Andi Burchanuddin
Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Bosowa

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Reproduksi Makna Simbolik Mattompang Arajang Pada Masyarakat Di Kabupaten Bone Adrian Perdana; Asmirah Asmirah; Andi Burchanuddin
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Desember 2021
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian berlangsung pada bulan Juli hingga januari 2021 di Kabupaten Bone. Data yang diperoleh bersumber dari tiga orang informan yang ditentukan penulis melalui metode non probability sampling, dengan teknik purposive sampling. Melalui lima informan yang dianggap sesuai kriteria dalam penelitian ini penulis memperoleh data primer dengan cara observasi dan wawancara langsung yang kebanyakan bersifat non formal. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui media literature seperti buku dan internet. Selanjutnya data-data tersebut diolah dan dianalisis dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuan utama masyarakat bugis Bone melaksanakan ritual Mattompang Arajang adalah untuk mensucikan benda-benda kerajaan yang telah digunakan oleh para raja dengan tata cara pelaksanaanya dilakukan berdasarkan adat istiadat yang telah diwariskan oleh nenek moyang secara turun temurun. Selain itu, mereka juga menjadikan bentuk saling menghargai satu sama lain dalam hidup bermasyarakat dan tetap menjaga sopan santun serta etika dalam bermasyarakat, membersihkan diri dan tidak memandang rendah sesama mahluk hidup ciptaan Tuhan. Tidak melaksanakan ritual ini dianggap suatu tanda tidak menghargai raja-raja terdahulu dan tidak mensyukuri nikmat Tuhan. The research took place from July to January 2021 in Bone Regency. The data obtained were sourced from three informants who were determined by the author through a non-probability sampling method, with a purposive sampling technique. Through five informants who are considered to fit the criteria in this study, the authors obtain primary data by means of direct observation and interviews, most of which are non-formal in nature. While secondary data was obtained through literature media such as books and the internet. Furthermore, these data were processed and analyzed using descriptive qualitative methods. The results showed that the main purpose of the Bugis Bone community in carrying out the Mattompang Arajang ritual was to purify the royal objects that had been used by the kings with the implementation procedures carried out based on customs that had been passed down by their ancestors from generation to generation. In addition, they also make a form of mutual respect for each other in social life and maintain good manners and ethics in society, clean themselves and do not look down on fellow living creatures created by God. Not carrying out this ritual is considered a sign of not respecting the previous kings and not being grateful for God's favors.
Tindakan Sosial Masyarakat Dalam Penanggulangan Abrasi Pantai Di Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur Hendrikus Oktavian; Asmirah Asmirah; Andi Burchanuddin
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Desember 2021
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis Tindakan Sosial masyarakat dalam penanggulangan Abrasi Pantai di Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka-Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kegunaan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan bagaimana  tindakan sosial masyarakat di kecamatan alok barat dalam menanggulangi abrasi pantai serta faktor-faktor yang mempengaruhi tindakan sosial tersebut, dengan lokasi, Objek penelitian ini adalah masyarakat di sentra pesisir Kecamatan Alok Barat dengan memilih 5 informan sebagai yang mewakili masyarakat kecamatan alok barat , Dengan menggunakan metode kualitatif, Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian yang lebih berdasarkan pada filsafat fenomenologis mengutamakan Penghayatan,Metode kualitatif  berusaha memahami dan menafsirkan suatu pristiwa tingkah laku manusia dalam situasi tertentu. Metode penelitian kualitatif ini menggunakan Konsep Pendekatan Verstehen Untuk Memahami Makna Tindakan Seseorang This thesis writing aims to study and analyze the social action of the community in tackling coastal abrasion in Alok barat sub-district, sikka regency, East Nusa Tenggara province. The usefulness of this study illustrates how social action in Alok barat subdistrict in tacklingcoasal abrasion and the factors that influence these social action, with location, the object of this study is the community center on the coast of west Alok subdistrict community.western,using qualitive methods, this research method is a type of research that is more based on phenomenological philosophy prioritizing appreciation,qualitive methods trying to understand and interpret an event human behavior in certain situation. This qualitative research method uses the concept of verstehen approach to understanding the meaning of one’s action.
Dinamika Peran Ibu Rumah Tangga Petani Di Desa Rubit Kecamatan Hewokloang Kabupaten Sikka Alfridus Patrisius; Asmirah Asmirah; Andi Burchanuddin
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Desember 2021
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan apa saja yang dilakukan oleh ibu rumah tangga petani di sektor domestik dan publik. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, dengan jumlah sampel sebanyak sepuluh ibu rumah tangga petani. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif. Peneliti mengambil data dengan teknik wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan dinamika peran ibu rumah tangga petani di Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, secara langsung telah ikut ambil bagian dalam menambah pendapatan keluarga dengan melakukan pekerjaan di sektor publik untuk membantu suami. Dengan bekerjanya ibu rumah tangga petani secara otomatis peran nya menjadi ganda, yaitu menjadi ibu rumah tangga dan sebagai ibu yang bekerja. This study aims to determine the roles played by farmer housewives in the domestic and public sectors. This research was conducted in Rubit Village, Hewokloang District, Sikka Regency, with a total sample of ten farmer housewives. The research method. Researchers took data using interview techniques and documentation study. The results of this study indicate the dynamics of the role of the housewives of farmers in Rubit Village, Hewokloang District, Sikka Regency, which have directly taken part in increasing family income by doing work in the public sector to help their husbands. With the operation of a farmer housewife, her role automatically becomes dual, namely being a housewife and as a working mother.
Pengelolaan Objek Wisata Lempe Lolai: Studi Perubahan Sosial Pada Masyarakat Toraja Utara Venisa Erma Patricia; Syamsul Bahri; Andi Burchanuddin
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Juni 2026
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v6i1.6882

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pengembangan objek wisata lempe lolai terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat lokal di Kabupaten Toraja Utara. Metode penelitian yang digubakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung di lapangan, wawancara mendalam dengan masyarakat dan pengelola, serta dokumentasi dari berbagai sumber terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan objek wisata Lempe Lolai membawa pengaruh positif, khususnya dalam bidang ekonomi. Hal ini terlihat dari meningkatnya pendapatan masyarakat, munculnya berbagai usaha kecil seperti warung, kios, dan penginapan, serta terbukanya peluang baru. Dari sisi sosial, masyarakat menunjukkan perubahan sikap yang lebih terbuka terhadap wisatawan, meningkatnya kesadaran akan kebersihan lingkungan, serta menjaga keramahan sebagai identitas budaya lokal. Selain itu, trdisi dan nilai-nilai adat tetap dipertahankan sebagai daya tarik wisata. Namun, pengelolaan berkelanjutan masih perlu diperhatikan agar perkembangan pariwisata tidak menimbulkan dampak negative di masa depan. This study aims to analyze the impact of the development of the Lempe Lolai tourist attraction on the social and economic life of local communities in North Toraja Regency. The research method used was qualitative with a descriptive approach. Data were collected through direct field observations, in-depth interviews with the community and management, and documentation from various relevant sources. The results indicate that the presence of the Lempe Lolai tourist attraction has had a positive impact, particularly on the economy. This is evident in the increase in community income, the emergence of various small businesses such as food stalls, kiosks, and lodgings, and the opening of new opportunities. Socially, the community has shown a change in attitude toward tourists, increased awareness of environmental cleanliness, and the preservation of hospitality as a local cultural identity. Furthermore, traditions and traditional values are maintained as tourist attractions. However, sustainable management is still needed to ensure that tourism development does not have negative impacts in the future.