510

Abstract

Abstrak: Daerah Suoh, Kabupaten Lampung Barat, merupakan wilayah dengan aktivitas tektonik dan vulkanik yang tinggi akibat pengaruh sistem Sesar Sumatra. Kondisi ini menyebabkan terbentuknya struktur bawah permukaan yang kompleks sehingga diperlukan metode geofisika untuk mengidentifikasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendelineasi struktur geologi bawah permukaan di daerah Suoh menggunakan metode magnetik dengan penerapan filter theta dan dekonvolusi euler. Data magnetik diolah melalui tahapan koreksi diurnal, koreksi IGRF, reduksi ke kutub (RTP), dan analisis spektral untuk memisahkan komponen regional dan residual. Hasil filter theta menunjukkan batas kontras suseptibilitas yang tinggi di bagian barat dan utara area penelitian yang mengindikasikan keberadaan sesar dan kontak litologi. Hasil dekonvolusi euler memberikan estimasi kedalaman sumber anomali antara 0–120 meter dengan Struktural Indeks (SI) sebesar 1 yang diinterpretasikan sebagai sesar normal dan intrusi dangkal. Integrasi kedua metode tersebut memperlihatkan keterkaitan antara zona anomali tinggi dan pola sesar yang searah dengan sistem Sesar Suoh–Ranau. Dengan demikian, kombinasi filter theta dan dekonvolusi euler terbukti efektif dalam mengidentifikasi dan memetakan struktur bawah permukaan di daerah Suoh, yang berpotensi berasosiasi dengan sistem panas bumi lokal.
Analisis Mikrozonasi Menggunakan Metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) di Wilayah Sabah Balau, Tanjung Bintang, Lampung Selatan Muhammad Ikhwan Habib Arifi; Purwaditya Nugraha; Alhada Farduwin; ⁠Reyhan Putra Bagaskara
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 4 (2025): November
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i4.1515

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan mikrozonasi seismik di wilayah Sabah Balau dan Tanjung Bintang, Lampung Selatan, dengan menganalisis parameter frekuensi natural ( ), amplifikasi ( ), indeks kerentanan seismik ( ), dan kecepatan gelombang geser hingga kedalaman 30 meter ( ) menggunakan metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) pada 36 titik pengukuran. Tujuan ini penting karena wilayah tersebut memiliki karakteristik geologi Kuarter yang didominasi oleh endapan piroklastik muda serta kedekatannya dengan terduga sesar aktif pada Lembar Geologi Tanjung Karang, sehingga berpotensi mengalami amplifikasi guncangan gempa yang signifikan. Hasil menunjukkan dominasi ketebalan sedimen sangat tebal ( : 1,211–2,474 Hz), amplifikasi sedang hingga tinggi (3,105–8,844), dan indeks kerentanan tinggi (6,274–24,805), dengan nilai  berkisar antara 160,270–591,905 m/s yang didominasi oleh karakteristik tanah sedang (175–350 m/s). Zonasi kerentanan menunjukkan 18 titik berada dalam zona tinggi, 7 titik dalam zona menengah, dan 7 titik lainnya dalam zona rendah. Proses inversi menggunakan algoritma genetika menghasilkan model bawah permukaan yang konsisten dengan data observasi, sehingga hasil mikrozonasi ini krusial untuk mendukung perencanaan pembangunan dan strategi mitigasi bencana gempa bumi di wilayah tersebut.