Profesi kesehatan jiwa seringkali dipandang sebelah mata oleh masyarakat.Banyaknya stigma negatif terhadap profesional kesehatan jiwa membuatprofesional kesehatanjiwa rentan mengalami stress yang membuat ketidakpuasandalam bekerja. Kepuasan kerja memiliki relasi positif terhadap perfroma kerja.Kepuasan kerja adalah psychological state seseorang terhadap pekerjaannya yangdapat dilihat dari motivasi dalam melakukan pekerjaannya. Teori dua faktorHerzberg menjelaskan mengenai dua faktor utama yang dapat menilai kepuasankerja seseorang yaitu motivator faktor dan hygiene faktor. Penelitian bertujuanuntuk melihat gambaran kepuasan kerja profesional kesehatan jiwa denganmenggunakan metode kualitatif. Metode fenomenologi dan in-depth interviewuntuk pengambilan data. Metode purposive sampling digunakan karena subjekpenelitian harus memenuhi kriteria tertentu yaitu subjek penelitian masih aktifbekerja sebagai profesional kesehatan jiwa dan memiliki masa kerja minimal 1tahun. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa faktor motivational yang berupapersepsi positif terhadap tanggung jawab dan pencapaian memberikan kontribusipositif terhadap kepuasan kerja profesional kesehatan kerja. Selain faktormotivational, faktor hygiene yang berkaitan dengan relasi yang positif denganrekan kerja, atasan, dan situasi kerja yang kondusif turut mendukung kepuasankerja pada profesional kesehatan jiwa. Meskipun terdapat faktor-faktor kepuasankerja yang dipersepsikan negatif, namun hal tersebut tidak langsung mempengaruhiperforma kerja profesional kesehatan jiwa.
Copyrights © 2021