Nurbaiti
Program Studi D-III Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYULUHAN TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA PADA PENYAKIT JANTUNG KORONER (PJK) DI PUSKESMAS ANDALAS KOTA MAKASSAR Abdul Herman Syah Thalib; Rusli Abdullah; Yantimala; Nurbaiti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i1.418

Abstract

Latar Belakang: Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian utama di Indonesia dengan angka kematian (death rate) 37% di tahun 2013. Tahun 2030 diprediksi akan tetap sebagai penyebab utama kematian di dunia (23.3 juta orang). Negara dengan pendapatan rendah seperti Indonesia memiliki kontribusi terbesar, sekitar 80%. Data WHO 2015 menunjukkan 70% kematian di dunia disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular, 45% nya disebabkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah, yaitu 17.7 juta dari 39,5 juta kematian. Prevalensi Penyakit Jantung Koroner (PJK) Nasional berdasarkan Riskesdas 2013 sebesar 1,5%. Sample Registration System (SRS) Indonesia tahun 2014 PJK merupakan penyebab kematian tertinggi kedua setelah stroke, 12,9% dari seluruh penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Pencegahan atau Prevensi Kardiovaskular mengurangi risiko kejadian jantung di masa depan dengan menstabilkan, memperlambat atau bahkan membalikkan perkembangan penyakit kardiovaskular (PKV). Memberikan pertolongan pertama pada penyakit kardiovaskular (PKV) semata-mata bukan hanya menjadi tanggung jawab sepenuhnya tenaga kesehatan saja, akan tetapi masyarakat perlu diberdayakan dan berperan aktif dalam rangka memberikan pertolongan pertama penyakit tersebut. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan tentang pertolongan pertama pada penyakit jantung koroner (PJK) di Puskesmas Andalas Kota Makassar. Tujuan: untuk meningkatkan pemahaman warga dalam memberikan pertolongan pertama pada penyakit jantung koroner (PJK). Metode: pengabdian masyarakat dilakukan dengan, ceramah, dan diskusi. Hasil: masyarakat mampu memahami tentang pertolongan pertama pada penyakit jantung coroner (PJK). Kesimpulan: Kegiatan penyuluhan ini memberikan pengalaman yang baik kepada para masyarakat di puskesmas andalas Kota Makassar agar lebih meningkatkan pemahaman dalam dalam memberikan pertolongan pertama pada pada penyakit jantung koroner (PJK).
IMPLEMENTASI TERAPI OKSIGENASI MENGGUNAKAN NON REBREATHING MASK ( NRM) TERHADAP KADAR SATURASI OKSIGEN PADA PASIEN DENGAN CEDERA KEPALA DI RS.TK.II PELAMONIA MAKASSAR Abdul Herman Syah Thalib; Nurbaiti; Sitti Hafifa
Jurnal Mitrasehat Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v13i2.415

Abstract

Latar Belakang: Cedera kepala menyebabkan kerusakan otak yang menjadi penyebab terjadinya kecacatan dan menghasilkan masalah fisik, intelektual sosial, psikososial dan ekonomi yang sangat besar. WHO pada tahun 2016 melaporkan bahwa ada 96 juta orang pertahun di dunia mengalami kasus cedera kepala akibat dari kecelakaan lalu lintas yang banyak terjadi di Negara berkembang. Kejadian cedera kepala di dunia di perkirakan sudah mencapai 500.000 kasus. Prevalensi cedera kepala kecelakaan lalu lintas di Asia Tenggara sebanyak 7500 kasus pada tahun 2017. Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) pada tahun 2018 prevalensi kasus cedera kepala di Indonesia sebanyak 11.064 kasus dengan prevalensi tertinggi di temukan di Sulawesi selatan (12,8%). Dampak pada cedera kepala menyebabkan ketidakstabilan oksigen di jaringan tubuh dan otak. Olehnya itu diperlukan terapi oksigen untuk memperbaiki hipoksia pada jaringan. Salah satu terapi oksigen yang adekuat dengan menggunakan Non-Rebreathing Mask (NRM) sebagai alat pemenuhan kebutuhan oksigen didalam tubuh pasien cedera kepala sedang. Tujuan: Mengetahui gambaran terapi oksigen terhadap perubahan kadar saturasi oksigen pada pasien dengan cedera kepala. Metode: Studi kasus ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Hasil: hasil analisa data ditemukan bahwa sebelum dilakukan pemberian terapi oksigen menggunakan NRM jumlah saturasinya yaitu 82% dan setelah pemberian terapi oksigen menggunakan NRM hasil saturasi oksigen meningkat menjadi 93%. Kesimpulan: penerapan implementasi terapi oksigenasi menggunakan non rebreathing mask terhadap perubahan saturasi oksigen pada pasien cedera kepala sedang dapat meningkatkan kadar saturasi oksigen.