Fondasi dalam adalah fondasi yang di pasang saat kondisi lapisan tanah keras secara relatif dalam dan tidak memungkinkan digunakan fondasi dangkal. Selain itu, fondasi dalam juga dapat mengkomodirkan beban aksial dan lateral yang relative cukup besar. Secara umum, fondasi dalam dikategorikan 2 jenis berdasarkan metode instalasinya, yakni fondasi tiang pancang dan fondasi borpile. Pada studi ini, pembangunan shalter air compressor fasilitas penyediaan gas untuk tenaga mesin gas yang diambil sebagai acuan adalah fondasi yang digunakan merupakan fondasi tiang pancang. Analisis dilakukan dengan mengunakan 2 metode yaitu Metode Mayerhoff dan analisa kapasitas daya dukung fondasi tiang pancang menggunakan aplikasi allpile pada pembangunan fasilitas penyediaan gas untuk tenaga mesin gas di Arar Distrik Mayamuk Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat. Dari hasil analisis kapasitas daya dukung pondasi tiang pancang, dengan jenis pondisi berbentuk lingkaran dengan metode mayerhoff adalah 2607.123 Kn dan aplikasi allpile 2268.637 dengan perbandingan persentase 13%. Sedangkan untuk jenis pondasi persegi menggunakan metode mayerhoff adalah 3321.176 kn dan aplikasi allpilie 2268.637 dengan perbandingan persentase 13%. Maka untuk perbandingan persentase antara jenis pondasi persegi dan lingkaran dengan metode mayerhoff adalah 22 %, untuk aplikasi allpile adalah 22 %. Untuk itu dapat disimpulkan bahwa daya dukung pondasi tiang pancang empiris mayerhoff lebih besar di bandingakan aplikasi allpile dengan rata rata selisih 13 %, maka daya dukung pondasi tiang pancang persegi lebih besar di bandingkan dengan lingkaran dengan rata rata selisih 22%.