Suneeta Joys Sihombing
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

GAMBARAN COPING SKILL WANITA USIA DEWASA AWAL DARI UNIVERSITAS NEGERI DALAM MENGELOLA DEPRESI Suneeta Joys Sihombing
Jurnal Psikologi Pendidikan dan Pengembangan SDM Vol. 7 No. 2 (2019): JURNAL PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN SDM
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37721/psi.v7i2.594

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk memahami gambaran coping skill seorang wanitausia dewasa awal yang lulus dari universitas negeri di Indonesia, dalam mengelolakondisi Depresi yang ia alami. Metode yang digunakan dalam melakukan penelitianini adalah metode penelitian kualitatif case study, dimana peneliti melakukanobservasi dan wawancara mendalam terhadap seorang wanita berusia 21 tahun yangbaru saja menyelesaikan studinya di Universitas Negeri yang telah terdiagnosamengalami depresi hampir selama satu tahun.Penelitian ini kemudian mendapati bahwa coping strategi yang dilakukan olehSubject cenderung negative yaitu dengan melakukan perilaku menyerang –destruktif dengan menyakiti diri sendiri serta menarik diri dari lingkungansosialnya. Berdasarkan data dapat disimpulkan bahwa dalam kasus ini, kemampuankognitif yang ditandai oleh kemampuan Subjek dalam menyelesaikan studinya darisalah satu Universitas terbaik di Indonesia, dalam hal ini Universitas Negeri, belumcukup dalam menerapkan strategi coping yang positif dalam mengelola depresinyaKeywords: Coping Skill, Depresi, Universitas Negeri, Wanita Usia Dewasa Awal
GAMBARAN KETIDAKMAMPUAN UNTUK MEMAAFKAN MASA LALU PADA PASIEN KANKER WANITA USIA DEWASA TENGAH DI WELLNESS CENTER MALANG, JAWA TIMUR Suneeta Joys Sihombing
Jurnal Psikologi Pendidikan dan Pengembangan SDM Vol. 8 No. 1 (2020): JURNAL PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN SDM
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37721/psi.v8i1.597

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk melihat suatu gambaran ketidakmampuan untukmemaafkan masa lalu dari pasien kanker wanita usia dewasa tengah di salah satuwellness di Malang. Metode yang digunakan dalam penilitian ini adalah metodepenelitian kualitatif case study, dimana peneliti melakukan wawancara danobservasi secara mendalam tidak hanya terhadap dua orang wanita berusia 50 tahundan 58 tahun penderita kanker rahim dan kanker lidah stadium lanjut namun jugaterhadap keluarga terdekatnya.Dari penelitian ini didapati bahwa kedua subject penelitian memiliki motivasiavoidance dan revenge sebagai bentuk ketidakmampuan dalam memaafkan orang –orang terdekat yang telah menyakiti hati mereka. Kedua subjek memilih responemosi internal whinning, persepsi sebagai korban dengan rasa amarah dankebencian bahkan keinginan membalas dendam dengan menyaksikan hal burukterjadi pada para pelaku. Ketidakmampuan kedua subjek untuk memaafkan masalalu mereka kemudian berujung pada didiagnosanya penyakit kanker pada mereka.Keywords: Ketidakmampuan Memaafkan, Pasien Kanker, Wanita Usia DewasaTengah
RESILIENSI ANAK KORBAN PERCERAIAN DALAM MENJALIN HUBUNGAN KENCAN DI USIA DEWASA AWAL Suneeta Joys Sihombing
Jurnal Psikologi Pendidikan dan Pengembangan SDM Vol. 8 No. 2 (2020): JURNAL PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN SDM
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37721/psi.v8i2.722

Abstract

Hubungan kencan atau romantisme merupakan salah satu bagian dari tugas perkembangan yang seharusnya dicapai pada usia dewasa awal. Namun menurut berbagai penelitian, perceraian orangtua di masa anak–anak dapat membawa dampak terhadap keinginan memulai suatu hubungan kencan di usia dewasa awal atau kemungkinan rendahnya kualitas hubungan yang akan terjalin. Namun, hal ini dapat diatasi bila seseorang memiliki tingkat resiliensi yang positif, yang dapat diukur melalui 7 faktor pembentuk resiliensi dari Reivich dan Shatte (2002). Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan guna memahami lebih baik gambaran resiliensi anak–anak korban perceraian orangtua dalam membuka diri dan menjalin hubungan kencan saat memasuki usia dewasa awal.Penelitian yang dilakukan menggunakan metode penelitian kualitatif fenomenologi, yaitu dengan melakukan observasi dan wawancara yang mendalam terhadap kedua subjek penelitian. Subjek penelitian terdiri dari 1 orang wanita dan 1 orang pria. Keduanya menghadapi kondisi konflik rumah tangga antara ayah dan ibu sejak masih usia anak–anak, hingga orangtua mereka memutuskan untuk hidup berpisah. Subjek FZ (pria) saat ini berusia 25 tahun dan DT (perempuan) berusia 27 tahun.Dari penelitian ini didapati bahwa dengan merujuk pada 7 faktor pembentuk resiliensi, kedua subjek memiliki resiliensi yang cenderung positif dimana mereka mampu untuk kembali bangkit dari keterpurukan, masalah ataupun masa lalu yang buruk yang pernah mereka alami termasuk di dalamnya perceraian orangtua maupun kegagalan dalam suatu hubungan romantisme, dan terus membuka diri untuk kembali menjalin hubungan dengan orang – orang baru yang kemudian mereka pilih sebagai kekasih mereka. Keywords: Resiliensi, Perceraian orangtua, Kencan, Dewasa awal
COPING STRESS ANTARA IBU RUMAH TANGGA DENGAN IBU BEKERJA DALAM MENGHADAPI PEMBELAJARAN DARING Suneeta Joys Sihombing
Jurnal Psikologi Pendidikan dan Pengembangan SDM Vol. 9 No. 2 (2021): JURNAL PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN SDM
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37721/psi.v9i2.753

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan coping stress ibu rumah tangga denganibu bekerja dalam menghadapi pembelajaran daring. Penelitian ini merupakan penelitiandengan mengambil sampel sebanyak 63 orang tua dengan rincian sebesar 35 ibu rumah tanggadan 35 ibu bekerja. Metode pengumpulan data dengan menggunakan satu skala psikologi yaituskala coping stress. Skala coping stress berjumlah 34 item valid (α = 0,910). Analisis datamenggunakan uji independent sample t test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaancoping stress ibu rumah tangga dengan ibu bekerja dengan memperoleh nilai t hitung = 14,30dengan p = 0,000 (p < 0,05). Rata-rata coping stress ibu rumah tangga adalah 105,58dibandingkan rata-rata coping stress ibu yang bekerja adalah 106,71 dengan perbedaan ratarata sebesar 1,03. Jadi penelitian ini membuktikan bahwa rata-rata coping stress ibu yangbekerja lebih tinggi dibandingkan dengan coping stress ibu rumah tangga menghadapipembelajaran daring.Kata kunci: coping stress, ibu rumah tangga, ibu bekerja, pembelajaran daring