Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

GAMBARAN BURNOUT PADA PROFESIONAL KESEHATAN MENTAL Hapsarini Nelma
Jurnal Psikologi Pendidikan dan Pengembangan SDM Vol. 7 No. 2 (2019): JURNAL PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN SDM
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37721/psi.v7i2.590

Abstract

Profesional kesehatan mental memiliki resiko terpapar pada kondisi psikologis orang lain.Hal ini dapat membuat profesional kesehatan mental mengalami stress dan berkembangmenjadi burnout. Kondisi ini dapat mempengaruhi hubungan profesional kesehatan mentaldengan pasien, kolega, dan orang lain. Burnout adalah kondisi psikologis yang ditandaidengan kelelahan, sinisme, ketidakmampuan diri sebagai respon dari sumber stresskerja yang kronis. Faktor yang mempengaruhi burnout yaitu beban kerja, kontrol,imbalan, komunitas, keadilan, dan nilai-nilai. Terdapat 3 kondisi bila seseorangmengalami burnout yaitu tipe fretenic, tipe underchallenge, dan tipe worn-out.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran kondisi burnout padaprofesional kesehatan mental dengan menggunakan metode studi kasus. Dari 6faktor penyebab burnout, hanya 5 faktor yang memberikan kontribusi pada prosesterjadinya burnout. Dampak dari burnout yang paling banyak dirasakan yaitudampak psikologis berupa munculnya gejala-gejala depresi. Ketiga jenis burnoutdapat dialami sekaligus secara bersamaan.
GAMBARAN KEPUASAN KERJA PADA PROFESIONAL KESEHATAN JIWA DI JAKARTA Hapsarini Nelma
Jurnal Psikologi Pendidikan dan Pengembangan SDM Vol. 9 No. 2 (2021): JURNAL PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN SDM
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37721/psi.v9i2.750

Abstract

Profesi kesehatan jiwa seringkali dipandang sebelah mata oleh masyarakat.Banyaknya stigma negatif terhadap profesional kesehatan jiwa membuatprofesional kesehatanjiwa rentan mengalami stress yang membuat ketidakpuasandalam bekerja. Kepuasan kerja memiliki relasi positif terhadap perfroma kerja.Kepuasan kerja adalah psychological state seseorang terhadap pekerjaannya yangdapat dilihat dari motivasi dalam melakukan pekerjaannya. Teori dua faktorHerzberg menjelaskan mengenai dua faktor utama yang dapat menilai kepuasankerja seseorang yaitu motivator faktor dan hygiene faktor. Penelitian bertujuanuntuk melihat gambaran kepuasan kerja profesional kesehatan jiwa denganmenggunakan metode kualitatif. Metode fenomenologi dan in-depth interviewuntuk pengambilan data. Metode purposive sampling digunakan karena subjekpenelitian harus memenuhi kriteria tertentu yaitu subjek penelitian masih aktifbekerja sebagai profesional kesehatan jiwa dan memiliki masa kerja minimal 1tahun. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa faktor motivational yang berupapersepsi positif terhadap tanggung jawab dan pencapaian memberikan kontribusipositif terhadap kepuasan kerja profesional kesehatan kerja. Selain faktormotivational, faktor hygiene yang berkaitan dengan relasi yang positif denganrekan kerja, atasan, dan situasi kerja yang kondusif turut mendukung kepuasankerja pada profesional kesehatan jiwa. Meskipun terdapat faktor-faktor kepuasankerja yang dipersepsikan negatif, namun hal tersebut tidak langsung mempengaruhiperforma kerja profesional kesehatan jiwa.
GAMBARAN COMPASSION FATIGUE PADA PSIKOLOG KLINIS Hapsarini Nelma
Jurnal Psikologi Pendidikan dan Pengembangan SDM Vol. 10 No. 1 (2022): JURNAL PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN SDM
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37721/psi.v10i1.861

Abstract

Profesi psikolog klinis merupakan profesi yang menuntut keterlibatan emosi di dalampekerjaannya. Keterpaparan psikolog klinis terhadap distress dan trauma klien dapat memberikandampak negatif pada kondisi psikolog klinis. Psikolog Klinis dapat mengalami compassion fatigueyang ditandai dengan munculnya simtom-simtom compassion fatigue. Teori Figley menjelaskanproses terjadinya compassion fatigue yang diawali dengan ekposure kepada klien hingga faktorfaktor lain yang turut menyebabkan terjadinya compassion fatigue. Penelitian bertujuan untukmelihat gambaran proses terjadinya compassion fatigue pada psikolog klinis. Metode penelitianini menggunakan metode kualitatif dengan desain penelitian single-case design. Metode samplingyang digunakan yaitu purposive sampling serta metode pengumpulan data in-depth interviewdengan jumlah responden 1 orang. Hasil dari penelitian ini menggambarkan eksposure yang terusmenerus terhadap penderitaan klien turut berdampak pada kondisi mental responden yangtercermin pada berbagai aspek kehidupan psikolog klinis dalam bidang pekerjaan maupunkehidupan pribadi. Compassion fatigue pada bidang pekerjaan tercermin pada aspek interaksilangsung psikolog klinis dengan kliennya. Sedangkan pada kehidupan pribadi, compassion fatiguetercermin dalam perubahan interaksi sosial psikolog klinis dengan orang-orang terdekatnya.
Gambaran Strategi Coping pada Profesional Kesehatan Mental Hapsarini Nelma
Jurnal Psikologi Pendidikan dan Pengembangan SDM Vol. 10 No. 2 (2022): JURNAL PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN SDM
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37721/psi.v10i2.940

Abstract

Keterpaparan profesional kesehatan mental terhadap kondisi psikologis klien dapatmempengaruhi kondisi psikologis profesional kesehatan mental itu sendiri. Kondisipsikologis profesional kesehatan mental yang tidak stabil dapat berdampak padaberkurangnya efektifitas layanan. Oleh karena itu profesional kesehatan mental perlumenemukan coping strategi yang tepat agar dampak negatif dari keterpaparan kondisipsikologis klien dapat diminimalkan. Lazarus dan Folkman menjelaskan terdapat 8faktor strategi coping. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metodefenomenologi dan in-depth interview untuk pengambilan data. Metode purposivesampling digunakan dengan kriteria responden telah bekerja di bidang kesehatanmental minimal 1 tahun. Penelitian ini mengambil dari dari 2 orang responden.Analisa data dari penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi. Hasilpenelitian ini diperoleh bahwa distancing, positive reappraisal, seeking socialsupport, planful problem solving merupakan teknik strategi coping yang digunakanoleh profesional kesehatan mental. Teknik strategi coping yang berfokus padapemulihan emosi lebih banyak dan lebih mudah digunakan oleh profesionalkesehatan mental.