Perkembangan teknologi telah mengubah pola bermain masyarakat, sehingga permainan tradisional semakin ditinggalkan dan tergantikan oleh permainan modern, khususnya permainan daring. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi pelestarian budaya lokal serta nilai-nilai sosial, edukatif, dan lingkungan yang terkandung dalam permainan tradisional. Penelitian ini bertujuan merancang Pusat Wisata Permainan Tradisional di Provinsi Gorontalo sebagai sarana rekreasi, edukasi, dan pelestarian budaya dengan menerapkan pendekatan Arsitektur Biofilik. Metode yang digunakan adalah metode perancangan arsitektur melalui tahapan identifikasi masalah, pengumpulan dan analisis data, studi literatur, studi preseden, analisis kebutuhan ruang, analisis tapak, serta penerapan prinsip-prinsip Arsitektur Biofilik ke dalam konsep desain. Hasil perancangan menghasilkan sebuah kawasan wisata edukatif yang mengakomodasi berbagai aktivitas permainan tradisional, ruang edukasi budaya, area interaksi sosial, serta ruang terbuka hijau yang terintegrasi dengan elemen alam untuk meningkatkan kenyamanan, pengalaman ruang, dan kualitas lingkungan. Penerapan prinsip Arsitektur Biofilik diwujudkan melalui pemanfaatan pencahayaan dan penghawaan alami, vegetasi, elemen air, material alami, serta hubungan visual dan fisik antara pengguna dengan lingkungan. Perancangan ini diharapkan menjadi fasilitas yang mendukung pelestarian permainan tradisional, memperkuat identitas budaya lokal, meningkatkan daya tarik wisata budaya di Provinsi Gorontalo, serta memberikan manfaat edukatif bagi masyarakat.